[SALAH] “Peneliti, analis laboratorium, tidak ada yang terkena corona, perawat sedikit menjadi korban”

9

[SALAH] "Peneliti, analis laboratorium, tidak ada yang terkena corona, perawat sedikit menjadi korban"

Menurut data Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, sebanyak 492 analis kesehatan terinfeksi Covid-19, di mana empat di antaranya meninggal. Jumlah perawat yang terinfeksi pun cukup besar. Di Jawa Timur saja, jumlahnya mencapai 550 orang. Adapun jumlah perawat yang meninggal akibat Covid-19 di seluruh Indonesia sudah menyentuh 77 orang.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
============================================

Iklan Layanan Masyarakat

Akun Andrezeko (fb.com/100008879261456) mengunggah klaim bahwa tidak ada peneliti atau analis laboratorium yang terkena Covid-19 dan perawat yang terkena Covid-19 lebih sedit dibandingkan dokter.

“5. Kenapa mereka yg “nguthek²” virus di laboratorium (peneliti, analis laboraorium), tidak ada yang terkena corona. Perawat sedikit menjadi ” korban.” Tetapi malah dokter yang justru paling jarang berinteraksi dng pasien katanya banyak korban ?” tulis Andrezeko di status yang diunggah pada 28 September 2020 tersebut.

[SALAH] "Peneliti, analis laboratorium, tidak ada yang terkena corona, perawat sedikit menjadi korban"

Sumber : https://bit.ly/33jMWgT (Arsip)
============================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa tidak ada peneliti atau analis laboratorium yang terkena Covid-19 dan perawat yang terkena Covid-19 lebih sedit dibandingkan dokter adalah klaim yang salah.

Faktanya, menurut data Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, sebanyak 492 analis kesehatan terinfeksi Covid-19, di mana empat di antaranya meninggal. Jumlah perawat yang terinfeksi pun cukup besar. Di Jawa Timur saja, jumlahnya mencapai 550 orang. Adapun jumlah perawat yang meninggal akibat Covid-19 di seluruh Indonesia sudah menyentuh 77 orang.

Dilansir dari Tempo, menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, Widodo, analis kesehatan yang meninggal karena Covid-19 tersebut berasal dari empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Daerah Istimewa Aceh.

Hal yang sama dialami oleh perawat, terutama perawat di Jawa Timur. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam, menyebut jumlah perawat di Jawa Timur yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 550 orang per Juli 2020. Sementara jumlah perawat yang meninggal akibat Covid-19, per awal September, mencapai 77 orang.

Dikutip dari BBC Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 115 dokter meninggal karena Covid-19 per 13 September 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 60 orang adalah dokter umum, 53 dokter spesialis, dan dua dokter residen.

Berdasarkan catatan IDI, risiko yang menyebabkan kasus kematian akibat Covid-19 pada dokter selalu berulang. IDI menduga penyebabnya antara lain minimnya alat pelindung diri (APD), kurangnya skrining pasien di fasilitas kesehatan, kelelahan yang dialami oleh para tenaga medis karena jumlah pasien Covid-19 terus bertambah, jam kerja yang panjang, serta tekanan psikologis.

[SALAH] "Peneliti, analis laboratorium, tidak ada yang terkena corona, perawat sedikit menjadi korban"

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here