[SALAH] Narasi Pesan Himbauan Pencegahan Virus Corona Mengatasnamakan UNICEF

30

[SALAH] Narasi Pesan Himbauan Pencegahan Virus Corona Mengatasnamakan UNICEF

Sebuah akun
Facebook membagikan informasi berupa himbauan terkait dengan pencegahan virus
corona dengan klaim berasal dari Unicef. Himbauan tersebut telah mendapat
banyak respon dari para pengguna Facebook lainnya. Namun setelah dilakukan
penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan terkait dengan himbauan serupa yang berasal
baik dari media sosial ataupun website resmi milik UNICEF.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
MISLEADING CONTENT

===

SUMBER: MEDIA
SOSIAL FACEBOOK

===

NARASI:

 *INFORMASI
PENTING*

1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini
400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh
kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.

2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada
benda, sehingga penularannya tidak melalui udara.

3.
Apabila menempel di permukaan logam, virus corona dapat hidup selama 12 jam.
Mencuci tangan dengan sabun dan air sudah cukup.

4. Apabila menempel di kain, virus corona dapat
hidup selama 9 jam, sehingg mencuci pakaian atau menjemurnya di bawah sinar
matahari selama 2 jam sudah cukup untuk membunuhnya.

5. Apabila menempel di tangan, virus corona dapat
hidup selama 10 menit, sehingga menyediakan _*sterilizer*_ berbahan dasar
alkohol cukup untuk berjaga-jaga.

6. Apabila berada di udara bersuhu 26-27 °C, virus corona
akan mati sehinga tidak hidup di daerah panas . Di samping itu, minum air panas
dan berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup sebagai pencegahan.
Menghindari makanan dan minuman dingin termasuk ice cream
sangat penting.

7. Berkumur sampai dalam dengan air hangat dan garam akan
membunuh virus corona di sekitar anak tekak (telak – Jw.) dan mencegahnya masuk
kedalam paru-paru.

Dengan mengikuti petunjuk ini cukup untuk mencegah virus
corona.

*UNICEF*

Mohon sebarkan informasi ini untuk mencegah timbulnya
ketakutan yang tidak perlu.

===

PENJELASAN: Beredar
informasi berupa himbauan terkait dengan pencegahan virus corona dengan klaim
himbauan tersebut berasal dari UNICEF. Informasi tersebut diunggah oleh akun
Facebook @NurwantiListyaDewi pada 7 Maret 2020. Hingga saat ini, unggahan milik
@NurwantiListyaDewi telah dibagikan sebanyak enam ribu kali oleh pengguna
Facebook lainnya.

Meski belum
mengetahui kebenaran perihal unggahan milik @NurwantiListyaDewi, banyak warganet
mempercayai akan himbauan tersebut dan berterimakasih kepada akun
@NurwantiListyaDewi atas informasi yang diunggahnya. Namun setelah dilakukan
penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan himbauan serupa yang diunggah oleh UNICEF.

Melansir dari
liputan6.com, tidak ditemukan narasi atau himbauan serupa yang diterbitkan oleh
UNICEF. Tim Mafindo yang melakukan pencarian serupa dengan liputan6.com, yakni
menggunakan situs pencarian google dengan memasukan kata kunci “Message on
Coronavirus from Unicef”. Terdapat beberapa artikel yang membantah akan himbauan
tersebut.

Salah satu artikel
yang memuat bantahan perihal himbauan tersebut adalah situs thequint.com dengan
artikel berjudul “Message On Coronavirus (COVID-19) Neither From UNICEF Nor
Accurate”. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa UNICEF tidak mengeluarkan
himbauan sepertihalnya yang diunggah oleh akun Facebook @NurwantiListyaDewi.

Informasi yang
diunggah oleh akun @NurwantiListyaDewi terkait dengan himbauan pencegahan
terhadap virus corona tersebut adalah tidak sesuai dengan fakta. Pasalnya tidak
ditemukan unggahan serupa yang berasal dari media sosial atau bahkan website
resmi milik UNICEF. Unggahan milik @NurwantiListyaDewi mengarah kepada konten
yang menyesatkan atau disebut dengan misleading content.

===

REFERENSI:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4197676/cek-fakta-hoaks-unicef-kirim-pesan-berantai-berisi-pencegahan-virus-corona

https://www.thequint.com/news/webqoof/coronavirus-covid19-fake-news-attributed-to-unicef-fact-check

https://www.unicef.org/innovation/stories/UReportCoronavirusIndonesia




Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here