[SALAH] GEJALA DEMENSIA TIDAK BISA MELIHAT LINGKARAN PADA GAMBAR

11

[SALAH] GEJALA DEMENSIA TIDAK BISA MELIHAT LINGKARAN PADA GAMBAR

Hasil Periksa Fakta Aldinshah Vijayabwana

Konten yang salah. Meski gambar tersebut benar merupakan Ilusi Coffer yang dibuat oleh Anthony Norcia, gambar tersebut tidak digunakan untuk mendiagnosis gejala demensia. Diagnosis demensia ditegakkan dengan anamnesis neurobehavior, pemeriksaan fisik neurologis, dan pemeriksaan kognisi menggunakan MMSE, CDT, dan MoCA.

Iklan Layanan Masyarakat

Selengkapnya di PENJELASAN dan REFERENSI

======

KATEGORI
Konten yang Salah, ketika informasi yang benar dipadankan dengan konteks informasi yang salah

======

NARASI
Akun Dwina Permata Sari membagikan sebuah gambar ilusi optik di linimasa pribadinya di Facebook pada tanggal 14 Desember 2020 pukul 09.35 WIB. Gambar tersebut diberi keterangan yang isinya kurang lebih adalah bahwa gambar tersebut merupakan rancangan Anthony Norcia dari Amerika Serikat, yang sekilas terlihat berupa garis dan kotak namun terdapat lingkaran juga. Akun Dwina Permata Sari menuliskan bahwa apabila seseorang tidak dapat menemukan lingkaran yang terdapat pada gambar tersebut, maka seseorang itu memiliki gejala demensia, penurunan daya ingat dan kualitas menilai sesuatu.

Sumber: https://archive.md/scCLh (saat ditangkap layar telah mendapatkan komentar sebanyak 96, reaksi sebanyak 48, dan dibagikan sebanyak 104 kali)

======

PENJELASAN
Gambar yang diunggah pada kiriman tersebut adalah Ilusi Coffer. Ilusi Coffer adalah ilusi optik yang ditemukan oleh Anthony Norcia pada 2006. Ilusi Coffer ini terpilih menjadi salah satu dari sepuluh ilusi terbaik pada 2006 Best Illusion of the Year Contest yang diselenggarakan Neural Correlate Society.

Anthony Norcia adalah seorang peneliti di bidang psikologi. Norcia tercatat sebagai profesor riset di Stanford University. Program riset Norcia berfokus pada penglihatan spasial. Secara spesifik, riset Norcia berfokus pada perkembangan penglihatan normal dan abnormal pada pasien dengan strabismus, autisme, dan gangguan penglihatan kortikal. Pada laman Norcia di Stanford University, tidak ditemukan satupun penelitian Norcia yang membahas demensia.

Norcia menemukan Ilusi Coffer ini secara tidak sengaja. Norcia sedang mengembangkan stimulus untuk meneliti persepsi figur dan latar belakang (figure ground perception) berdasarkan petunjuk orientasi. Prinsip dasarnya adalah peserta akan melihat tayangan yang bergantian antara garis-garis seragam dan gambar yang memiliki lingkaran yang ditentukan oleh perbedaan orientasi, sedangkan peneliti akan merekam gelombang otak peserta. Pada saat tayangan siap, Norcia baru menyadari ilusi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Ilusi Coffer tidak dibuat untuk memeriksa gejala demensia.

Menurut Panduan Praktik Klinik Diagnosis dan Penatalaksanaan Demensia yang dirilis oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) pada 2015, demensia adalah sindrom penurunan fungsi intelektual dibanding sebelumnya yang cukup berat sehingga mengganggu aktivitas sosial dan profesional yang tercermin dalam aktivitas hidup keseharian, biasanya ditemukan juga perubahan perilaku dan tidak disebabkan oleh delirium maupun gangguan psikiatri mayor. Algoritma diagnosis demensia berbeda-beda berdasarkan tingkat fasilitas kesehatannya, namun secara umum, diagnosis demensia ditegakkan dengan riwayat neurobehavior, pemeriksaan fisik neurologis, dan pola gangguan kognisi. Pemeriksaan kognisi yang direkomendasikan antara lain AD8, Mini Mental State Examination (MMSE), Clock Drawing Test (CDT), dan Montreal Cognitive Assessment (MoCA).

======

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here