[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19

11

[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19

Communication Manager, PT Riau
Andalan Pulp and Paper
(RAPP), Budhi Firmansyah melalui keterangan resminya menyatakan bahwa orang yang
terpapar COVID-19 di Kabupaten Pelalawan bukanlah mantan manajer di perusahan
tersebut.

=====

Kategori: Misleading Content/Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Facebook

[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19

Archive:

https://archive.fo/fFCrX

=====

Narasi:

“mohon
izin share..

moga
bermanfaat..

bisa
di ambil hikmah..

khususnyo
para pejabat.

RAPP
gempar sekarang..

JT
mantan manager di RAPP dan istrinya BRT pergi Jakarta nengok Pendeta yg sakit
sekalian anak anaknya… Pendetanya sakit dan meninggal karena COVID 19.

17
Maret, RAPP lockdown, semua karyawan DILARANG PERGI KE PEKANBARU.

Tanggal
22 Maret, JT dan Istri dan anak anaknya ke Riau, dan tinggal di perumahan Graha
Akasia, sempat ke RAPP komplek, sempat kebaktian di gereja GPDI yg banyak
umatnya orang RAPP.

25
maret sakit, dan di rawat di Evarina, pas di tanya dokter “Apakah dari
perjalanan jauh” dijawab ” tidak “. Maka di rawat seperti pasien
lainnya. Istri JT makin parah dan di rujuk ke Santa Maria… Di test COVID
19..baru keluar tgl 02 april, dan JT di test Positif Covid tgl 3 April.

Tracking
ODP

1.
Perawat dan dokter Evarina ODP 36 an orang di Isolasi 14 hari

2.
Adik ipar JT yg karyawan RAPP isolasi 14 hari

3.
Dua pejabat RAPP yg mengunjungi di RS Efarina saat ini di isolasi ..14 hari

4.
Semua warga Perumahan Graha Akasia di Isolasi dan gak boleh pergi kemana mana
di jaga TENTARA DAN POLISI selama 14 Hari.

5.
Umat di jemaat Gereja nya

6.
Lainnya masih proses tracking….bandara, rumah makan, toko kemana ia belanja,
dll.. blm tertracking…

Semua
menyayangkan KETIDAK JUJURAN bahwa baru pulang dari Jakarta… Dan habis dari
jakarta malah kluyuran kemana mana

Protokoler
nya..habis pulang dari luar daerah harus isolasi mandiri selama 14 hari..

Warga
batak jadi benci sekali akan ketidak jujuran ini dan merepotkan RIAU, RAPP,
Pelalawan, Evarina, santa maria, perumahan dll.”

=====

Penjelasan:

Akun atas nama Tengku Syarif Ahmad menyebarkan informasi yang
menyebutkan mantan manajer RAPP terpapar virus Corona atau wabah COVID-19. Dalam
postingan tersebut dikatakan pula orang tersebut menularkan kepada istrinya dan
RAPP melakukan lockdown.

Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut keliru
dan sudah dibantah oleh pihak manajemen PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Communication Manager, PT RAPP, Budhi Firmansyah melalui keterangan resminya menyatakan bahwa orang yang
terpapar COVID-19 di Kabupaten Pelalawan bukanlah mantan manajer di perusahan
tersebut. Berikut kutipan klarifikasi dari PT RAPP yang disampaikan oleh Budhi:

[…] 1. Sesuai dengan nama yang diumumkan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan
Covid19 Kabupaten Pekalawan bahwa Pasien COVID-19 yang terkonfirmasi positif di
Kabupaten Pelalawan beberapa hari lalu yakni RBT dan JG, bukan JT.

2.
RBT dan JG adalah pasangan suami istri yang bertempat tinggal (domisili) di
salah satu komplek perumahan umum di Pangkalan Kerinci dan JG setelah
ditelusuri

bukanlah
Mantan Manejer atau Karyawan RAPP.

3.
RBT dan JG sehari-hari berinteraksi dan kontak langsung dengan warga sekitar
rumah, dan warga masyarakat lainnya dengan berbagai latar belakang profesi dan
pekerjaan termasuk karyawan RAPP seperti layaknya warga masyarakat umum yang
hidup bersosialisasi dan bermasyarakat.

4.
Terkait status RBT dan JG sebagai pasien terkonfirmasi positif, sesuai protokol
COVID-19 yang ditetapkan, maka Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19. Kabupaten
Pelalawan telah melakukan tracking orang-orang yang pernah berinteraksi dan
kontak langsung dengan Pasien. RAPP juga telah melakukan tracing terhadap
Karyawan dan Keluarga yang pernah berinteraksi dan kontak langsung dengan
Pasien.

5.
Mengikuti protokol yang ada, perusahaan telah melakukan Rapid Test terhadap
hasil tracking yang pernah kontak langsung dengan pasien, berdasar hasil pemeriksaan
Rapid Test menyatakan semua yang diperiksa negative dari COVID-19. Namun tetap
harus menjalani karantina atau observasi selama 14 hari.

6.
Tidak benar RAPP melakukan Lock Down seperti yang disebutkan. Hingga saat ini
Perusahaan tetap beroperasi, karyawan dan kontraktor masih menjalankan
aktifitasnya.

7.
RAPP sendiri sejak Januari lalu dalam menghadapi dan waspada akan merebaknya
wabah virus corona telah membentuk Task Force dan menyusun protokol internal
dan melakukan langkah-langkah perlindungan dari COVID-19, juga menyiapkan
perlengkapan pendukung seperti thermal scanner, thermometer, APD dan yang
lainnya.

Demikianlah
penjelasan ini disampaikan untuk mengklarifikasi isu-isu yang beredar akibat
pesan berantai dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. […]

Selain
menyampaikan poin-poin klarifikasi resmi tersebu, Budhi mengimbau kepada
masyarakat untuk hati-hati dalam menyampaikan informasi. “Kami menghimbau
kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang belum
tentu kebenarannya dan bisa berdampak hukum. Terimakasih,” ujar Budhi.

Perihal
pasien COVID-19 yang ada di Kabupaten Pelalawan, setelah ditelusuri, memang
berinisial RBT dan JG, bukan JT seperti pada pesan berantai. Hal itu
disampaikan oleh Juru Bicara percepatan penangan Covid-19 Kabupaten Pelalawan H
Asril pada Sabtu 4 April 2020.

“Ya
memang benar ada tambahan satu warga Pelalawan yang terkonfirmasi Covid-19
berinisial JG. JG ini terpapar virus corona dari istrinya RBT yang terlebih
dahulu telah dinyatakan positif,” terang Asril, Sabtu (04/04/2020).

Ia
menjelaskan, JG memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta bersama istrinya, RBT,
pada 13 Maret lalu untuk mengunjungi dua orang anaknya yang kuliah di sana.
Namun setelah dua pekan berada di kediamannya (Perum Griya Akasia Pangkalan
Kerinci) tepatnya pada tanggal pada tanggal 22 Maret, istrinya RBT mengalami
keluhan sakit demam, batuk dan sesak napas. JG kemudian mendampingi RBT untuk
mendapatkan penanganan medis ke RS Efarina Pangkalankerinci.

“Jadi,
saat berada di RS Efarina, RBT didiagnosa sementara menderita penyakit tipus
atau DBD, sehingga RBT harus dirawat di RS 
tersebut. Namun karena tak kunjung sembuh, maka pada tanggal 25 Maret,
RBT meminta agar dirinya dirujuk ke RS Santa Maria. Manajemen RS Efarina
kemudian mengabulkan permintaan RBT untuk dirujuk ke Santa Maria,”
ujarnya.

Dikatakan
Kepala Dinas Kesehatan ini, saat berada di RS Santa Maria Pekanbaru, RBT
didiagnosa mengalami gejala Covid-19 sehingga langsung dirawat di ruang isolasi
dan ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan. Sedangkan JG yang telah
mendampingi RBT, langsung diperiksa karena diduga telah terpapar virus corona.

“Sehingga
JG langsung ditetapkan sebagai PDP dan dirawat di ruang isolasi RS Santa Maria.
Dan setelah beberapa hari dirawat, JG akhirnya dinyatakan terkonfirmasi
Covid-19 setelah satu hari sebelumnya RBT terlebih dahulu dinyatakan
positif,” bebernya.

Dikatakannya,
atas temuan kasus tersebut,  tim gugus
tugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap tiga  anak pasangan suami-istri positif corona yang
telah ditetapkan sebagai PDP. Mereka telah dirawat di ruang isolasi RSUD
Selasih Pangkalankerinci.

“Saat
ini kami masih menunggu hasil swab laboratoriun Kemenkes terhadap ketiga anak
pasein positif Covid-19. Hanya saja, karena mereka didiagnosa mengalami PDP
ringan, maka mereka telah diperbolehkan pulang setelah membuat pernyataan tidak
keluar rumah dan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari dengan pengawasan
ketat tim medis gugus tugas,” sebut Asril.

Berdasarkan
penjelasan tersebut, maka postingan yang tersebar di media sosial tersebut keliru.
Oleh sebab itu, konten postingan itu masuk ke dalam kategori Misleading
Content
atau Konten yang Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1153740934958440/

https://www.goriau.com/berita/baca/pasien-positif-covid19-di-pelalawan-bukan-mantan-karyawan-pt-rapp.html

https://www.riaumandiri.id/read/detail/83159/rapp-bantah-hoaks-soal-karyawannya-positif-covid19

https://monitorriau.com/news/detail/15343/pt-rapp-bantah-berita-hoax-soal-karyawannya-positif-covid19

https://riau.haluan.co/2020/04/05/gempar-pasutri-positif-corona-disebut-bos-rapp-ini-bantahan-perusahaan/

https://riaupos.jawapos.com/pelalawan/04/04/2020/228595/di-pelalawan-setelah-istri-kini-suami-positif-corona.html

[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19
[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19
[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19
[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19
[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19
[SALAH] Mantan Manajer RAPP dan Istri Terpapar COVID-19

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here