[SALAH] Ungkapan Hati BJ Habibie Soal Akhirat

167

[SALAH] Ungkapan Hati BJ Habibie Soal Akhirat

Tulisan yang
beredar bukan merupakan tulisan dari Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie),
Presiden Ke-3. Tulisan tersebut merupakan tulisan dari Henmaidi Alfian. Beliau
sudah memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Tulisan bertajuk “Kalaulah
Sempat” ditulisnya pada tahun 2016.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori: Imposter
Content

=====

Sumber: Whatsapp,
Facebook, Portal Daring, dan Pertanyaan Anggota FAFHH (@Ahmadillah Ahmadillah)

https://nonstopnews.id/post/ini-ungkapan-hati-bj-habibie-soal-akhirat-yang-bikin-merinding

Archive:

https://archive.fo/AA57v

https://web.archive.org/web/20190913011046/https://nonstopnews.id/post/ini-ungkapan-hati-bj-habibie-soal-akhirat-yang-bikin-merinding

=====

Narasi:

REALITA …..

BJ HABIBIE

Ternyata kembali
ke nol …. tidak ada yang dapat 
dibanggakan didunia ini 😭😭😭😭                       

Ungkapan Hati BJ
Habibie soal akhirat  yang bikin
merinding

8 Jan 2019

NONSTOPNEWS.ID –
Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah
hidupnya.

SAAT KEMATIAN ITU
KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ?
Renungan utk kita semua !!!!

——————–(
by BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan “Saya diberikan
kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat
terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk
umat .Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu
Agama.” )

Sepi penghuni…

Istri sudah
meninggal… 

Tangan menggigil
karena lemah…

Penyakit
menggerogoti sejak lama…

Duduk tak enak,
berjalan pun tak nyaman… Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama
menemani beserta seorang pembantu…

Tiga anak, semuanya
sukses… berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri…

» Ada yang
sekarang berkarir di luar negeri… »

Ada yang bekerja
di perusahaan asing dengan posisi tinggi… »

Dan ada pula yang
jadi pengusaha …

Soal Ekonomi, saya
angkat dua jempol » semuanya kaya raya…

Namun….

Saat tua seperti
ini dia “merasa hampa”, ada “pilu mendesak” disudut
hatinya..

Tidur tak
nyaman…

Dia berjalan
memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh
kenangan […] (dilanjutkan di bagian CATATAN setelah REFERENSI)

=====

Penjelasan:

Viral pesan
berantai yang diklaim sebagai tulisan terakhir Presiden Ke-3 Republik
Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie). Isi pesan tersebut terkesan
puitis dan menyentuh siapapun yang membacanya. Sebab, isi pesan itu mengulik
perihal kehidupan setelah kematian.

Melalui hasil
penelusuran, diketahui bahwa isi pesan tersebut bukan ditulis oleh BJ Habibie. Tulisan
tersebut merupakan hasil tulisan dari Henmaidi Alfian, seorang Motivator. Dalam
akun Facebook pribadinya, ia menyatakan bahwa tulisan viral yang beredar
mengatasnamakan BJ Habibie merupakan tulisannya. Berikut kutipan
klarifikasinya:

[…] KLARIFIKASI:
Bukan Tulisan Alm Pak BJ. HABIBIE

Bismillah,

Sekarang beredar
broadcast/ share sebuah tulisan berjudul “KALAULAH SEMPAT” yang mencantumkan
seakan-akan itu pidato almarhum Bpk. Habibie.

Berikut klarifikasinya:

1. Itu adalah
tulisan saya (Henmaidi, domisili di Padang), bukan tulisan atau pidato dari
almarhum.

2. Tulisan itu
hanya rekaan, kontemplasi untuk self reminder untuk diambil hikmahnya.

3. Tulisan itu
saya ditulis tahun 2016. Pertama dibagi di awal 2016 via WA untuk berbagi
renungan dengan Judul “KALAULAH SEMPAT” dan sama sekali tidak menyebut tentang
almarhum Habibie. Tulisan versi aslinya ada pada link berikut.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10206163811875654&id=1274492390

4. Tulisan menjadi
viral ketika ada orang lain yang mengcopy dan menempelkan gambar almarhum Bpk.
Habibie, dan tersebar seakan ini adalah tulisan beliau, atau pidato almarhum di
Cairo.

5. Isi tulisan itu
akan sangat menohok keluarga Pak Habibie, seakan-akan Pak Habibie merasa
kesepian dan jauh dari anak cucunya di usia tua. Meski bukan kami yang
mengaitkan dengan dengan almarhum, maka SAYA MOHON MAAF kepada keluarga besar
Bpk HABIBIE akibat ketidaknyaman karena beredarnya tulisan itu.

6. Teriring doa
Kami untuk Beliau. Allahummaghfirlahu, warhamhu wa’afihi, wa’fuanhu. Semoga
semua keluarga diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah. Amin Yaa Rabbal
‘alamiin.

Wassalam, Padang,
12 September 2019

Henmaidi […]

Henmaidi pun
memberikan bukti postingan lamanya yang juga berupa klarifikasi di tahun 2016. Dengan
demikian, klaim bahwa tulisan “Kalaulah Sempat” merupakan tulisan BJ Habibie
merupakan klaim yang salah.

Selain itu,
perihal nukilan pernyataan Habibie yang disematkan di awal pesan tersebut juga kurang
tepat. Pada video berjudul “Ceramah Umum BJ Habibie di Cairo” yang diunggah
pada 6 Juni 2011, pernyataan Habibie tidak seperti yang ada dalam kalimat
pembuka pesan tersebut. Pada menit 10.27 hingga 11.18, pernyataan Habibie ialah
mengenai pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan Iman dan Taqwa
(Imtaq) seimbang dalam diri manusia. Berikut kutipan transkripsinya:

[…] Saya sering
mengatakan, kalau Allah, Hey Bacharudin sini. Kamu boleh pilih. Hanya boleh
pilih. Imtaq atau Iptek, sekarang pilih tak boleh dua-dua. Saya sekejap
mengatakan, saya Imtaq. Tapi Allah, kalau Kamu perkenankan, kasih saya
dua-duanya dalam keadaan yang seimbang dan berikan kemampuan saya untuk
meningkatkan kedua-duanya sepanjang masa. Dan saya beruntung, Allah memberikan
dua-duanya. […]

Dari transkripsi
itu dapat diketahui bahwa BJ Habibie menginginkan keseimbangan antara Iptek dan
Imtaq dalam diri seseorang. Selain itu, dalam kutipan pidato Habibie di Kairo
pun tidak ditemukan bagian yang sama seperti pernyataan di awal tulisan. Dengan
demikian, klaim pernyataan di awal pesan tersebut juga meleset.

Berdasarkan hasil
penjelasan tersebut, maka pesan berantai yang telah viral tersebut masuk ke
dalam kategori Imposter Content. Tulisan itu bukanlah tulisan BJ Habibie.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/975874852745050/

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10214900686092049&id=1274492390

https://www.scribd.com/fullscreen/57265934?access_key=key-w4meayo7v0ndqsuhnoz&fbclid=IwAR2bxdAjUwR20hTrrE8QmMj81QvY7X_jmjrXLMwCypWXXM1Shhe_tNbE3JA

https://www.liputan6.com/health/read/4060498/bj-habibie-ingin-pelajar-indonesia-di-luar-negeri-kembali-ke-tanah-air

=====

Catatan:

[…] Di rumah yang
besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang
berbunyi teratur…

Punggungnya terasa
sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya….

Dari sudut mata
ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya

Tapi semua anak
nya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain…

Ingin pergi ke
tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan….

Sudah terlanjur
melemah…

Begitu lama waktu
ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak…

sepanjang waktu
….  

Laki-laki renta
itu, barangkali adalah Saya… atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan
ini suatu saat nanti_

Hanya menunggu
sesuatu yg tak pasti…

yang pasti
hanyalah KEMATIAN.

Rumah besar tak
mampu lagi menyenangkan hatinya…_

Anak sukses tak
mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC…

Cucu-cucu yang
hanya seperti orang asing bila datang…_

Asset-asset
produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika
malaikat “datang menjemput”, akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan
memandikan ?

Dimana akan
dikuburkan ??

Sempatkah anak
kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan
dibawa ke akhirat nanti?

Rumah akan di
tinggal, asset juga akan di tinggal pula…

Anak-anak entah
apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???

Sedang ibadah
mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???

Apa lagi jika anak
tak sempat dididik sesuai tuntunan agama??? 
Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja…_

“Kalau lah
sempat” menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti
Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya…

“Kalau lah
sempat” dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang
selalu datang…… 

“Kalau lah
sempat” memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai
oleh orang yang memerlukan….. 

“Kalau lah
sempat” membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai
taulan…

Kalau lah kita
tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi “Amal
Penolong” nya …

Kalaulah dahulu
anak disiapkan menjadi ‘Orang yang shaleh’, dan ‘Ilmu Agama’ nya lebih
diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan ‘Terbangun Malam’, ‘meneteskan air mata’ mendoakan orang tuanya.




Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here