[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat

61

[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat

Hasil Periksa Fakta Helmi Fadillah Dwi Putra (Anggota Komisariat MAFINDO IISIP)

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr
Daeng M Faqih menyatakan bahwa hal tersebut belum terbukti benar dan belum ada
penelitian ilmiahnya.

Iklan Layanan Masyarakat

==

KATEGORI: Misleading Content

==

SUMBER: Whatsapp

[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat

==

NARASI:

“KABAR GEMBIRA

Berita super Obat untuk virus C19 ditemukan ⬇

Informasi dari Negara Arab Palestina
menyatakan bahwaVirus tidak menyebabkan kematian, Insya Allah.

Hanya dengan Resep sederhana. 1. Lemon/Jeruk
Nipis 🍈2. Teh ☕Minumlah teh panas setelah dicampur perasan
lemon (sebaiknya dengan kulitnya) dan jangan pakai gula: #Dapat segera mencegah
dan membunuh virus #Dapat menghilangkan virus dari tubuh [🦠]

Dua bahan ini membuat sistem kekebalan tubuh
menjadi bersifat basa, karena ketika malam tiba,sistem tubuh menjadi bersifat
asam, kemampuan defensif juga akan berkurang.

Itu sebabnya orang Arab dan Palestina santai
saja dengan virus itu, di Palestina, semua orang minum segelas air panas dengan
campuran lemon di malam hari karena telah terbukti membunuh virus.Subhanallah.
Bagikan dengan keluarga dan teman, dengan cara ini kita mudah²an tidak akan
terinfeksi virus.”

==

PENJELASAN:

Beredar pesan berantai dari Whatsapp dengan
menarasikan bahwa obat penagkal virus corona ditemukan di Negara Palestina dan
Arab Saudi. Dalam narasinya obat tersebut dengan berbahan dasar jeruk nipis dan
teh panas perasan lemon, dengan menggunakan bahan-bahan yang bisa menambah
sistem kekebalan tubuh.

Setelah ditelusuri dengan mesin pencari kata
kuci manfaat lemon dan jeruk nipis, ditemukan beberapa artikel soal manfaat
lemon dan jeruk nipis, salah satunya pemberitaan dari liputan6 dengan judul “
Guru Besar IPB Sebut Buah Jeruk Ampuh Lawan Corona Covid-19.”

Dalam narasinya Senyawa golongan flavonoid
yaitu salah satunya hesperidin. Hesperidin ini disinyalir bisa memberikan
perlindungan terhadap mikroba dan virus, menurut Guru Besar Universitas IPB
yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Irmanida Batubara, dan
statement Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah,
kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk
lainnya, risetnya bersama peneliti lainnya. Tambahnya

Penelusuran berikutnya dengan kata kumci lemon
panas, ditemukan artikel dari turnbackhoax dengan judul “[SALAH] Profesor Chen
Horin mengatakan Lemon panas dapat membunuh sel kanker.”

Dalam narasinya WHO menyatakan tidak ada bukti
bahwa obat saat ini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit. WHO tidak
merekomendasikan pengobatan sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik,
sebagai pencegahan atau penyembuhan untuk COVID-19. Selain itu, klaim bahwa
lemon panas dapat membunuh sel kanker adalah klaim yang tidak didukung oleh
bukti medis yang kredibel.

Penelusuran berikutnya ditemukan kembali dari
artikel turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] “Untuk mengalahkan virus korona
adalah mengambil lebih banyak makanan alkali yang berada di atas tingkat pH
virus.”

Dalam narasinya  konsumsi makanan alkali seperti jeruk dengan
pH yang lebih tinggi tidak bisa membunuh COVID-19. Klaim ini mengutip
penelitian yang terbit pada 1991, jauh sebelum COVID-19 muncul pada Desember
2019.

Penelusuran berikutnya dengan mesin pencari
mengenai benarkah ramuan tersebut dari palestina, ditemukan artikel dari
factcheck luar negeri dengan judul “Lemon Juice Tea Does Not Cure COVID-19 in
Israel, or Anywhere Else.”

Dalam narasinya klaim bahwa campuran teh
lemon, dan sodium bicarbonate bisa menyembuhkan COVID-19 dan mencegah kematian
akibat wabah tersebut di Israel adalah salah. Dan tidak ditemukan hasil
penelitiannya.

Penelusuran terakhir, dikutip dari pemberitaan
liputan6 dengan judul ” Cek Fakta: Hoaks Resep Lemon dan Teh Panas untuk
Sembuhkan COVID-19 dari Palestina.”

Dalam narasinya. Ketua Umum Ikatan Dokter
Indonesia (IDI), dr Daeng M Faqih. Ia menyatakan bahwa hal tersebut belum
terbukti benar dan belum ada penelitian ilmiahnya.

Jadi hasil penelusuran mengenai ramuan obat
virus corona dengan teh hangat dan jeruk nipis yang beredar di Whatsapp,
merupakan tidak benar dan belum teruji secara ilmiah, dan narasi obat tersebut
dari palestina juga sesat. Maka informasi tersebut dinyatakan Misleading
Content atau Konten yang menyesatkan.

==

REFERENSI:

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-tidak-benar-resep-lemon-dan-teh-panas-bisa-sembuhkan-corona-dari-palestina.html

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4224447/cek-fakta-hoaks-resep-lemon-dan-teh-panas-untuk-sembuhkan-covid-19-dari-palestina

https://www.dream.co.id/fresh/resep-asal-palestina-lemon-dan-teh-panas-bisa-sembuhkan-covid-19-cek-faktanya-200411l.html

[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat
[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat
[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat
[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat
[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat
[SALAH] Obat Virus Corona Ditemukan Hanya Berbahan Lemon dan Teh Hangat

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here