[SALAH] Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit Manaf Kota Jambi

16

[SALAH] Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit Manaf Kota Jambi

Hasil
Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas
Pancasila)

Faktanya
klaim tersebut salah, karena menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan
Covid-19, Abu Bakar, pasien tersebut tidak termasuk pasien Covid-19 dan
meninggal bukan karena Covid-19.

Iklan Layanan Masyarakat

=====

Kategori:
False Context

=====

Sumber: Whatsapp

[SALAH] Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit Manaf Kota Jambi

=====

Narasi:


Ada pasien covid 19 di rs manap meninggal.. skrng persiapan pemakaman

A1
bg… lg persiapan orng dipmakaman pall 10, mayat lg dlam proses kremasi “

=====

Penjelasan:

Beredar
pesan berantai melalui Whatsapp yang menyebutkan bahwa seorang pasien Covid-19
meninggal di Rumah Sakit Manaf kota Jambi, jenazah sedang dalam proses kremasi
dan akan segera melakukan pemakaman di Pall 10.

Berdasarkan
hasil penelusuran, faktanya klaim tersebut salah. Dikutip dari laman
beritajambi.com Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Jubir
Pemerintah Kota Jambi, Abu Bakar mengatakan berdasarkan data dari RS Abdul
Manaf pasien tersebut bukan meninggal karena Corona, tetapi berdasarkan hasil
diagnosa pasien mengidap DBD (demam berdarah), DM, diabetes meliteus (kencing
manis) serta TB (Tuberkolosis).

Kata
Abu Bakar, pasien belum masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang bersangkutan
masuk RS Abdul Manaf tanggal 13 Mei jam 08.34 dan meninggal tanggal 14 jam
11.05. “Pasien masuk dengan keluhan demam sejak 1 minggu naik turun, dan
batuk 3 hari terakhir,” kata Abu Bakar via seluler, Kamis sore (14/5/2020)

Lanjut
Abu Bakar, Pasien tidak memiliki perjalanan keluar kota maupun ke wilayah rawan
Covid-19 serta tidak ada kontak baik dengan ODP maupun PDP. Pasien tidak keluar
rumah sejak tanggal 19 Maret 2020, saat dalam perawatan, pasien sempat
dilakukan Rapid test sebanyak 3 kali dengan hasil negatif (-).

Soal
penyelenggaraan jenazah dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19, itu atas
permintaan keluarga almarhum. “Atas permintaan keluarga, penyelenggaraan
jenazah dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19 dan dikebumikan di
pemakaman Pusara Agung (milik Pemkot Jambi), hal tersebut dilakukan mungkin
untuk kehati-hatian, mengingat TB termasuk penyakit menular,” pungkas Abu
Bakar

Berdasarkan
penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Whatsapp dapat masuk ke dalam
kategori False Context atau Konten yang Salah.

=====

Referensi:

https://www.kominfo.go.id/content/detail/26517/disinformasi-pasien-corona-di-rs-abdul-manaf-meninggal/0/laporan_isu_hoaks

http://beritajambi.co/read/2020/04/15/9546/pasien-yang-meninggal-di-rs-abdul-manaf-kota-jambi-bukan-karena-covid19-berikut-penjelasannya/

https://jamberita.com/read/2020/05/14/5958951/beredar-kabar-meninggalnya-pasien-covid19-ini-penjelasan-jubir-gugus-tugas-kota-jambi-

https://www.brito.id/beredar-pesan-berantai-pasien-corona-di-rs-abdul-manaf-meninggal-ini-kata-jubir-kota-jambi

[SALAH] Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit Manaf Kota Jambi
[SALAH] Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit Manaf Kota Jambi
[SALAH] Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit Manaf Kota Jambi
[SALAH] Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit Manaf Kota Jambi
[SALAH] Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit Manaf Kota Jambi

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here