[SALAH] Kakek di Banten Kelaparan Hingga Makan Kapuk

14

[SALAH] Kakek di Banten Kelaparan Hingga Makan Kapuk

Tidak
benar bahwa seorang kakek di Banten kelaparan hingga terpaksa makan kapuk. Hal
tersebut telah diklarifikasi oleh Kementerian Sosial dan pihak kepolisian. Mengutip
dari pemberitaan yang ada, informasi perihal kakek kelaparan hingga makan kapuk
muncul lantaran adanya kesalahpahaman.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
FALSE CONTEXT

===

SUMBER:
MEDIA SOSIAL FACEBOOK

===

NARASI:

Kelaparan,
Kakek di Ciruas Serang Ganjal Perut dengan Kapuk Bantal

Seorang
kakek bernama Mbah Sarani hanya hidup sebatang kara. Warga Kampung Pariuk, Desa
Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang tersebut tak memiliki sanak
saudara setelah sang istri meninggal hidup hanya dari uluran tangan tetangga.

===

PENJELASAN:
Melalui media sosial Facebook, muncul sebuah narasi yang menceritakan kondisi
seorang kakek bernama Jahrani di wilayah Banten. Disebutkan bahwa kondisi sang
kakek sangat miris, lantaran hidup sebatang kara dan kelaparan hingga harus
memakan kapuk bantal.

Menanggapi
informasi tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) pun akhirnya angkat bicara. Melalui
situs resmi kemsos.go.id, sebuah siaran pers berjudul “Respon Cepat Kemensos
Hadir Serahkan Paket Sembako Bantuan Presiden” diunggah. Dijelaskan bahwa Kakek
Jahrani tidak kelaparan dan bahkan tidak memakan kapuk seperti yang tengah
viral.

“Makanan
ada pak. Tidak benar makan kapuk. Ceritanya, ada keponoakan yang biasa menunggu
Kakek Jahrani. Tetapi karena ada keluarga yang meninggal, ia pergi. Setelah ditinggal,
Kakek Jahrani merangkak keluar rumah sambal mulutnya ada kapuk,” jelas Ny
Bakrah (40), keponakan Kakek Jahrani.

Klarifikasi
serupa juga dituturkan oleh Humas Polres Serang melalui akun Facebooknya. Dijelaskan
bahwa terkait dengan viralnya informasi yang menyebut seorang kakek kelaparan
hingga harus memakan kapuk bantal adalah tidak benar. Lebih lanjut dijelaskan
bahwa sebelum viralnya kabar tersebut, Kakek Jahrani sudah sering menerima
bantuan dari berbagai organisasi dan juga komunitas.

Menurut kesaksian dari para warga, dijelaskan bahwa kondisi Kakek Jahrani bukan kelaparan hingga harus mengganjal perut dengan kapuk bantal, melainkan karena kondisi yang sudah renta, Kakek Jahrani sering kali memasukan kapuk ke dalam telinganya. Kondisi tersebut dirasa membuat kesalahpahaman, hingga akhirnya viral di media sosial.

===

REFERENSI:

https://www.kemsos.go.id/respon-cepat-kemensos-hadir-serahkan-paket-sembako-bantuan-presiden

https://web.facebook.com/HUMASPOLRESSERANGKAB/photos/a.416367965405130/1143332139375372/?type=3&theater

https://www.kominfo.go.id/content/detail/27122/disinformasi-kakek-kelaparan-di-ciruas-serang-ganjal-perut-dengan-makan-kapuk-bantal/0/laporan_isu_hoaks?

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-tidak-benar-kakek-di-serang-kelaparan-hingga-makan-kapuk.html

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/VNnX0Dvk-cek-fakta-seorang-kakek-makan-kapuk-bantal-karena-kelaparan-cek-faktanya

https://web.facebook.com/BidikBanten/photos/a.435245159968618/1575916272568162/?type=3&theater


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here