[SALAH] Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

27

[SALAH] Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

Orang bergolongan
darah o lebih rentan terinfeksi virus Corona atau COVID-19 merupakan klaim yang
tidak benar. Adapun, orang yang rentan terinfeksi COVID-19 ialah orang yang kelompok
kontak dekat (closed contact), kelompok orang yang masuk kontak sosial,
dan kontak area dilihat dari orang-orang yang berada pada satu wilayah yang
terkonfirmasi COVID-19. Selain itu, diketahui pula pengidap diabetes dan berpenyakit
jantung rentan terhadap COVID-19. Namun, tidak ada informasi yang menyebutkan
golongan darah tertentu rentan terhadap COVID-19.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori: Fabricated
Content/
Konten Palsu

=====

Sumber: Facebook dan Laman Daring

[SALAH] Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona
[SALAH] Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

Archive:

https://web.archive.org/web/20200305022334/https://www.facebook.com/korankita/posts/orang-yang-bergolongan-darah-o-lebih-rentan-terinfeksi-virus-corona-ini-penjelas/2846648862024247/

https://web.archive.org/web/20200305023444/http://www.selebku.com/2020/02/orang-yang-bergolongan-darah-o-lebih.html

=====

Narasi:

1. “Orang yang
Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona, Ini Penjelasannya”

2. “Orang yang
Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona, Ini Penjelasannya

Oráng memìlìkì golongán
dáráh O terbìláng lebìh járáng átáu lebìh sedìkìt dìbándìngkán dengán oráng
yáng memìlìkì golongán dáráh seláìn O. Berbìcárá golongán dáráh memáng sesuátu
hál yáng menárìk. Pásálnyá, ádá beberápá hál sejáuh ìnì yáng teláh dìketáhuì
tentáng kárákterìstìk golongán dáráh ìnì.

Pengetáhuán yáng berkáìtán dengán golongán dáráh, sángát pentìng untuk dìketáhuì oleh semuá oráng. Náh ágár memperjelás, dìsìnì kámì memberìkán ìnformásì terkáìt tìpe golongán dáráh O. Dìlánsìr dárì brìghtsìde, berìkut ìnì penjelásánnyá. […] (selengkapnya di bagian CATATAN setelah REFERENSI)

=====

Penjelasan:

Beredar informasi
yang menyebutkan orang dengan golongan darah O lebih rentan terinfeksi virus
Corona. Dalam artikel pada laman selebku[dot]com disebutkan ada lima poin alasannya.

Melalui hasil
penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Dekan Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH.,
MMB membantah kabar tersebut. Dia menyebut bahwa kabar orang dengan golongan
darah O rentan terjangkit virus corona adalah hoaks. “Itu hoaks,”
kata dr. Ari Fahrial Syam.

Adapun, menurut
penjelasan pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, kelompok
orang yang paling rentan tertular virus corona (COVID-19) masuk dalam tiga
kategori. Berikut penjelasan Syahrizal:

[…] Pertama,
kelompok orang yang kontak dekat (closed contact). Menurut pakar
Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, yang termasuk kontak
dekat adalah orang yang tinggal berpasangan atau satu rumah.

Closed
contact
itu orang yang tinggalnya pasangan, pasangan dari kasus (COVID-19)
yang konfirmasi. Atau orang yang tinggal satu rumah dengan yang suspek atau
punya gejala COVID-19,” jelas Syahrizal saat konferensi pers di Gedung
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Komplek Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Tenaga medis yang
menangani pasien suspek dan positif COVID-19 juga termasuk kontak dekat. Mereka
langsung bersentuhan dengan pasien.

“Untuk tenaga
medis itu kontak erat. Mereka kan berkali-kali memeriksa pasien. Mengukur
tensi, suhu tubuh, dan sebagainya. Ada kontak bersentuhan,” lanjut
Syahrizal.

Kedua, kelompok
orang yang masuk kontak sosial. Kontak sosial artinya, orang-orang yang berada
dalam satu kelompok sosial. Seperti halnya kasus dua pasien asal Depok, Jawa
Barat yang positif virus corona.

“Orang-orang
yang berada pada satu klub dansa tersebut harusnya diperiksa dan dipantau juga.
Perlu ditelusuri, apakah orang-orang di klub dansa mengalami gejala COVID-19
yang mirip flu, demam dan sesak napas,” Syahrizal menerangkan.

Syahrizal pun
mencontohkan, kasus orang yang terinfeksi COVID-19 di Korea Selatan. 

“Satu orang
yang terinfeksi corona, lantas bisa menularkan pada seluruh anggota di
komunitas gereja. Kontak sosial juga bisa dari anggota pengajian,”
terangnya.

Ketiga, kontak
area dilihat dari orang-orang yang berada pada satu wilayah yang terkonfirmasi
COVID-19. Misalnya, area yang konfirmasi Kelurahan Sukmajaya. Di sana, akan
ditelusuri siapa saja yang berada pada wilayah tersebut, dari satpam sampai
penjual makanan atau minuman.

“Di wilayah
itu, ada tukang sayur dan security. Saya kira bisa ditelusuri, apalagi ada
penjaga malam. Yang kasus pasien asal Depok, kalau tidak salah saya baca, ada
tetangga yang jenguk sewaktu dia (yang bersangkutan) sakit,” lanjut
Syahrizal. […]

Berdasarkan penjelasan
tersebut maka orang yang rentan tertular Covid-19 baru ada tiga kategori. Ketiga
kategori itu ialah kelompok orang yang kontak dekat (closed
contact
), kelompok orang yang masuk kontak sosial, dan kontak area dilihat
dari orang-orang yang berada pada satu wilayah yang terkonfirmasi COVID-19
.
Dari ketiga kategori yang sudah dikemukakan itu tidak ada yang
menyangkutpautkannya dengan golongan darah tertentu rentan terinfeksi COVID-19.

Selain tiga
kategori itu, dilansir dari theguardian.com, orang dengan pengidap diabetes dan
penyakit jantung juga rentan terinfeksi COVID-19. Berikut kutipan pemberitaan
yang sudah diterjemahkan:

[…] Penderita
diabetes atau penyakit jantung diketahui lebih berisiko terkena coronavirus,
yang mulai menyebar dengan cepat di Inggris dan internasional. Itu adalah
keprihatinan bagi 7,4 juta warga Inggris yang memiliki beberapa bentuk penyakit
jantung atau peredaran darah, yang mencakup 4,8 juta orang dengan diabetes.

Faktor risiko yang
umum adalah paru-paru, karena dengan kedua jenis pasien itu adalah organ yang
cenderung rusak oleh coronavirus. Kesehatan mendasar mereka yang buruk berarti
mereka berada dalam bahaya yang lebih besar menderita kerusakan medis serius
dari Covid-19 daripada orang-orang dengan kesehatan yang baik.

Jon Cohen,
profesor emeritus penyakit menular di sekolah kedokteran Brighton dan Sussex,
mengatakan: “Virus corona menyebabkan infeksi paru-paru – pneumonia. Ketika paru-paru
mendapat infeksi – segala jenis pneumonia, bukan hanya coronavirus – udara
mengisi dengan cairan yang disebabkan oleh peradangan. Jadi tubuh harus bekerja
lebih keras untuk mendapatkan oksigen ke dalam darah.

“Jantung dan
paru-paru bekerja sebagai ‘tim’ yang terintegrasi erat, jadi ketika ada
pneumonia, jantung harus bekerja lebih keras, dan jelas jika ada penyakit
jantung yang sudah ada sebelumnya yang membuat tekanan ekstra pada
jantung.”

Laporan awal dari
wabah yang dimulai di China menyarankan 40% orang yang cukup sakit untuk
dirawat di rumah sakit karena coronavirus memiliki penyakit kardiovaskular atau
penyakit serebrovaskular – yang mempengaruhi aliran darah di otak mereka –
seperti stroke.

“Statistik
itu tidak berarti orang dengan penyakit jantung lebih mungkin untuk tertular
virus corona,” kata Orly Vardeny, seorang profesor kedokteran di Sistem
Perawatan Kesehatan Minneapolis VA dan University of Minnesota. “Itu hanya
berarti bahwa orang-orang itu lebih cenderung mengalami komplikasi begitu
mereka mendapatkannya.”

Orang-orang yang
memiliki penumpukan lemak atau plak di arteri mereka dapat berisiko mengalami
serangan jantung karena penyakit virus yang mirip dengan Covid-19 dapat
mengacaukan plak-plak ini, yang kemudian dapat memblokir arteri yang menuju ke
jantung, menurut Vardeny.

Penderita
diabetes, dengan tipe 1 atau tipe 2, beresiko menderita Covid-19 karena alasan
yang sama.

“Pasien dengan
diabetes sering mengalami komplikasi yang melibatkan jantung, tetapi juga
ginjal, dan dengan cara yang sama ketegangan tambahan pada tubuh dari infeksi
dapat menyebabkan masalah sekunder pada organ-organ tersebut. Selain itu, kita
tahu bahwa sistem kekebalan tubuh penderita diabetes tidak sebagus melawan
infeksi seperti non-penderita diabetes, ”tambah Cohen.

“Coronavirus dapat
menyebabkan gejala dan komplikasi yang lebih parah pada diabetisi. Jika Anda
menderita diabetes dan memiliki gejala seperti batuk, suhu tinggi, dan napas
pendek, Anda perlu memantau gula darah dengan cermat dan menghubungi NHS 111,
”kata Dan Howarth, kepala perawatan di Diabetes UK. […]

Berdasarkan penjelasan
tersebut, maka klaim bahwa orang dengan golongan darah O rentan terinfeksi COVID-19
tidak benar. Berdasarkan hal tersebut, maka konten informasi yang menyatakan
orang dengan golongan darah O rentan terinfeksi COVID-19 masuk ke dalam
kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.

=====

Referensi:

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1127605977571936/

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4193810/cek-fakta-hoaks-golongan-darah-o-rentan-terjangkit-virus-corona

https://www.liputan6.com/health/read/4192859/kelompok-orang-yang-paling-rentan-tertular-covid-19

https://www.theguardian.com/world/2020/mar/04/why-are-some-people-at-greater-risk-from-coronavirus

=====

Catatan:

(lanjutan narasi) […] 1) Golongán dáráh O bìsá menjádì donor unìversál

Dálám hál ìnì
seseoráng yáng memìlìkì golongán dáráh O dápát membántu pásìen yáng mengálámì
másáláh kekurángán dáráh. Sebáb ìá dápát dì tránsfusì ke subkelompok RH O+, A+,
B+ dán AB+.

2) Tìdák bìsá
menerìmá donor seláìn dárì golongán dáráh O

Berbedá dengán
kelebìhánnyá yáng bìsá menjádì donor unìversál. Golongán dáráh O tìdák bìsá
menerìmá donor dáráh beberápá golongán dáráh láìnnyá.

3) Resìko
kesehátán

Golongán dáráh O
dìketáhuì sángát rentán sekálì terkená vìrus dán bákterì. Menurut beberápá
penelìtìán golongán dáráh O memìlìkì ìnsìden ulkus duodenum 35% lebìh tìnggì
dárìpádá golongán dáráh A, B dán AB.

4) Másáláh
keprìbádìán

Berbìcárá tentáng
hál ìnì golongán dáráh O dìkenál sebágáì prìbádì yáng semángát, dermáwán, mudáh
bergául dán cukup bágus dárì sìsì fìnánsìál. Dálám hál percìntáán pun yáng
memìlìkì dáráh O dìketáhuì sángát cocok dengán seseoráng yáng memìlìkì golongán
dáráh A.

5) Mánfáát
kesehátán

Meskì rentán
terkená vìrus dán bákterì. Námun golongán dáráh O jugá memìlìkì keunggulán lho.
Dìmáná ìá sángát rendáh untuk terkená kánker pánkreás.

Nág, ìtuláh
beberápá hál yáng wájìb kámu ketáhuì tentáng golongán dáráh O. Oráng yáng
bergolongán dáráh O rentán terhádáp serángán vìrus, termásuk vìrus coroná yáng
sedáng márák penyebáránnyá.

Oleh kárená ìtu, bágì ándá yáng bergolongán dáráh O, hárus benár-benár menjágá kesehátán tubuh. Semogá bermánfáát.”

[SALAH] Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona
[SALAH] Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona
[SALAH] Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here