[SALAH] “mana mau media memberita kan polisi yang terluka, mereka beritakan kalo ada perusuh yg terluka”

18

[SALAH] "mana mau media memberita kan polisi yang terluka, mereka beritakan kalo ada perusuh yg terluka"

Faktanya, foto polisi yang terluka itu dimuat di media nasional dan media lokal. Sejumlah media lain juga memberitakan tentang polisi yang mengalami luka saat aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
============================================

Iklan Layanan Masyarakat

Akun Slamet Alinoordin (fb.com/slamet.alinoordin.5) mengunggah foto seorang polisi yang terluka pada bagian wajah dan kepala dengan narasi sebagai berikut:

“Kalo yg begini, mana mau media memberita kan, mereka beritakan kalo ada perusuh yg terluka, itulah gak adilnya media terutama TvOon.”

[SALAH] "mana mau media memberita kan polisi yang terluka, mereka beritakan kalo ada perusuh yg terluka"

Sumber : https://archive.vn/DqYiu (Arsip)
============================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa media tidak mau memberitakan polisi yang terluka pada aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja adalah klaim yang salah.

Faktanya, foto polisi yang terluka itu dimuat di media nasional dan media lokal. Sejumlah media lain juga memberitakan tentang polisi yang mengalami luka saat aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja.

Polisi yang terluka di foto itu adalah Kasat Sabhara Polres Batubara, AKP B Sinaga yang terkena lemparan batu massa saat demo penolakan UU Ciptaker di gedung DPRD Kabupaten Batubara, Senin (12/10/2020).

Foto AKP B Sinaga itu dimuat di situs medan.tribunnews.com di artikel berjudul “Ricuh Demo Tolak UU Cipta Kerja, Batu Melayang ke Hidung dan Kepala Kasat Sabhara Polres Batubara” pada Senin, 12 Oktober 2020. Selain itu, foto yang sama juga dimuat di situs telisik.id pada artikel berjudul “Kasat Sabhara Terluka Dilempar Batu oleh Demonstran di DPRD Batubara”

Selain itu, sejumlah media lain juga memberitakan tentang polisi yang mengalami luka saat aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja.

Dalam artikel situs Liputan6.com, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan, sebanyak 71 polisi menjadi korban saat mengamankan demo menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di beberapa daerah.

“Di Surabaya dilempar batu sampai terluka. Juga ada di Polrestabes Semarang anggota dilempar batu. Juga ada polwan dilempar batu sampai luka,” kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (12/10/2020). Argo menyampaikan, hingga saat ini tecatat ada 71 polisi terluka saat mengamankan demo. Sebagian diantaranya masih harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Dalam artikel situs regional.kompas.com, Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendy menyebutkan bahwa ada anggotanya ada yang terluka saat pengamanan demo di Pekanbaru yang berlangsung ricuh. Ia mengatakan, dua orang anggota polisi harus dioperasi karena mengalami luka cukup parah.

“Pada saat demonstrasi di Pekanbaru terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Seperti terjadi perusakan dan pelemparan. Dari kejadian ini, 11 orang anggota kita terluka,” ujar Agung.

Situs megapolitan.kompas.com menyebutkan, sejumlah polisi terluka dalam unjuk rasa para buruh dan mahasiswa menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja yang berujung rusuh di Jakarta dan sekitarnya, Kamis (8/9/2020) kemarin. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, setidaknya ada 23 personel Polri yang cedera saat mengamankan aksi ujuk rasa itu.

[SALAH] "mana mau media memberita kan polisi yang terluka, mereka beritakan kalo ada perusuh yg terluka"

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here