[SALAH] Rangkap Jabatan Menteri Dan Anggota DPR, Puan: Khan Gajinya Dobel

7

[SALAH] Rangkap Jabatan Menteri Dan Anggota DPR, Puan: Khan Gajinya Dobel

Artikel berjudul “Rangkap
Jabatan Menteri dan Anggota DPR, Puan: Khan Gajinya Dobel” di petroksi[dot]blogspot[dot]com
merupakan informasi yang salah. Konten isi artikel itu mengambil dari tulisan opini
yang tayang di mojok.co dengan judul “PUAN MAHARANI MAU RANGKAP JABATAN MENTERI
DAN ANGGOTA DPR NIH?” pada 1 Oktober 2019. Adapun, Puan Maharani sudah
memberikan keterangan bahwa dirinya sudah mengundurkan diri sebagai Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). “Jadi
kemarin tanggal 30 saya sudah izin pamit kepada presiden untuk mengundurkan
diri sebagai PMK untuk bisa dilantik 1 Oktober ini sebagai anggota DPR,” kata Puan
(1/10).

=====

Kategori:
Misleading Content/Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Laman
Daring

petroksi[dot]blogspot[dot]com/2019/10/rangkap-jabatan-menteri-dan-anggota-dpr.html

Archive:

https://archive.fo/0pybF

=====

Narasi:

Rangkap Jabatan
Menteri Dan Anggota DPR, Puan: Khan Gajinya Dobel

PETROKSI,- 1
Oktober 2019, semua anggota DPR RI 2019-2024 dilantik. Termasuk di antaranya
Ibu Puan Maharani yang saat ini juga masih menjabat sebagai Menko PMK. Tapi kok
surat pengunduran diri Bu Puan sebagai menteri belum keluar ya?

Surat pengunduran
diri Yasonna Laoly dari jabatan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum
HAM) resmi berlaku pada 1 Oktober 2019. Tanggal yang sama saat pelantikan
anggota DPR RI periode 2019-2024. Hal ini karena Yasonna terpilih menjadi anggota
DPR RI dari Dapil Sumatera Utara.

Yasonna menambah
daftar menteri yang mengundurkan diri dalam kabinet Jokowi. Sebelum Yasonna,
ada nama Imam Nahrawi dan Idrus Marham. Kedua nama terakhir ini mundur karena
tersandung kasus korupsi.

Satu nama lagi, Asman
Abnur, yang mundur karena partainya (PAN) mendukung pasangan Prabowo-Sandi pada
Pilpres 2019. Selain itu, masih ada nama Khofifah Indar Parawansa yang mundur
dari Menteri Sosial karena mencalonkan diri menjadi calon Gubernur Jawa Timur
2018-2023 dan pada akhirnya terpilih menjadi Gubernur Jatim.

Di antara
nama-nama tersebut, publik menanti nama Puan Maharani dalam daftar menteri yang
mengundurkan diri dalam kabinet Presiden Jokowi. Hal ini terkait dengan
terpilihnya Puan Maharani sebagai anggota DPR 2019-2024 dari Dapil Jawa Tengah
V.

Jika posisi Puan
disamakan dengan Yasonna yang sama-sama menteri, seharusnya surat pengunduran
diri Puan sudah bisa diketahui publik karena per hari ini (1/10) seluruh
anggota DPR terpilih bakal dilantik.

Masalahnya, Puan
belum juga berniat mundur dan masih akan menyelesaikan pekerjaannya sebagai
menteri. Paling tidak, Puan diketahui masih mendampingi Wakil Presiden Jusuf
Kalla di sidang Majelis Umum PBB dan kunjungan ke beberapa negara.

Pelantikan
Presiden Jokowi di periode kepresidenan kedua rencananya akan berlangsung 20
Oktober 2019. Jika mengacu pada pelantikan Presiden pada 2014, pengumuman
kabinet dan jajaran menteri akan berlangsung seminggu setelahnya (5-6 hari
setelah pelantikan presiden-wakil presiden).

Jika mengacu sejak
pelantikan dan tidak ada surat pengunduran diri dari jabatan menteri, artinya
Puan berpotensi merangkap jabatan selama 20 hari lebih. Kalaupun ada surat
pengunduran diri, belum ada pengumuman resmi dari Kementerian Koordinator
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Padahal seharusnya
tidak boleh seorang pejabat eksekutif (menteri) yang sekaligus menjadi pejabat
legislatif (anggota DPR). Mau satu atau dua hari, tentu hal ini merupakan
tindakan tidak elok karena menyalahi logika trias politica. Tambah lagi, citra
DPR RI saat ini sedang buruk-buruknya..Selanjutnya

=====

Penjelasan:

Laman
petroksi[dot]blogspot[dot]com menerbitkan artikel dengan judul “Rangkap Jabatan
Menteri Dan Anggota DPR, Puan: Khan Gajinya Dobel” pada tanggal 2 Oktober 2019.
Dalam artikel itu menyinggung soal Puan Maharani, Ketua DPR 2019-2024 yang
dikatakan belum melepas jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) meski sudah dilantik pada
jabatan barunya. Pada judul tertulis pernyataan yang diklaim berasal dari Puan
Maharani.

Berdasarkan hasil
penelusuran, diketahui bahwa tulisan itu berasal dari laman mojok.co yang
diubah judulnya. Tulisan aslinya berjudul “PUAN MAHARANI MAU RANGKAP JABATAN
MENTERI DAN ANGGOTA DPR NIH?” yang tayang pada 1 Oktober 2019. Berikut tulisan
tersebut:

[…] PUAN MAHARANI
MAU RANGKAP JABATAN MENTERI DAN ANGGOTA DPR NIH?

MOJOK.CO – Hari
ini, 1 Oktober 2019, semua anggota DPR RI 2019-2024 dilantik. Termasuk di
antaranya Ibu Puan Maharani yang saat ini juga masih menjabat sebagai Menko
PMK. Tapi kok surat pengunduran diri Bu Puan sebagai menteri belum keluar ya?

Surat pengunduran
diri Yasonna Laoly dari jabatan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum
HAM) resmi berlaku pada 1 Oktober 2019. Tanggal yang sama saat pelantikan
anggota DPR RI periode 2019-2024. Hal ini karena Yasonna terpilih menjadi
anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Utara.

Yasonna menambah
daftar menteri yang mengundurkan diri dalam kabinet Jokowi. Sebelum Yasonna,
ada nama Imam Nahrawi dan Idrus Marham. Kedua nama terakhir ini mundur karena
tersandung kasus korupsi.

Satu nama lagi,
Asman Abnur, yang mundur karena partainya (PAN) mendukung pasangan
Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Selain itu, masih ada nama Khofifah Indar
Parawansa yang mundur dari Menteri Sosial karena mencalonkan diri menjadi calon
Gubernur Jawa Timur 2018-2023 dan pada akhirnya terpilih menjadi Gubernur Jatim.

Di antara
nama-nama tersebut, publik menanti nama Puan Maharani dalam daftar menteri yang
mengundurkan diri dalam kabinet Presiden Jokowi. Hal ini terkait dengan
terpilihnya Puan Maharani sebagai anggota DPR 2019-2024 dari Dapil Jawa Tengah
V.

Jika posisi Puan
disamakan dengan Yasonna yang sama-sama menteri, seharusnya surat pengunduran
diri Puan sudah bisa diketahui publik karena per hari ini (1/10) seluruh
anggota DPR terpilih bakal dilantik.

Masalahnya, Puan
belum juga berniat mundur dan masih akan menyelesaikan pekerjaannya sebagai
menteri. Paling tidak, Puan diketahui masih mendampingi Wakil Presiden Jusuf
Kalla di sidang Majelis Umum PBB dan kunjungan ke beberapa negara.

Pelantikan
Presiden Jokowi di periode kepresidenan kedua rencananya akan berlangsung 20
Oktober 2019. Jika mengacu pada pelantikan Presiden pada 2014, pengumuman
kabinet dan jajaran menteri akan berlangsung seminggu setelahnya (5-6 hari
setelah pelantikan presiden-wakil presiden).

Jika mengacu sejak
pelantikan dan tidak ada surat pengunduran diri dari jabatan menteri, artinya
Puan berpotensi merangkap jabatan selama 20 hari lebih. Kalaupun ada surat
pengunduran diri, belum ada pengumuman resmi dari Kementerian Koordinator
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Padahal seharusnya
tidak boleh seorang pejabat eksekutif (menteri) yang sekaligus menjadi pejabat
legislatif (anggota DPR). Mau satu atau dua hari, tentu hal ini merupakan
tindakan tidak elok karena menyalahi logika trias politica. Tambah lagi, citra
DPR RI saat ini sedang buruk-buruknya. (K/A) […]

Dari pembacaan
terhadap tulisan itu, dapat disimpulkan bahwa tulisan itu bukanlah sebuah
berita melainkan opini dari penulis terhadap pelantikan Puan Maharani sebagai
Ketua DPR. Adapun, melalui penelusuran lainnya, diketahui bahwa Puan Maharani
telah mengajukan pengunduran diri sebagai Menko PMK. Lalu, Presiden Joko Widodo
pun sudah menunjuk pelaksana tugas sementara (Plt) Menko PMK, yakni Darmin
Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Berikut kutipan sejumlah
pemberitaan tersebut:

CNN Indonesia pada
tanggal 1 Oktober 2019:

[…] Puan Maharani
Mundur dari Kursi Menko PMK Sejak Kemarin

Jakarta, CNN
Indonesia — Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan
Maharani mengaku sudah mengundurkan diri dari Menteri Koordinator bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sejak kemarin, (30/9).

Menurutnya, hal
tersebut dilakukan agar dirinya bisa dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) RI hari ini.

 “Kemarin tanggal 30 (September), saya
sudah izin pamit pada Presiden (Joko Widodo) untuk mengundurkan diri sebagai
Menko PMK untuk bisa dilantik pada 1 Oktober ini sebagai anggota DPR,”
kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa
(1/10).

Sema seperti Puan,
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manuasi Yasonna Laoly juga sudah mundur karena hari
ini dilantik menjadi anggota DPR. Yasonna mengundurkan diri pada Jumat (27/9)
pekan lalu.

Jokowi sudah
menunjuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebagai Pelaksana tugas (Plt)
Menkumham.

Namun untuk Puan,
belum ada keterangan dari Istana siapa yang ditunjuk menjadi Plt.

Puan dan Yasonna
adalah politikus PDI Perjuangan yang terpilih menjadi anggota DPR RI. Puan maju
di Daerah Pemilihan V Jawa Tengah. Sementara Yasonna maju di Daerah Pemilihan
Sumatera Utara I.

Pada Pemilu 2019
PDIP kembali jadi pemenang dengan mendapat 18 kursi di DPR RI. […]

Detik.com pada
tanggal 1 Oktober 2019:

[…] Dilantik Jadi
Anggota DPR, Puan Maharani Sudah Mundur dari Menko PMK

Jakarta –
Politikus PDIP Puan Maharani resmi dilantik menjadi anggota DPR 2019-2024. Puan
pun sudah melepas jabatannya di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wapres
Jusuf Kalla.

“Sesuai
dengan undang-undang bahwa pejabat negara itu tidak boleh merangkap
jabatan,” kata Puan Maharani di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa
(1/10/2019).

Puan diketahui
menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Dia mengajukan
pengunduran diri kepada Presiden Jokowi sejak 30 September 2019.

“Jadi kemarin
tanggal 30 September saya sudah izin pamit kepada presiden untuk mengundurkan
diri sebagai Menko PMK untuk bisa dilantik sebagai anggota DPR,” sebut
Puan.

DPR RI hari ini
resmi melantik 575 anggota Dewan periode 2019-2024, termasuk Puan Maharani yang
mendapat suara terbanyak se-Indonesia. Selain Puan, Yasonna Laoly juga
mengajukan pengunduran diri dari jabatan Menkum HAM karena dilantik sebagai
anggota DPR 2019-2024. […]

Republika.co.id
pada tanggal 1 Oktober 2019:

[…] Puan Maharani
Telah Mengundurkan Diri Sejak Kemarin

REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA — Anggota DPR terpilih periode 2019-2024 fraksi PDI Perjuangan Puan
Maharani resmi dilantik pada Selasa (1/10). Puan mengaku sudah mengundurkan diri
sebagai menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK).

“Jadi kemarin
tanggal 30 saya sudah izin pamit kepada presiden untuk mengundurkan diri
sebagai PMK untuk bisa dilantik 1 Oktober ini sebagai anggota DPR,” kata
Puan dalam konferensi pers fraksi PDI Perjuangan di Kompleks Parlemen Senayan,
Jakarta.

Ia juga mengakui
bahwa dirinya telah ditunjuk oleh partai untuk menjadi calon ketua DPR. Namun
secara resmi ia baru akan berkomentar setelah rapat badan musyawarah yang
digelar sore ini.

“Sebagai
anggota DPR dua periode saya berharap bahwa ke depan ini DPR akan bisa
menghasilkan undang-undang yang produktif, tidak banyak namun bisa matang
sesuai dengan situasi kondisi di lapangan,” ujarnya.

Tidak hanya Puan,
menteri kabinet pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla lainnya Yasonna Laoly yang
berasal dari PDI Perjuangan telah lebih dulu 
mengundurkan diri. Dalam surat permohonan pengunduran diri, Yasonna
mengundurkan diri terhitung mulai 1 Oktober 2019.

“Hal ini
berkaitan dengan terpilihnya saya sebagai anggota DPR Republik Indonesia Daerah
Pemilihan Sumatra Utara I, serta tidak diperbolehkan rangkap jabatan sesuai
dengan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara
yang menjelaskan menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara
lainnya sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,” demikian bunyi surat
pengunduran diri Yasonna. […]

Kompas.com pada
tanggal 1 Oktober 2019:

[…] Puan Mundur,
Jokowi Tunjuk Darmin Nasution Jadi Plt Menko PMK

JAKARTA,
KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Darmin Nasution sebagai Pelaksana Tugas Menteri Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan.

Darmin
menggantikan Puan Maharani yang telah mengundurkan diri setelah dilantik jadi
anggota DPR.

“Pak Darmin
(jadi Plt Menko PMK),” kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Adita
Irawati saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2019).

Menurut Adita,
penunjukan Darmin dilakukan dengan berbagai pertimbangan, utamanya pemahaman
soal deskripsi kerja.

“Sudah
melalui berbagai pertimbangan termasuk sudah memahami berbagai hal yang harus
ditangani di kementerian terkait,” ucap Adita.

Puan Maharani
dilantik sebagai anggota DPR Selasa pagi tadi. Ia juga mengaku sudah mengajukan
pengunduran diri kepada Jokowi.

Pada pileg 2019
lalu, Puan diusung partainya PDI-P di daerah pemilihan Tengah V.

Puteri Ketua Umum
PDI-P Megawati Soekarnoputri ini mendapat suara terbesar dari 574 caleg
lainnya, yaitu 404.034 suara.

Selain Puan, satu
menteri Jokowi lainnya yakni Yasonna Laoly juga dilantik menjadi anggota DPR
hari ini.

Yasonna sudah
mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan menteri hukum dan HAM ke Jokowi
pada 27 September lalu.

Jokowi pun
menunjuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebagai Plt Menkumham. […]

Tempo.co pada
tanggal 1 Oktober 2019:

[…] Jokowi Teken
Surat Pemberhentian Puan Maharani

TEMPO.CO, Jakarta
– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2019-2024 resmi dilantik pada Selasa,
1 Oktober 2019. Dari 575 orang anggota dewan, salah satunya terdapat nama
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Sumber di Istana
mengatakan sebelum dilantik sebagai anggota Dewan, Puan telah menyerahkan surat
pengunduran diri ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi. “Surat sudah
diterima dan Keppres (keputusan presiden) tentang pemberhentian sudah
ditandatangani presiden,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 1 Oktober
2019.

Berdasarkan
Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD anggota DPR memang dilarang
rangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya, hakim, pegawai negeri sipil,
anggota TNI dan Polri, dan pegawai pada BUMN atau BUMD.

Sebelum Puan,
Menteri Hukum dan Keamanan Yasonna Laoly yang juga terpilih sebagai anggota
dewan sudah menyatakan mundur dari posisinya.

Pelantikan anggota
Dewan ini digelar di Ruang Paripurna I, Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen,
Senayan, Jakarta. Sidang paripurna pelantikan anggota DPR 2019-2024 dipimpin
oleh pimpinan sementara, Abdul Wahab Dalimunthe (anggota DPR tertua) dan
Hillary Brigitta Lasut (anggota DPR termuda). […]

Berdasarkan pemberitaan
tersebut, diketahui bahwa Puan Maharani sudah mengajukan pengunduran diri
kepada Presiden Joko Widodo sebelum dilantik menjadi Ketua DPR RI. Dengan demikian,
klaim bahwa Puan belum mengundurkan diri tidak benar.

Selain itu, judul
yang digunakan oleh petroksi[dot]blogspot[dot]com menyesatkan. Sebab, Puan
tidak pernah memberikan pernyataan seperti yang dituliskan pada judul. Berdasarkan
hal itu, maka dapat disimpulkan konten dalam petroksi[dot]blogspot[dot]com
masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/992709421061593/

https://mojok.co/red/rame/kilas/puan-maharani-mau-rangkap-jabatan-menteri-dan-anggota-dpr-nih/

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191001144402-32-435725/puan-maharani-mundur-dari-kursi-menko-pmk-sejak-kemarin

https://news.detik.com/berita/d-4729074/dilantik-jadi-anggota-dpr-puan-maharani-sudah-mundur-dari-menko-pmk

https://nasional.kompas.com/read/2019/10/01/15085511/puan-mundur-jokowi-tunjuk-darmin-nasution-jadi-plt-menko-pmk

https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/19/10/01/pyou6b328-puan-maharani-telah-mengundurkan-diri-sejak-kemarin

https://nasional.tempo.co/read/1254470/jokowi-teken-surat-pemberhentian-puan-maharani


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here