[SALAH] “SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI”

24

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

Gaya pelintiran daur ulang. Tangkapan layar PALSU, CNN Indonesia TIDAK pernah membuat artikel seperti tangkapan layar tersebut.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

Iklan Layanan Masyarakat

======

KATEGORI

Konten Palsu, Konten yang Menyesatkan, Konten yang Salah

======

SUMBER

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

Post ke grup “ANIS FOR 2024” (facebook.com/groups/193003331802475) oleh akun “Den Bagus” (facebook.com/profile.php?id=100009333670480 archive.md/fNkn5), sudah dibagikan 129 kali per tangkapan layar dibuat.

https://archive.md/hatWe (arsip cadangan).

======

NARASI

* “Paling dimintai keterangan berhasil gak bikin santri sakit.
Harusnya TNI- POLRI sigap dan tegas dalam hal ini.Bukan diam.
Klu pun ini ada unsur politik tapi kan ada juga kriminalitasnya.” (di post)

* “SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI

24 Juni 2020

Lebih dari 1.000 Para
Santriawan & Santriawati di
Kudus dalam keadaan lemah,
sebagian tak sadarkan diri,
setelah di lakukan Rapid Test
Covid-19 oleh Tim Dokter
gabungan dari Rs. Indonesia dan Rs. Swasta dari China. Tim
Dokter dari China di ketuai oleh
Lie Kong Nyen, dan dari Indonesia oleh Ringgo Silalahi.
Kini ke-2 Tim Dokter tersebut
sedang di mintai keterangan
oleh Menteri Kesehatan terkait
kejadian tersebut.” (di dalam foto)

======

PENJELASAN

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

(1) First Draft News: “Konten Palsu

Konten baru yang 100% salah dan didesain untuk menipu serta merugikan”

“Konten yang Menyesatkan

Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.

“Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* SUMBER membagikan gambar tangkapan layar palsu.

* Foto-foto yang digunakan diambil untuk membangun klaim yang menyesatkan.

* SUMBER menambahkan narasi yang menyesatkan sehingga menimbulkan kesimpulan yang keliru.


[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

(2) Hasil pencarian di situs CNN Indonesia dengan kata kunci “SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI” untuk artikel pada 24 Jun 2020, hasil pencarian: TIDAK ditemukan artikel.


(3) Sumber-sumber foto,

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* Foto pertama (kiri bawah), Solopos.com @ 28 Januari 2018: “Polisi mengusut keracunan yang dialami puluhan santri Pondok Pesatren Syafaatul Quran Demak. Selain memeriksa para saksi dan korban, polisi juga menyisir dapur pondok pesatren di Dukuh Rimbu Lor, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah itu.”

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* Foto kedua (kanan atas), ANTARA: “Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan menjalani “rapid test” (tes cepat) deteksi virus corona jenis baru penyebab COVID-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama degan pemkab setempat.”

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* Foto ketiga (kanan tengah), ANTARA: “Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengatakan hasil “rapid test” (tes cepat) deteksi virus corona jenis baru penyebab COVID-19 bagi santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, sebanyak 31 orang di antaranya dinyatakan reaktif.”

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* Foto kempat (kanan bawah), Bisnis.com: “Tim medis mengevakuasi seorang pasien menuju Ruang Isolasi Khusus saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2020). – Antara/Yusuf Nugroho” (deskripsi foto).


(4) Post-post yang sebelumnya,

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* MAFINDO: “Gaya pelintiran daur ulang. Tangkapan layar PALSU, CNN Indonesia TIDAK pernah membuat artikel seperti tangkapan layar tersebut. Korlap Demo RUU HIP memang menyatakan pihaknya yakin pembakar bendera tersebut merupakan seorang penyusup. Namun, masih diselidiki siapa penyusupnya. Sementara pria bertato itu adalah anggota FPI Rembang, Jawa Tengah yang fotonya tersebut viral pada tahun 2017.”

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* MAFINDO: “Gaya pelintiran daur ulang. Tangkapan layar PALSU, CNN Indonesia TIDAK pernah membuat artikel seperti tangkapan layar tersebut.”

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* MAFINDO: “Pelintiran daur ulang. Tangkapan layar PALSU, selain itu foto-foto yang disertakan TIDAK berkaitan dengan klaim di dalam narasi.”

[SALAH] "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI"

* MAFINDO: “PALSU. Selain artikel dengan judul tersebut TIDAK ada di CNN Indonesia, foto-foto yang disertakan TIDAK berkaitan dengan narasi.”

======

REFERENSI

(1) firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.” http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate), http://bit.ly/2rhTadC.

(2) cnnindonesia.com: hasil pencarian berita tanggal 124 Jun 2020, https://bit.ly/2VNGfzr / https://archive.md/GPByv (arsip cadangan).

(3) Solopos.com: “KERACUNAN DEMAK : Polisi Selidiki Dapur Ponpes Syafaatul Quran” https://bit.ly/2VOvfSx / https://archive.md/gAO0r (arsip cadangan).

(4) antaranews.com: “Santri Ponpes Temboro Magetan-Jatim jalani “rapid test” COVID-19″ https://bit.ly/38txW0S / https://archive.md/zQ7tf (arsip cadangan).

(5) antaranews.com: “31 santri Temboro-Magetan reaktif sesuai hasil “rapid test”” https://bit.ly/2BD4RUH / https://archive.md/zn88a (arsip cadangan).

(6) bisnis.com: “Pemkab Kudus Imbau Warga Tak Kumpul Lebih dari 30 Orang” https://bit.ly/38w4W8S / https://archive.md/huEFE (arsip cadangan).

(7) turnbackhoax.id: “[SALAH] “PEMBAKAR BENDERA PDI-P TERNYATA ADALAH ANGGOTA SIMPATISAN PDI-P SENDIRI” https://bit.ly/2A3Wl06

(8) turnbackhoax.id: “[SALAH] “CIA Bongkar jati diri Presiden Indonesia Jokowi melalui Passport”” https://bit.ly/2CgRMjP

(9) turnbackhoax.id: “[SALAH] “MEREKA SUDAH MEMPERSIAPKAN SENJATA TUK MEMBANTAI PRIBUMI” https://bit.ly/2AQNsqQ

(10) turnbackhoax.id: “[SALAH] Tangkapan Layar “DINAS IMIGRASI TAHAN 300 ORANG WNA CHINA ILEGAL”” https://bit.ly/3eZNrjb


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here