[SALAH] Pesan Berantai Biaya Tilang Baru

23

Pesan berantai yang
beredar di Whatsapp mengenai biaya tilang baru merupakan Hoaks Lama Bersemi
Kembali (HLBK). Sempat beredar di tahun 2018 dan 2019. Adapun, pihak Divisi
Humas Polri sudah memberikan bantahannya melalui akun Instagram (@divisihumaspolri)
pada 9 Januari 2020. “Beredarnya pesan melalui media sosial WhatsApp yang
berisi tentang biaya tilang terbaru di Indonesia dan pemberian hadiah untuk
anggota kepolisian yang bisa membuktikan suap dari pengendara yang terkena
tilang adalah HOAX atau TIDAK BENAR,” tulis akun @divisihumaspolri.

=====

Kategori: Fabricated
Content/
Konten Palsu

=====

Sumber: Whatsapp

=====

Narasi:

BIAYA tilang
terbaru di indonesia: Kapolri baru mantap

1. Tidak ada STNK

Rp. 50,000

2. Tdk bawa SIM

Rp. 25,000

3. Tdk pakai Helm

Rp. 25,000

4. Penumpang tdk
Helm

Rp. 10,000

5. Tdk pake sabuk

Rp. 20,000

6. Melanggar lampu
lalin

– Mobil Rp. 20,000

– Motor Rp. 10.000

7. Tdk pasang
isyarat mogok

Rp. 50,000

8. Pintu terbuka
saat jalan

Rp. 20,000

9. Perlengkapan
mobil

Rp. 20,000

10. Melanggar TNBK

Rp. 50,000

11. Menggunakan
HP/SMS

Rp. 70,000

12. Tdk miliki
spion, klakson

– Motor Rp. 50,000

– Mobil Rp. 50,000

13. Melanggar
rambu lalin

Rp. 50,000.

Dicopy dari Mabes
Polri

Informasi yg hrs
dipublikasikan & mungkin bermanfaat !!!

🚫 🚷 🚸

⛔⚠🚥🚦

🚓🚧🎫💰

 JANGAN MINTA DAMAI

Segala pelanggaran
di jalan Raya baik berkendara motor / mobil, “JANGAN MINTA DAMAI DAN
MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP”

Jadi, walaupun
Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN.

Dan “Lebih
baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan”

Ini adalah
Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa

“Bagi POLISI
yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan
BONUS sebesar Rp. 10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun”

(Nah, lebih besar
kan daripada uang damai yg hanya 50 ribu s/d 100 rb, jelas aja akan ada oknum
Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar).

INFORMASI INI
PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tsb diatas banyak yg tidak tahu.

Waspadai bila
sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita
terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar.

Beberapa teman
mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena banyak
orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini.

Sebarkan berita
ini ke siapa saja yg anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti
ini.

WASPADALAH

“Semoga
bermanfaat”

🚓💨💨💨💨

=====

Penjelasan:

Beredar melalui
Whatsapp pesan berantai yang menyebutkan bahwa ada biaya tilang baru. Adapun,
dalam narasi disebutkan bahwa biaya tilang baru itu berasal dari Kapolri baru.

Berdasarkan hasil
penelusuran, diketahui bahwa pesan berantai tersebut merupakan Hoaks Lama
Bersemi Kembali (HLBK). Sudah pernah beredar pada tahun 2018 dan 2019.

Adapun, untuk
peredaraan pada Januari 2020 sudah dibantah oleh pihak Polri melalui akun
Instagram Divisi Humas Polri (@divisihumaspolri) pada 9 Januari 2020. Berikut
kutipan bantahan akun tersebut:

[…]  Beredarnya pesan melalui media sosial WhatsApp
yang berisi tentang biaya tilang terbaru di Indonesia dan pemberian hadiah
untuk anggota kepolisian yang bisa membuktikan suap dari pengendara yang
terkena tilang adalah HOAX atau TIDAK BENAR. .

Fakta sebenarnya
adalah tidak ada hadiah bagi anggota kepolisian yang bisa membuktikan suap
pengendara yang kena tilang maupun sanksi/biaya denda tilang mengacu pada UU No
22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tidak ada perubahan.

.

Be Smart Netizen
ya Sobat Polri

Saring Before
Sharing

#Polripromoter
#stophoax #besmartnetizen #InformasiPolri

@multimedia.humaspolri
[…]

Berdasarkan hal
tersebut, maka dapat dikatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Konten yang
tersebar di Whatsapp tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau
Konten Palsu.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1083783591954175/


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here