[SALAH] “Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode”

26

[SALAH] “Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode”

Tujuan
penggunaan QR Code untuk masuk mal ialah untuk penghitungan pengunjung agar
tidak melanggar Pergub 51/2020, yakni batasnya 50 persen.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori:
Misleading Content/Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Whatsapp

[SALAH] “Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode”

=====

Narasi:

“Hari
ini mall dibuka gaes… ! Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode: Kalau
ada yang positif corona di dalam gedung, maka semua yang terdaftar masuk mall
tersebut langsung menjadi ODP karena kemungkinan besar ikut terpapar corona
& bisa langsung dicari untuk dikarantina. Jadi, lebih baik jangan pergi ke
mall2 dulu kalau ngga amat sangat butuh sekali, karena prosedurnya sama semua
mall”

=====

Penjelasan:

Beredar
pesan berantai Whatsapp yang menyebutkan bahwa tujuan masuk mal menggunakan
barcode ialah untuk mencari pengunjung apabila ada pasien positif Corona atau Covid-19
masuk gedung. Dalam pesan berantai tersebut disebutkan pula bila ada pasien
positif Covid-19 masuk mall tersebut maka semua yang terdaftar masuk mal
langsung menjadi ODP.

Melalui
hasil penelusuran diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Ketua Asosiasi
Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat membantah
jika registrasi dilakukan untuk contact tracking Covid-19. Menurut Ellen,
registrasi melalui QR code ini dilakukan untuk memudahkan perhitungan
pengunjung sesuai dengan Pergub 51/2020, yakni 50 persen.

Adapun
dalam proses registrasi, pengunjung hanya dimintai data berupa nama dan nomor
handphone, serta berapa jumlah orang atau keluarga yang didaftarkan, yang pada
hari itu akan datang bersamaan.

“Jadi,
1 orang bisa mendaftar untuk keluarganya yang misalnya datang bersama sejumlah
10 orang. Cukup diisi oleh 1 orang saja. Jadi QR code ini bisa digunakan oleh
pihak mal untuk mengikuti batasan jumlah pengunjung yang diperbolehkan
pemerintah,” jelas Ellen.

Ellen
kembali menegaskan bahwa registrasi ini bukan untuk contact tracking Covid-19,
melainkan untuk perhitungan jumlah pengunjung, sesuai dengan Pergub 51/2020.
“Yang jelas QR code ini bukan alat untuk contact tracing Covid-19,”
kata Ellen.

Senada
dengan Ellen, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI
Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menyatakan QR code (scan barcode) sebelum memasuki
pusat perbelanjaan atau mal bukanlah untuk melacak kasus Covid-19.

Dia
menyebut QR tersebut guna mempermudahkan pengelolaan mal untuk menghitung
jumlah pengunjung yang datang. Sebab jumlah pengunjung harus dibatasi atau
tidak boleh lebih dari 50 persen.

“Sebagian
mal ada yang melakukan modifikasi dengan sistem QR code, di mana tujuannya
untuk people counting sehingga sesuai protokol kesehatan akan bisa diketahui
secara langsung jumlah pengunjung,” kata Cucu saat dihubungi, Senin
(15/6).

Berdasarkan
penjelasan tersebut, maka klaim pesan berantai tidak benar. Oleh sebab itu,
konten pesan berantai itu masuk ke dalam kategori Misleading Content atau
Konten yang Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1211424405856759/

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4279835/viral-wajib-scan-kode-qr-saat-masuk-mal-ini-kata-pengelola

https://www.merdeka.com/jakarta/scan-barcode-di-mal-jakarta-untuk-hitung-jumlah-pengunjung-bukan-lacak-covid-19.html

https://republika.co.id/berita/qc08jz328/embarcodeem-masuk-mal-bukan-untuk-lacak-covid19

[SALAH] “Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode”
[SALAH] “Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode”
[SALAH] “Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode”
[SALAH] “Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode”

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here