[SALAH] Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono

41

[SALAH] Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono

Hasil Periksa Fakta Indri Indri Pramesti Widyaningrum (Anggota Komisariat MAFINDO Gunadarma)

Informasi
mengenai literasi COVID-19 yang dikeluarkan oleh drh. Moh. Indro Cahyono adalah
tidak benar. Indro Cahyono sendiri membatah telah mengeluarkan informasi
tersebut, selain itu Indro Cahyono juga telah membuat revisi isi terhadap
informasi tersebut di akun facebook nya yang diunggah pada 31 Maret 2020.

=====

Kategori:
Konten Yang Salah

=====

Sumber: Facebook

[SALAH] Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono

Archive:  https://archive.st/f9oy

======

Narasi:

“Sedikit
lega setelah baca ini, makasih doktor Indro 😊

 *LITERASI COVID 19

 *Budayakan Baca sampai selesai,Berpikir
Positif & Jangan Stress*

 *Penjelasan Ilmiah terkait COVID 19*

 *oleh

 dr. Moh. Indro Cahyono (ahli virus)*

 *1. Virus (termasuk covid-19) adalah benda
mati yang dapat hidup di media hidup*. Dia tidak bisa hidup menempel apalagi
memproduksi markas virusnya di benda-benda mati. Namun ada catatannya. Kalao
misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau luda)
lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu
belum mengering. Kalao baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri
karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau hembusan angin, maka
virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya.
Kalao sudah mengering ya sudah virusnya akan mati.

 *2. Virus ini tidak bisa hidup di udara*. Dia
hanya jadi butir-butir kristal saja. Semua jenis virus. Mau virus flu, TB,
paru, dll. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor
satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama dropletnya kering,
dibersihkan maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga
jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan
dianjurkan membasuhnya dengan antis, sabun, air panas, asing, atau cairan
cuka/asam.

 *3. Virus tidak bisa hidup di air panas, air
asing, cuka, atau cairan asam* Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi
vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dll).

 *4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif
berpeluang sembuh total* bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak
memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker,
dan tumor.

 *5. Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan
tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri
di rumah* Karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat
dibandingkan dengan manula. Anti bodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang
virus. Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif cukup mengonsumsi
vitamin, dan antibiotik. Jangan ke RS yang sudah ditentukan karena itu
diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah.

 *6. Jangan stres dan panik. Karena jika stres
dan panik maka antibodinya akan lambat berproduksi* Dengan itulah kita mudah
terserang. Apalagi stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang
tersugesti) lalu membuat tubuh lemah.

 *7. Virus yang dikatakan bertahan hidup di
tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks*. Di panci, di kardus, di udara, di
gagang pintu, di aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat
hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana maka cukup
dibersihkan saja.

 *8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh
seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara*.

 *9. Mantan pasien positif atau yang sudah
sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali*. Asumsinya, di dalam tubuh
kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa
inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi. Hanya 24 jam (1 hari). Karena
sel memorinya akan menampilkan data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga
sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi.

 Yang paling penting dengan adanya covid-19 ini
semua orang jadi sadar sehat

 Tumbuhkan rasa optomisme, dan pengetahuan
tentang virus. Jangan buat asumsi salah-salah yang membuat kepanikan..

 *Semoga bermanfaat*.”

======

Penjelasan:

Beredar
sebuah informasi melalui akun facebook Ibrahim Al Fadani, informasi tersebut
berisi penjelasan ilmiah terkait COVID-19 yang dibuat oleh drh. Moh. Indro
Cahyono.

Setelah
melakukan penelusuran, informasi tersebut dibantah langsung oleh ahli virus
Moh. Indri Cahyono, beliau menjelaskan melalui akun facebooknya bahwa pesan
tersebut seolah-olah memberikan pesan positif padahal isinya sangat
menyesatkan.

“Itu
hoaks. Pesan ini seolah-olah memberikan pesan positif padahal isinya sangat
menyesatkan,” ujar Indro.

Selain
itu Indro Cahyono juga menulis perbaikan terhadap informasi tersebut melalui
akun facebooknya yang diunggah pada 31 Maret 2020, berikut perbaikan isi
informasi yang dilakukan oleh drh. Moh. Indro Cahyono.

Pesan
berantai poin 1: Virus (termasuk COVID-19) adalah benda mati yang dapat hidup
di media hidup. Namun, ada catatannya. Kalau misalnya ada orang yang sudah
terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau ludah), lalu kena di baju,
kain, atau meja, maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Kalau
baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan,
misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitu pun
di meja, kursi, lantai, karpet, dan sejenisnya. Kalau sudah mengering, ya sudah
virusnya akan mati.

Revisi
dari Indro: Virus (termasuk COVID-19) hanya bisa bertahan hidup di media yang
gelap, basah, dan dingin. Dia tidak bisa bertahan hidup lama tanpa perantara
media tersebut. Jika misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan
droplet (cairan lendir atau ludah), lalu kena di baju, kain, atau meja, maka
dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Jika baju dicuci atau
setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan, misalnya karena
panas atau disinfektan, maka virusnya akan mati. Begitu pun di meja, kursi,
lantai, karpet, dan sejenisnya. Jika sudah mengering, ya sudah virusnya akan
mati.

Pesan
berantai poin 2: Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi
butir-butir kristal saja. Semua jenis virus, mau virus flu, TB, paru, dan
lain-lain. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu.
Walau tangan ini termasuk bagian hidup, tapi selama dropletnya kering,
dibersihkan, maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga
jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka, jika selesai berjabat tangan,
dianjurkan membasuhnya dengan Antis, sabun, air panas, asing, atau cairan
cuka/asam.

Revisi
dari Indro: Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya bisa hidup di
droplet dan kemudian jatuh ke bawah. Semua jenis virus, mau virus flu, atau
virus lain, sifatnya sama. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti
penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup, tapi selama
dropletnya kering, dibersihkan dengan sabun atau hand sanitizer, maka virus pun
akan hacur. Karena virus hanya bisa masuk lewat dua jalur, yakni hidung, dan
mulut. Maka, jika selesai berjabat tangan, dianjurkan membasuhnya dengan sabun
atau hand sanitizer.

Pesan
berantai poin 3: Virus tidak bisa hidup di air panas, air asin, cuka, atau
cairan asam. Maka, jika sudah terinfeksi, segera konsumsi vitamin E (brokoli,
kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dan lain-lain).

Revisi
dari Indro: Virus bisa dinetralkan oleh antibody dari dalam tubuh dan antibody
bisa dinaikan produksinya dengan konsumsi vitamin E dan C. Budayakan untuk
mengkonsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dan
lain-lain) selama masa wabah COVID-19.

Pesan
berantai poin 4: Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh
total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit
bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor.

Revisi
dari Indro: Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh. Jika
memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker,
dan tumor, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

Pesan
berantai poin 5: Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang
sudah dinyatakan positif, cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah. Karena
usia produktif, antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula.
Antibodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa
stres, bagi yang sudah positif, cukup mengonsumsi vitamin dan antibiotik.
Jangan ke RS yang sudah ditentukan karena itu diperuntukan bagi mereka yang
produksi antibodinya rendah.

Revisi
dari Indro: Bagi manusia yang ketahanan tubuhnya normal dan kemudian dinyatakan
positif, dapat melakukan treatment (perlakuan) mandiri di rumah dengan cukup
beristirahat, konsumsi vitamin E dan C dan madu, karena dengan asupan vitamin
yang bagus, maka produksi antibodi bisa meningkat 2-3 kali lipat dari standard.
Antibodi pada hari ke-7 akan diprodukai tubuh untuk menetralkan virus dan
mencapai puncaknya pada hari 14. Jangan panik dan stress karena stress akan
menekan siatem kekebalan kita. RS sebaiknya dikhususkan untuk kelompok risiko
tinggi (lansia, pasien dengan komplikasi penyakit dan gangguan pernafasan
kronis) sehingga RS tidak terlalu penuh dan membuat para pejuang kesehatan
menjadi kerepotan dan kelelahan.

Pesan
berantai poin 6: Jangan stres dan panik. Karena, jika stres dan panik, maka
antibodinya akan lambat berproduksi. Dengan itulah kita mudah terserang.
Apalagi, stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti),
lalu membuat tubuh lemah.

Revisi
dari Indro: Jangan stres dan panik. Karena, jika stres dan panik, memicu reaksi
psikosomatis yang berakibat pada menurunnya produksi antibodi dari dalam tubuh.

Pesan
berantai poin 7: Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari
9 jam itu hoaks. Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium,
dan lainnya, itu hoaks. Sekali lagi, virus tidak dapat hidup di benda-benda
mati. Jika dicurigai ada droplet di sana, maka cukup dibersihkan saja.

Revisi
dari Indro: Virus tidak bisa bertahan hidup di tempat kering, terang, dan
panas. Jika dicurigai ada droplet di perabot rumah, maka cukup dibersihkan saja
dengan disinfektan atau cairan pembersih.

Pesan
berantai poin 8: Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang
kena flu karena status positif itu sementara.

Revisi
dari Indro: Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh dalam 14 hari jika rajin
mengkonsumsi vitamin E dan C dan cukup istirahat.

Pesan
berantai poin 9: Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil
untuk terinfeksi kembali. Asumsinya, di dalam tubuh kita ini, ada yang namanya
sel memori. Jika dia terinfeksi kembali, maka masa inkubasinya tidak selama
waktu awal terifeksi, hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memorinya akan menampilkan
data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga, sehari kena, besok atau
paling lambat dua hari sudah sembuh lagi.

Revisi
dari Indro: Manusia yang sudah pernah terinfeksi dan sembuh masih bisa terkena
infeksi ulangan dari lapang, tapi sel memory tubuh akan mengeluarkan antibody
lebih cepat (bukan 7 hari seperti infeksi pertama), tapi langsung keluar dalam
waktu 1 hari (24 jam).

Selain
itu, drh. Moh. Indro Cahyono juga menyebutkan bahwa ada beberapa informasi yang
benar dalam informasi tersebut namun kebanyakan informasinya dipelintir
sehingga dapat menimbulkan polemik.

“Tapi
banyak fakta yang sengaja dipelintir sehingga akan memicu polemik,” kata
Indro, mengutip dari Tempo.com

Berdasarkan
penjelasan Indro Cahyono yang menyebutkan bahwa informasi tersebut bukan
berasal dari dirinya, serta terdapat beberapa fakta yang sengaja dipelintir.
Maka informasi diatas masuk ke dalam Konten Yang Salah.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10216610064588297&id=1360133229

https://cekfakta.tempo.co/fakta/717/fakta-atau-hoaks-benarkah-pesan-berantai-tentang-penjelasan-ilmiah-corona-ini-dari-ahli-virus-indro-cahyono

https://www.suara.com/health/2020/04/02/055511/viral-broadcast-ahli-virus-soal-corona-covid-19-fakta-atau-hoax

https://inet.detik.com/cyberlife/d-4960045/muncul-broadcast-soal-corona-dari-pakar-virus-hoax-atau-bukan

https://kominfo.go.id/content/detail/25543/hoaks-literasi-covid-19-dari-pakar-virus-dr-moh-indro-cahyono/0/laporan_isu_hoaks

[SALAH] Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono
[SALAH] Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono
[SALAH] Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono
[SALAH] Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono
[SALAH] Literasi COVID-19 Dari drh. Moh. Indro Cahyono

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here