[SALAH] “Media mainstream mana mau publish berita ttg aksi penolakan ruu omnibus law”

36

[SALAH] "Media mainstream mana mau publish berita ttg aksi penolakan ruu omnibus law"

Foto yang dibagikan berasal dari CNBC Indonesia, salah satu media massa online yang terafiliasi dengan CNBC Internasional. Selain itu, sejumlah media arus utama memberitakan aksi tolak RUU Omnibus Law di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2020.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
============================================

Iklan Layanan Masyarakat

Akun Dody Saputra (fb.com/dody.saputra.184) membagikan postingan dari akun Bee (archive.md//OTfNz) dengan narasi sebagai berikut:

“Media mainstream mana mau publish berita ini, krn klu ruu omnibus law disahkan mereka akan punya kekebalan untuk semena2 ke karyawannya. nah, mkn juga karyawannya dilarang buat liput berita ttg aksi penolakan ruu omnibus law ini.”

[SALAH] "Media mainstream mana mau publish berita ttg aksi penolakan ruu omnibus law"

Sumber : https://archive.vn/2iCzB (Arsip)

============================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa media mainstream tidak mau memberitakan aksi tolak RUU Omnibus Law di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2020 adalah klaim yang salah.

Faktanya, foto yang dibagikan berasal dari CNBC Indonesia, salah satu media massa online yang terafiliasi dengan CNBC Internasional. Selain itu, sejumlah media arus utama memberitakan aksi tolak RUU Omnibus Law di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2020.

Tiga foto yang diunggah oleh akun Bee tersebut dimuat di artikel berjudul “Lautan Massa Buruh Tolak Omnibus Law Kepung DPR” yang dimuat di situs CNBC Indonesia pada 25 August 2020.

Dikutip dari Medcom.id, Medcom.id memuat artikel berjudul “KSPI ‘Ancam’ DPR Terkait RUU Ciptaker”. Di dalam artikel itu disebutkan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam DPR bila nekad mengesahkan RUU Omnibus Law tersebut.

Pula di sejumlah media arus utama lainnya. Jika menggunakan kata kunci “unjuk rasa omnibus law” di mesin pencari Google, maka akan terlihat pemberitaan terkait unjuk rasa tersebut dari sejumlah media arus utama.

[SALAH] "Media mainstream mana mau publish berita ttg aksi penolakan ruu omnibus law"
[SALAH] "Media mainstream mana mau publish berita ttg aksi penolakan ruu omnibus law"
[SALAH] "Media mainstream mana mau publish berita ttg aksi penolakan ruu omnibus law"
[SALAH] "Media mainstream mana mau publish berita ttg aksi penolakan ruu omnibus law"

REFERENSI
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/8N00QeEN-media-mainstream-ogah-muat-artikel-unjuk-rasa-penolakan-ruu-omnibus-law
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200825111550-7-181784/lautan-massa-buruh-tolak-omnibus-law-kepung-dpr
https://www.cnbcindonesia.com/tentang-kami
https://www.google.com/search?q=unjuk+rasa+omnibus+law&rlz=1C1NDCM_idID874ID874&oq=unjuk+rasa+omnibus+law&aqs=chrome..69i57j0j69i60.6942j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF-8


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here