[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung

9

[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung

Tulisan berjudul “Luhut
Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia?” bukanlah tulisan
Akbar Tandjung, Politisi Senior Partai Golongan Karya (Golkar). Bantahan diberikan
oleh Akbar Tandjung Institute (ATI) melalui siaran persnya kepada sejumlah
media. Dalam siaran pers tersebut, ATI menuliskan bahwa tulisan yang beredar
dengan judul tersebut bukanlah tulisan Akbar Tandjung.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori: Imposter
Content/
Konten Tiruan

=====

Sumber: Whatsapp
dan Facebook

Archive:

https://archive.md/nYS9M

https://web.archive.org/web/https://www.facebook.com/photo.php?fbid=182207286387428&set=a.103522364255921&type=3

=====

Narasi:

*LUHUT ITU MENTERI
INDONESIA ATAU ‘DUBES KHUSUS’ CHINA UNTUK INDONESIA ?*

Oleh : AKBAR
TANJUNG

_”Sebenarnya
enggak usah dibesar-besarin lah kalau soal kehadiran kapal (Coast Guard China)
itu,”_

*[Luhut Binsar
Panjaitan, usai pertemuan sore bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di
kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (3/1)].*

Disaat umat ini
marah karena China melanggar batas kedaulatan Negara, disaat upaya maksimal
perlu dipersiapkan untuk menghalau eksistensi kapal dan kedaulatan China di
perairan Indonesia di selat Natuna, Luhut Binsar Panjaitan jusrtu menganggap
remeh masalah. Bukannya protes dan marah kepada China, Luhut justru meminta
negara ini marah pada negaranya sendiri.

Persoalan
ketercukupan kapal patroli dan bahkan kapal perang untuk mengamankan wilayah
perbatasan negara itu satu hal. Pelanggaran kedaulatan China, itu hal yang lain
yang perlu disikapi secara tegas.

Jika menggunakan
logika Luhut, maka ketika rumah kecurian karena pagar tidak digembok kita
justru diminta marah kepada diri sendiri, kenapa tidak punya kemampuan untuk membeli
gembok pagar. Sementara, persoalan pencuri yang telah masuk rumah dan
mengacak-ngacak privasi tidak perlu di besar-besarkan.

Luhut mengganggap,
masuknya kapal-kapal asing dari China ini akibat kurangnya kemampuan Indonesia
mengawasi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). […] (dilanjutkan di bagian CATATAN
setelah REFERENSI).

=====

Penjelasan:

Beredar tulisan
berjudul “Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia?” dengan
cantuman nama penulisnya ialah Akbar Tandjung. Tulisan itu berisikan kritik
kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan
terkait kasus Natuna.

Berdasarkan hasil
penelusuran, diketahui bahwa tulisan tersebut bukanlah tulisan Akbar Tandjung,
Politisi Senior Partai Golongan Karya (Golkar). Bantahan terkait hal tersebut
disampaikan oleh Akbar Tandjung Institute (ATI) melalui siaran persnya kepada
sejumlah media.

Dalam siaran pers
tersebut, ATI menuliskan bahwa tulisan yang beredar dengan judul tersebut
bukanlah tulisan Akbar Tandjung.

“Terkait tulisan
yang sedang marak dibicarakan di kanal WhatsApp, yang kebetulan penulisnya
mengatasnamakan dirinya sebagai Akbar Tanjung, dan berjudul Luhut Itu
Menteri Indonesia Atau ‘Dubes Khusus’ China Untuk Indonesia
, kami ingin
menyatakan bahwa tulisan ini tidak ditulis, diprakarsai, dan distribusikan oleh
Bapak Dr. Ir. Hj. Akbar Tandjung, Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar,” tegas ATI
dalam siaran persnya.

Dalam siaran pers
tersebut, ATI juga mengapresiasi kepada rekan-rekan dan kolega Akbar Tandjung
yang sudah mengkonfirmasi atas edaran tulisan tersebut. ATI pun kembali
menegaskan di akhir siaran persnya bahwa Akbar Tandjung tidak pernah menuliskan
atau mendistribusikan isi informasi yang tersebar tersebut.

“Terima kasih
kepada keluarga dan teman-teman yang mengkonfirmasi kepada kami perihal
keberadaan tulisan tersebut. Selebihnya, kami mohon bantuan keluarga dan teman-teman
sekalian untuk mengklarifikasi kepada mereka yang bertanya, bahwa tulisan
tersebut sekali lagi tidak diprakarsai, ditulis, dan didistribusikan oleh Bapak
Dr. Ir. Hj. Akbar Tandjung,” tutup siaran pers ATI.

Berdasarkan hal
tersebut, maka konten yang tertera pada sumber bukan tulisan Akbar Tandjung. Oleh
sebab itu, maka konten tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content atau
Konten Tiruan.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1079429885722879/

https://www.wartaekonomi.co.id/read264852/luhut-itu-menteri-indonesia-atau-dubes-khusus-china-akbar-tandjung-yang-tulis.html

https://politik.rmol.id/read/2020/01/04/416138/luhut-itu-menteri-indonesia-atau-dubes-khusus-china-bukan-tulisan-akbar-tandjung

Tulisan “Luhut Itu Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China” Dibantah

=====

Catatan:

(Lanjutan narasi) […] “Sebenarnya kan kita juga kekurangan kemampuan kapal untuk melakukan
patroli di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) kita itu. Sekarang memang Coast Guard
kita itu, Bakamla, sedang diproses supaya betul-betul menjadi Coast Guard yang
besar sekaligus dengan peralatannya,” kata Luhut.

Sebelumnya,
Kapal-kapal ikan China dilaporkan telah masuk ke perairan Natuna dan melakukan
pencurian ikan. Kapal-kapal pencuri ikan tersebut bahkan dikawal oleh kapal
Coast Guard China. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah
menyampaikan protes keras karena pelanggaran kedaulatan yang dilakukan oleh
China.

Umat Islam justru
bertanya, Luhut ini menteri negara mana ? Menteri Indonesia atau duta besar
khusus China untuk Indonesia ? Kenapa Luhut, justru bicara dalam konteks
kepentingan China dimana Indonesia diminta ‘memaklumi’ tindakan China bahkan
meminta Indonesia menyalahkan diri sendiri ?

Kalau Luhut diam
dalam urusan pembantaian muslim Uighur mungkin saja dapat dibenarkan, karena
Luhut memang merasa tak bersaudara dengan muslim Uighur. Tetapi jika Luhut tak
bicara lantang terhadap China karena pelanggaran batas kedaulatan, maka wajar
jika banyak yang menyebut Luhut sebagai pengkhianat.

Apalagi, bagi eks
militer tentu isu kedaulatan adalah isu krusial. Jiwa tentara, tak akan mungkin
rela sejengkal pun tanah perbatasan dirampas musuh.

Luhut telah
menunjukan watak aslinya yang menghamba pada kepentingan China. Sikap Luhut
dalam isu kedaulatan ini, mengokohkan posisi Luhut yang berfungsi sebagai
‘pengaman kebijakan China’ dalam melakukan ekspansi ekonomi ke Indonesia
melalui proyek OBOR dan belitan hutang China terhadap Indonesia.

Adapun Jokowi, dia
tak akan berani mendongakan kepala kepada Luhut dan mengusir Luhut dari
kabinet. Jokowi berkuasa juga atas sokongan Luhut, karena itu persoalan
intervensi China ke Indonesia tidak saja dipahami sebagai kebijakan persoanal
seorang luhut.

Namun, rezim
Jokowi ini memang telah menyerahkan ‘leher kedaulatan’ negeri ini ketangan
rezim komunis China, melalui sejumlah utang dan perjanjian. Indonesia telah
dipenjara menjadi ‘Provinsi baru China diluar China daratan’ yang akan
menghamba dan melayani kepentingan China.

Protes kemenlu
juga bisa dipahami sebagai ‘basa-basi politik’ belaka, karena sejatinya
kebijakan Indonesia benar-benar telah berada dibawah ketiak China. Buktinya,
hingga saat ini Jokowi masih bungkam atas isu kemanusiaan yang menimpa muslim
Uighur. [].

#copast

[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung
[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung
[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung
[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung
[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung
[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung
[SALAH] Luhut Menteri Indonesia atau Dubes Khusus China Untuk Indonesia Tulisan Akbar Tandjung




Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here