[SALAH] “Menurut laporan WHO, Corona Virus adalah yang paling banyak bertahan di lapisan kubis”

14

[SALAH] “Menurut laporan WHO, Corona Virus adalah yang paling banyak bertahan di lapisan kubis”



 

Informasi tersebut menyesatkan. Mengutip dari who.int, sejauh ini tidak ditemukan informasi atau pernyataan resmi dari WHO terkait lapisan kubis jadi tempat bertahan paling lama virus corona. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang berpusat di Amerika Serikat juga sempat mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya bukti yang mendukung bahwa penuluran Covid-19 terjadi melalui makanan.

 

Selengkapnya terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
MISLEADING CONTENT

===

SUMBER:
MEDIA SOSIAL FACEBOOK

===

NARASI:

Kubis

Jangan makan jika memungkinkan

Ok

kamu dengar Menurut laporan WHO, Corona Virus
adalah yang paling banyak bertahan di lapisan kubis.

Di mana pun virus ini tinggal selama 9-12 jam
di tempat lain, di kubis virus ini tetap lebih dari 30 jam.

Semua orang kota diminta untuk menjaga jarak
dari kubis. Dikeluarkan untuk kepentingan umum Pemerintah Rajasthan

===

PENJELASAN:
Melalui media sosial Facebook, beredar sebuah narasi berbahasa Hindi yang apabila
diterjemahkan dengan bahasa Indonesia, narasi tersebut mengklaim bahwa World Health
Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia menyatakan jika virus
corona atau Covid-19 dapat bertahan paling lama di lapisan kubis. Lebih lanjut
narasi tersebut menuturkan jika biasanya Covid-19 bertahan selama 12 jam di tempat
lain, maka lain halnya dengan di kubis yang bisa bertahan selama 30 jam.

Melansir
dari situs resmi milik WHO who.int, tidak ditemukan adanya informasi terkait
dengan Covid-19 yang berhubungan dengan kubis. Coba melakukan pencarian di
kolom pencarian pada who.int dengan kata kunci “cabbage”, penemuan yang
dihasilkan tertuju kepada artikel WHO berjudul “WHO issues new guidance on
dietary salt and potassium” atau “WHO mengeluarkan panduan baru tentang diet
garam dan kalium” yang terbit pada 31 Januari 2013.

Selain
itu, melansir dari Pusat Pengendalian dan
Pencegahan Penyakit (CDC) yang berpusat di Amerika Serikat cdc.gov, dijelaskan bahwa
hingga saat ini belum ada bukti kuat yang mendukung penularan Covid-19 berasal
dari makanan. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk rajin mencuci tangan
dan menyiapkan makanan dengan kebersihan yang baik.

Informasi perihal WHO menyatakan bahwa lapisan kubis menjadi
tempat bertahan paling lama virus corona adalah tidak berdasar dan menyesatkan.
Sejauh ini WHO tidak pernah memberikan pernyataan serupa. Narasi tersebut masuk
ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.

===

REFERENSI:

https://www.who.int/

https://www.who.int/news-room/detail/31-01-2013-who-issues-new-guidance-on-dietary-salt-and-potassium

https://factcheck.afp.com/who-did-not-warn-against-eating-cabbage-during-covid-19-pandemic

https://www.who.int/whr/2002/chapter4/en/index10.html

https://www.cdc.gov/foodsafety/newsletter/food-safety-and-Coronavirus.html


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here