[SALAH] Sarung Tangan Petugas di Rapid Test Massal Dapat Tularkan Covid-19

10

[SALAH] Sarung Tangan Petugas di Rapid Test Massal Dapat Tularkan Covid-19

Narasi
yang beredar di wilayah Semarang tersebut diketahui tidak benar. Hal itu
disampaikan langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, yang menyatakan bahwa
petugas rapid atau swab test selalu mengganti sarung tangan setiap kali ganti
pasien.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
FABRICATED CONTENT

===

SUMBER:
PESAN BERANTAI WHATSAPP

===

NARASI:
Info Tentang Rapid Tes Massal atau Per-kelompok

Mohon
menjadi perhatian bagi diri kita sendiri maupun keluarga dan kolega
anda/panjenengan semua.

Bila
tiba-tiba anda/panjenengan terjebak dalam oprasi rapid tes dadakan/ujug ujug
datang petugas yang mengharuskan mengikuti rapid tes, maka perlu diperhatikan
sarung tangan petugs, kalau sarung tangan yang dipakai hanya itu-itu saja
(satu) yang dipakai, tanpa ganti ganti, dimana setelah petugas itu pegang
orang/oasien yang rapid tes, kemudian tanpa ganti sarung tangan petugas lalu
memegang anda/panjenengan, maka disinilah letak rawannya penularan virus nya,
karena kita ngga tau dan petugas pun ngga tau, apakah orang yang dipegang
sebelum kita tadi, orang tersebut positif/reaktif atau negatif..

jadi
penularan bukan karena kita berada ditempat umum saja, akan tetapi saat rapid
tes dilakukan massal

===

PENJELASAN:
Masyarakat Kota Semarang dikejutkan dengan beredarnya informasi perihal bahaya
dari sarung tangan yang digunakan oleh petugas rapid atau swab test. Dalam narasi
yang beredar, disebutkan bahwa sarung tangan petugas berbahaya lantaran bisa
menularkan virus corona atau Covid-19 dari pasien sebelumnya.

Menanggapi
informasi tersebut, Dinas Kesehatan akhirnya angkat bicara. Melansir dari
timesindonesia.co.id, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam
menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar. Abdul menjelaskan bahwa kegiatan
swab atau rapid test dipastikan selalu mematuhi standar operasional prosedur
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

“Petugas
rapid atau swab test DKK Semarang selalu mengganti sarung tangan setiap kali
ganti pasien. Jadi masyarakat tidak perlu resah atau khawatir dengan isu penularan
Covid-19 melalui sarung tangan petugas seperti yang diberitakan dalam pesan
kaleng tersebut,” jelas Abdul.

Lebih
lanjut Abdul menuturkan, bahwa setiap pasien yang diperiksa oleh tim
penjaringan lapangan saat tes massal juga diwajibkan memenuhi protokol
kesehatan yang sudah ditentukan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah
melalukan tes.

“Demikian
juga halnya pasien diharuskan cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer
setelah mendapatkan pelayanan, sehingga tidak terjadi penularan virus,”
tambahnya.

===

REFERENSI:

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/274880/dinkes-kota-semarang-sanggah-berita-hoaks-penularan-covid19-saat-tes-massal

https://jateng.tribunnews.com/2020/05/31/dinkes-semarang-kena-serangan-hoaks-sarung-tangan-rapid-test-massal-bikin-penularan-virus-corona

https://jogja.suara.com/read/2020/05/05/191649/cerita-petugas-pengambil-swab-rsud-wates-dibuat-tak-bisa-tidur-semalaman


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here