[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”

6

[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”

Pesan
berantai memelintir konteks berita dari cnnindonesia.com yang tautannya ikut
disertakan. Pemberitaan cnnindonesia.com yang berjudul “Warga AS Tewas Usai
Minum Cairan Mengandung Chloroquine” tidak membahas obat chloroquine membuat
seorang pria di Amerika Serikat meninggal dunia namun pria itu meninggal
lantaran menenggak cairan pembersih akuarium yang di dalamnya terdapat
kandungan chloroquine.

=====

Kategori:
False Context/Konten yang Salah

=====

Sumber: Whatsapp

[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”

=====

Narasi:

“OBAT
YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN
‼‼‼

SURUH
JOKOWI AJA YG MINUM OBAT TERSEBUT

Akibat
tenggak obat Chloroquine..

Warga
AS semaput langsung masuk kamar Mayat..

Mati..

Mati
sia-sia akibat Chloroquine..

Obat
ini di beli jokowi dalam jumlah banyak..

Warga
AS Tewas usai tenggak Chloroquine untuk cegah Corona

https://t.co/UBYF6R1Iy4”

=====

Penjelasan:

Beredar
pesan berantai di Whatsapp yang menyebutkan bahwa obat chloroquine yang dipesan
Presiden Joko Widodo untuk melawan virus Corona atau COVID-19 membuat seorang
warga di Amerika Serikat meninggal dunia. Dalam pesan berantai tersebut
disertai tautan yang mengarah ke pemberitaan cnnindonesia.com berjudul “Warga
AS Tewas Usai Minum Cairan Mengandung Chloroquine.”

Setelah
ditelusuri, narasi pesan berantai dengan konten artikel berita yang dibagikan tidak
berkaitan sama sekali. Sebab, dalam pemberitaan yang tayang pada tanggal 24
Maret 2020 memberitakan peristiwa meninggalnya seorang pria di Amerika Serikat
setelah menenggak cairan pembersih akuarium dengan kandungan chloroquine.

Menurut
kesaksian istrinya, pria tersebut menenggak cairan pembersih akuarium setelah Presiden
Amerika Serikat (AS) melakukan konferensi pers menyatakan chloroquine dapat
menangani virus Corona. Terkait kejadian tersebut, sistem manajemen rumah sakit
Banner Health yang berbasis di Arizona dalam laporannya menyatakan supaya para
penduduk tidak sembarang mengkonsumsi atau melakukan pengobatan sendiri meski
dengan tujuan mencegah infeksi virus.

“Terkait
dengan informasi yang simpang siur terkait Covid-19, kami memahami sebagian
masyarakat mencoba mencari jalan untuk mencegah terinfeksi virus. Namun,
mengobati diri sendiri bukan cara yang tepat,” kata Direktur Pusat
Informasi Obat-obatan dan Zat Beracun Banner Health, dr. Daniel Brooks.

Dari
penjelasan itu jelas bahwa pria itu bukan meninggal lantaran meminum obat
chloroquine, melainkan cairan pembersih akuarium yang di dalamnya terdapat
kandungan chloroquine. Perlu diketahui, selain dijadikan obat, chloroquine juga
kerap digunakan sebagai salah satu bagian untuk membuat cairan pembersih.

Hal
itu tentunya berbeda dengan obat chloroquine yang dipesan oleh Presiden Joko
Widodo. Obat tersebut merupakan obat untuk menangani penyakit malaria. Adapun,
untuk mengonsumsinya tidak boleh sembarangan, harus disertai resep dokter.

Jubir
pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto menegaskan,
chloroquine merupakan obat yang keras dan penggunaannya harus berdasarkan resep
dokter. Karena itu, masyarakat diimbau tak sembarangan mengkonsumsi obat itu
untuk mencegah virus Corona (COVID-19).

“Chloroquine
adalah obat keras. Karena itu, penggunaannya sudah barang tentu harus dengan
resep dokter dan dalam pengawasan dokter untuk pengawasan dokter di RS. Tidak
untuk diminum sendiri di rumah,” ujarnya.

Yuri
menjelaskan, penggunaan chloroquine dalam penanganan COVID-19 adalah untuk
layanan perawatan. Obat itu, kata dia, bukan digunakan sebagai profilaksis atau
pencegahan.

“Penggunaan
obat-obatan yang kita terapkan adalah dalam konteks untuk layanan rawatan.
Sekali lagi bukan untuk layanan profilaksis,” ujarnya.

Berdasarkan
penjelasan tersebut, klaim pada narasi pesan berantai tidak benar. Oleh sebab
itu, konten narasi dalam pesan berantai tersebut masuk ke dalam kategori False
Context
atau Konten yang Salah.

=====

Referensi:

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1143754452623755/

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200324103101-134-486343/warga-as-tewas-usai-minum-cairan-mengandung-chloroquine?

https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8633/chloroquine-oral/details

https://www.politifact.com/factchecks/2020/mar/24/blog-posting/drinking-chloroquine-fish-tank-cleaner-wont-stop-c/

https://edition.cnn.com/2020/03/23/health/chloroquine-hydroxycholoroquine-drugs-explained/index.html

https://www.newsweek.com/health-officials-warn-against-self-medicating-chloroquine-coronavirus-after-man-dies-taking-fish-1493874

https://news.detik.com/berita/d-4950146/pemerintah-chloroquine-obat-keras-penggunaannya-berdasar-resep-dokter

[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”
[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”
[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”
[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”
[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”
[SALAH] “OBAT YANG DIBELI JOKOWI DARI CINA KOMUNIS , SANGAT BERBAHAYA DAN BERAKIBAT KEMATIAN”

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here