[SALAH] Kebijakan Lockdown dan Menjaga Jarak Merupakan Strategi untuk Mencegah Revolusi

4

[SALAH] Kebijakan Lockdown dan Menjaga Jarak Merupakan Strategi untuk Mencegah Revolusi

Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

Informasi yang salah. Faktanya, WHO dan CDC telah menegaskan bahwa kebijakan lockdown dan menjaga jarak merupakan cara yang paling efektif untuk menekan angka persebaran Covid-19. Hal ini disebabkan karena Covid-19 mudah tersebar melalui kontak jarak dekat antara satu orang dengan yang lain.

Iklan Layanan Masyarakat

= = = = =

KATEGORI: Konten yang Menyesatkan/Misleading Content

= = = = =

SUMBER: Instagram
https://archive.vn/GGLWO

= = = = =

NARASI:

“Tidak banyak orang yang mengerti bahwa kebijakan “social distancing” ini tidak ada kaitannya dengan “keamanan”. Ini merupakan sebuah usaha untuk merusak hubungan antar-manusia yang merupakan elemen penting dalam kehidupan bermasyarakat. Strategi pecah belah mereka sangat jelas dan orang-orang masih saja (emotikon zombie)(emotikon zombie)”

NARASI DALAM GAMBAR:
“Bagaimana bibit-biti revolusi ditanamkan.
Kita bertemu di tempat minum…
Kita bertemu di restoran..
Kita bertemu di Gereja.

Apakah sekarang paham tentang strategi penyelesaiannya?”

= = = = =

PENJELASAN:

Pengguna Instagram project_knowledge mengunggah sebuah foto (17/12) yang berisi tentang cara bibit-bibit revolusi pada zaman dahulu ditanamkan. Unggahan foto tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa kebijakan lockdown dan menjaga jarak yang diterapkan oleh pemerintah dunia di masa pandemi Covid-19 ini bukan merupakan usaha untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, melainkan merupakan strategi pemerintah untuk mencegah revolusi.

Melansir dari who.int, kebijakan lockdown dan menjaga jarak merupakan cara paling efektif untuk menekan angka persebaran Covid-19. Hal ini dikarenakan virus penyebab Covid-19 ditularkan melalui percikan air liur yang berasal dari saluran pernapasan dan keluar melalui hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi Covid-19 batuk, bersin, maupun berbicara. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menegaskan pentingnya menjaga jarak untuk mengurangi resiko penularan Covid-19.

Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs Reuters dengan judul artikel ‘Fact check: Lockdowns and Social Distancing Measures Are Not A Ploy to Suppress Revolution’ dan mengategorikannya sebagai false.

Dengan demikian, keterangan yang diunggah oleh pengguna Instagram project_knowledge tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

= = = = =

REFERENSI:

https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-lockdowns/fact-check-lockdowns-and-social-distancing-measures-are-not-a-ploy-to-suppress-revolution-idUSKBN28S2PV
https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
https://www.who.int/news-room/q-a-detail/herd-immunity-lockdowns-and-covid-19
https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/social-distancing.html

[SALAH] Kebijakan Lockdown dan Menjaga Jarak Merupakan Strategi untuk Mencegah Revolusi
[SALAH] Kebijakan Lockdown dan Menjaga Jarak Merupakan Strategi untuk Mencegah Revolusi
[SALAH] Kebijakan Lockdown dan Menjaga Jarak Merupakan Strategi untuk Mencegah Revolusi
[SALAH] Kebijakan Lockdown dan Menjaga Jarak Merupakan Strategi untuk Mencegah Revolusi
[SALAH] Kebijakan Lockdown dan Menjaga Jarak Merupakan Strategi untuk Mencegah Revolusi

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here