[SALAH] Haramnya Ilmu Filsafat – TurnBackHoax

33

Hasil
Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas
Pendidikan Indonesia).

Narasi yang salah. Faktanya, terjemahan dari
kutipan as-Syafi’i yang tertulis di kitab Tarikh Al-Islam karya imam
Adz-Dzahabi tidak memakai redaksi “filsafat, melaikan “kalam”.

Selengkapnya di bagian penjelasan.

====

Kategori: Konten yang Menyesatkan

====

Sumber: Instagram

http://archive.vn/H8rst

====

Narasi:

“Hukum Belajar Ilmu Filsafat

Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1

Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1

Pertanyaan:

بــسم اللّٰـه

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan, apakah hukum mempelajari ilmu Filsafat?
Dan mengapa Al-Farabi sampai disebut bapak Filsafat kedua, apakah dia
menyimpang dari ajaran agama ? Syukron.

Dari Muhammad Yusril (Group MS-I 07)

Jawab:

بــسم اللّٰـه

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Hukum Filsafat adalah haram dan ia pintu
kekafiran. Tidak ada dalam Filsafat kecuali kebodohan, pemutaran kata, dan
kebingungan, dan sebuah pembahasan bertele-tele tanpa penyelesaian.

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata: “Hampir
tidak ada orang-orang yang memperdalam ilmu Filsafat kecuali ijtihadnya akan
mengantarkannya kepada pendapat yang menyelisihi kemurnian sunnah. Karenanya
para ulama salaf mencela mempelajari ilmu orang-orang kuno, karena ilmu
Filsafat lahir dari para Filosof yang berpemikiran Dahriyah (Atheis).
Barangsiapa yang dengan kecerdasannya berkeinginan untuk mengkompromikan antara
ilmu para Nabi dengan ilmu para Filosof, maka pasti ia akan menyelishi para
Nabi dan juga menyelisihi para Filosof”. (Mizaanul I’tidaal 3/144)

Imam Asy-Syaafi’i juga berkata: “Tidak
ada sesuatu yang lebih aku benci daripada ilmu Filsafat dan ahli
Filsafat”. (Taariikh Al-Islaam li Adz-Dzahabi 14/332)

Bagi anda yang baru belajar Filsafat, akan kenal
yang namanya Aristoteles, Phitagoras, dan semisalnya. Ilmu ini adalah kekufuran
yang nyata, mengingkari Rabb, Malaikat, Rasul, Kitab, hari akhir dan takdir.
Filsafat adalah seburuk-buruk ilmu.

Bapak pertama dari Filsafat adalah Aristoteles
yang mengatakan Tuhan itu terlalu tinggi, Ia tidak memiliki sifat dan Ia tidak
tau masalah kecil dan tidak ada takdir. Ia dijuluki Imam Ibnu Qayyim dalam
kitab Ighasatu Lahafan sebagai guru pertama. Dan jejak kekufurannya diikuti
Al-Farabi, sehingga dia dijuluki guru kedua, dia adalah orang yang mengingkari
takdir dan hari akhir, dia lebih buruk dari guru pertama dan mengunggulinya
dalam penyimpangan dan dia memiliki keyakinan yang beda dengan kaum muslimin.
Semoga kita diselamatkan dari ilmu Filsafat yang kufur.

والله تعالى أعلمُ بالـصـواب

l”

====

Penjelasan:

Akun Instagram @ittibarasul1 mengunggah narasi
dengan disertai sebuah foto yang mengilustrasikan haramnya ilmu filsafat pada
23 Juli 2020. Unggahan tersebut telah mendapatkan 12.064 likes.

Berdasarkan hasil penelusuran, narasi dan foto
ilustrasi unggahan aku tersebut tidak tepat. Azis Anwar Fachrudin, seorang
peneliti dari Centre for Religious and Crosscultural Studies (CRCS) Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta, meluruskan unggahan dari akun Instagram @ittibarasul1
mengenai haramnya ilmu filsafat melalui akun Facebooknya pada 27 Juli 2020.

Dalam unggahannya di laman Facebooknya, Azis
Anwar Fachrudin memaparkan bahwa penerjemahaan di unggahan @ittibarasul1 tidak
tepat dan keluar konteks. Redaksi asli dari as-Syafi’i tidak memakai kata
“filsafat”, tapi “kalam” dengan bunyi teksnya “

 “ما شيء
أبغض إلي من الكلام وأهله

yang artinya “Tidak ada yang lebih aku benci
dibanding kalam dan ahli kalam”. Konteks “kalam” di pernyataan as-Syafi’i itu
merujuk pada kaum qadariyyah dan ‘nufat as-shifat’ (para penyangkal sifat-sifat
Allah).

Ia juga menyebutkan filsafat berguna untuk
merumuskan pertanyaan yang baik (yang menjadi awal dari ilmu) dan dengan
logika, yang merupakan salah satu bagian dari filsafat, menertibkan pikiran untuk
menjawab pertanyaan itu.

Akun Twitter @adeirra juga memaparkan
penjelasan yang komprehensif melalui utas yang dibuatnya untuk meluruskan apa
yang diunggah oleh akun Instagram @ittibarasul.

Seperti yang dituliskan oleh Azis Anwar
Fachrudin, ia juga menerjemahkan kitab Tarikh Al-Islam karya imam Adz-Dzahabi
tepatnya di Jilid 14 halaman 332 yang dikutip oleh @ittibarasul1 dalam
unggahannya di Instagram. Terjemahan dari kutipan kitab tersebut adalah “Tidak
ada yang lebih aku benci dibanding kalam dan ahli kalam”.

Dengan demikian, unggahan akun Instagram
@ittibarasul1 dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan. Hal ini
dikarenakan perkataan dari as-Syafi’i yang diterjemahkan oleh akun Instagram
@ittibarasul1 tidak tepat dan keluar dari konteks.

====

Referensi:




Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here