[SALAH] Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad

20

[SALAH] Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad

Narasi yang beredar
mengenai penghapusan kata khilafah dan jihad dalam kurikulum pendidikan agama
di Madrasah keliru. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan
Kemenag tak menghapus konten ajaran khilafah dan jihad, melainkan diperbaiki. “Saya
perlu menyampaikan bahwa konten khilafah dan jihad tidak dihapus sepenuhnya
dalam buku yang akan diterbitkan. Makna khilafah dan jihad akan diberi
perspektif yang lebih produktif dan kontekstual,” kata Kamaruddin.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori: Misleading
Content
/Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Facebook

[SALAH] Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad

Archive:

https://archive.fo/WuSrE

=====

Narasi:

Ntah apo la maksud
pemerintah ko

Agama diutak atik
seenak mereka aja 😡

=====

Penjelasan:

Beredar postingan yang
mengedarkan artikel dari laman pesisirnews[dot]com dengan judul “Selamat
Tinggal Sejarah Islam”Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di
Madrasah Kata Khilafah dan Jihad.
Dalam artikelnya, membahas mengenai isu
surat edaran dari Kementerian Agama (Kemenag) yang dikatakan akan menghapus
perihal khilafah dan jihad dalam kurikulum agama di Madrasah.

Melalui hasil
penelusuran, diketahui bahwa hal tersebut sudah mendapat tanggapan dari pihak
Kemenag. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengonfirmasi surat
edaran tersebut. Dia menjelaskan Kemenag tak menghapus konten ajaran khilafah
dan jihad, melainkan diperbaiki.

“Saya perlu
menyampaikan bahwa konten khilafah dan jihad tidak dihapus sepenuhnya dalam
buku yang akan diterbitkan. Makna khilafah dan jihad akan diberi perspektif
yang lebih produktif dan kontekstual,” kata Kamaruddin

Dia menerangkan pelajaran
khilafah dan jihad tidak akan lagi diajarkan pada mata pelajaran Fikih. Dua
konten itu akan masuk dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

Kamaruddin berkata
materi khilafah dan jihad tidak dihapus karena merupakan bagian dari sejarah
Islam. Namun perlu ada penyesuaian mengikuti perkembangan zaman.

“Khilafah
misalnya adalah fakta sejarah yang pernah ada dalam pelataran sejarah peradaban
Islam, tetapi tak cocok lagi untuk konteks negara bangsa Indonesia yang telah
memiliki konstitusi (Pancasila dan UUD 45, NKRI dan Bhineka tunggal ika),”
kata dia.

Senada dengan
Kamarudin, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK)
Madrasah pada Kemenag, Ahmad Umar menegaskan bahwa Kemenag tidak menghilangkan
materi khilafah dan jihad dari kurikulum dan buku pelajaran.

Umar mengatakan, Kemenag
bukan menghapus materi khilafah dan jihad dari pelajaran. Sebab materi khilafah
dan jihad yang tercantum dalam KMA 165 Tahun 2014 itu dinyatakan tidak berlaku
dan telah diperbaiki dalam KMA 183 Tahun 2019.

“Tentunya
perbaikan itu meletakkan materi-materi itu (khilafah dan jihad) pada porsi dan
konteks pembicaraan yang sesuai dan proporsional,” kata Umar.

Ia menjelaskan,
misalnya materi khilafah diletakkan pada materi sejarah kebudayaan Islam.
Tetapi konteks pembicaraannya bukan sekedar khilafah, konteksnya tentang
perkembangan peradaban pada zaman Daulah Utsmaniyah dan Abbasiyah.

Di sana dijelaskan
diperjuangkan peradaban Islam termasuk sampai perjuangan kehidupan pada
masa-masa Khulafaur Rasyidin. Selain itu, pengertian khilafah dalam kurikulum
baru diperbaiki supaya tidak mengandung multi-tafsir

“Kata
(pengertian) khilafah itu diperbaiki dengan perkembangan kehidupan peradaban
manusia pada Daulah Utsmaniyah dan Abbasiyah, dan perkembangan dari zaman
kepemimpinan Rasul sampai Khulafaur Rasyidin sampai ulama-ulama masa
kini,” jelasnya.

Kasubdit Kurikulum
Kemenag, Ahmad Hidayat pun ikut angkat bicara. Ia menegaskan, kata khialafah
sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Artinya tentang khilafah akan
disampaikan dengan konteks bahasa Indonesia. Sementara, kata jihad masih ada
dalam kurikulum dan buku pelajaran tapi sudah diberi penjelasannya.

“Bahwa jihad
itu diwujudkan dalam konteks keseriusan dalam berjuang dalam konteks umumnya
jihad juga kita perjelas bahwa jihad yang dimaksud itu perjuangan, bukan
perang,” ujarnya.

Ia menyampaikan,
sejarah tentang jihad perang masih ada. Tapi cerita jihad dalam bentuk lain
diperbanyak. Kesimpulannya jihad itu tidak hanya semata-mata perang. Materi
jihad dalam mata pelajaran fikih masih ada, tapi dalam konteks pembicaraan inti
nilainya yaitu berusaha bersungguh-sungguh di dalam menuntaskan semua
aktivitas-aktivitas kehidupan.

Sedangkan di dalam
sejarah kebudayaan Islam jihad Itu otomatis terbahas di dalam
perkembangan-perkembangan kebudayaan peradaban Islam. “Jihad itu
diwujudkan dalam bentuk bervariasi tidak hanya harus perang, tapi diwujudkan
dalam bentuk perjuangan optimalisasi berpikir pada masa abad pertengahan,”
jelasnya.

Berdasarkan penjelasan
tersebut, maka konten yang tersebar di Facebook tersebut menyesatkan. Dengan demikian,
konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten
yang Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1122135708118963/

https://cekfakta.tempo.co/fakta/640/fakta-atau-hoaks-benarkah-kemenag-hapus-kata-khilafah-dan-jihad-dari-kurikulum-madrasah

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191208191551-20-455193/kemenag-revisi-konten-khilafah-dan-jihad-di-buku-madrasah

https://www.republika.co.id/berita/q28ls4430/tak-dihapus-kemenag-revisi-materi-khilafah-dan-jihad

[SALAH] Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad
[SALAH] Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad
[SALAH] Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here