[SALAH] Vaksin Penyebab Autis – TurnBackHoax

23

[SALAH] Vaksin Penyebab Autis - TurnBackHoax

Isu vaksin
penyebab autis sudah beredar sejak lama dan sudah sering dibantah. Direktur
Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung
Sugihantono, M.Kes mengatakan, narasi yang ada dalam pesan itu tidak benar. “Itu
berita hoaks sejak tahun 2015 yang lalu,” kata Anung.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori: Misleading
Content/
Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Whatsapp
dan Facebook

Mohon disebarne untuk Amancu ( anak, mantu dan cucu )*”Vaksin Penyebab AUTIS”*Buat para Pasangan MUDA. Oom dan Tante…

Posted by Ega on Monday, January 20, 2020

Archive:

https://archive.md/zSXxD

=====

Narasi:

Mohon disebarne
untuk Amancu ( anak, mantu dan cucu )

*”Vaksin
Penyebab AUTIS”*

Buat para Pasangan
MUDA. Oom dan Tante yg punya keponakan… atau bahkan calon ibu … perlu nih
dibaca ttg autisme. Bisa di share kpd yg masih punya anak kecil spy ber-hati2.
Stlh kesibukan yg menyita waktu, baru skrg sy bisa dpt waktu luang membaca buku
“Children with Starving Brains” karangan Jaquelyn McCandless,MD yg
(terjemahannya) diterbitkan oleh Grasindo.

Ternyata buku yg
sy beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50.000,-itu benar2 membuka mata sy,
dan sayang sekali baru terbit stlh anak sy Joey (27 bln) didiagnosa mengidap
Autisme Spectrum Disorder.

Bagian satu, bab
3, dari buku itu benar2 membuat sy menangis.

Selama 6 bln
pertama hidupnya (Aug 2001-Feb 2002), Joey memperoleh 3x suntikan vaksin
Hepatitis B, dan 3x suntikan vaksin HiB. Menurut buku tsb (hal 54-55) ternyata
dua macam vaksin yg diterima anak sy dlm 6 bln pertama hidupnya itu positif
mengandung zat pengawet, “Thimerosal”, yg terdiri dr Etilmerkuri yg menjadi penyebab
utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yg meledak sejak awal thn 1990 an.
Vaksin yg mengandung Thimerosal itu sendiri sdh dilarang di Amerika sejak akhir
thn 2001.

Alangkah sedihnya
sy, anak yg sy tunggu kehadirannya selama 6 thn, dilahirkan dan divaksinasi di
sebuah rumahsakit besar yg bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang,
dgn harapan memperoleh treatment yg terbaik, ternyata malah
“diracuni” oleh Mercuri dgn selubung vaksinasi.

Beruntung sy msh
bisa memberi ASI sampai skrg, sehingga Joey tdk menderita Autisme yg parah.
Tetapi tetap saja, sampai skrg dia blm bicara, hrs diet pantang gluten dan
casein, hrs terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya hrs dibarengi dgn diet supplemen
yg keseluruhannya sangat besar biayanya.

Melalui e-mail ini
sy hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Dep
Kesehatan, tolonglah baca buku tsb dan tolong musnahkan semua vaksin yg msh
mengandung Thimerosal. Jgn sampai (dan bukan tdk mungkin sdh terjadi) sisa stok
yg tdk habis di Amerika Serikat tsb di ekspor dgn harga murah ke Indonesia dan
dikampanyekan sampai ke puskesmas2 spt contohnya vaksin Hepatitis B, yg skrg
sedang giat2 nya dikampanyekan sampai ke pedesaan.

Kpd para orang tua
dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dgn menolak
vaksin yg mengandung Thimerosal tsb, cobalah bernegosiasi dgn dokter anak kita,
minta vaksin Hepatitis B dan HiB yg tdk mengandung Thimerosal.

Juga tolong e-mail
ini diteruskan kpd mereka yg akan menjadi orang tua, agar tdk mengalami nasib
yg sama spt sy.

Sekali lagi, jgn
sampai kita kehilangan satu generasi anak2

penerus bangsa,
apalagi jika mereka datang dr keluarga yg berpenghasilan rendah yg utk makan
saja sulit apalagi utk membiayai biaya terapi supplemen, ABA, Okupasi, dokter ahli
Autisme (yg daftar tunggunya sampai ber-bulan2) , yg besarnya sampai jutaaan
Rupiah perbulannya.

Terakhir, mohon
doanya utk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman2 senasibnya di Indonesia yg
skrg sdg berjuang membebaskan diri dr belenggu Autisme.

“Let’s share
with others… Show them that WE care !” Persiapan kita utk cucu ya….

=====

Penjelasan:

Beredar melalui
Whatsapp dan Facebook informasi yang menyebutkan bahwa vaksin dapat menyebabkan
autisme. Dalam informasi yang beredar itu disebutkan penyebab autisme itu
lantaran adanya zat thimerosal di dalam vaksin.

Berdasarkan hasil
penelusuran diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Direktur Jenderal
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung
Sugihantono, M.Kes mengatakan, narasi yang ada dalam pesan itu tidak benar.
Pada tahun 2015, pesan ini juga pernah disebarkan ke masyarakat.

“Itu berita
hoaks sejak tahun 2015 yang lalu,” kata Anung

Pada tahun 2015,
pihak Kemenkes sudah pernah mengeluarkan klarifikasi tentang vaksin penyebab autis.
Klarifikasi itu diberikan melalui sebuah surat resmi Kemenkes.

Kemenkes
menyatakan, thimerosal telah digunakan secara luas dalam berbagai sediaan
farmasi, seperti vaksin, antibodi buatan atau imonoglobulin, antiserum, dan
obat tetes mata untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme terhadap vaksin.

“Juga
berfungsi sebagai stabilisator dan meningkatkan imunogenitas (kemampuan
imunitas) vaksin,” demikian bunyi keterangan resmi Kemenkes.

Kemenkes
menyebutkan, ada pembuktian ilmiah yang mendukung thimerosal tidak berhubungan
dengan timbulnya autisme. Hal ini telah dipublikasikan sejak tahun 2002.

“Belum ada
bukti yang mendukung bahwa thimerosal pada vaksin berpengaruh terhadap
perkembangan syaraf anak/terhadap gangguan sistem syaraf,” demikian
Kemenkes.

Bantahan lain juga
disampaikan oleh Pakar Tumbuh Kembang Anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K),
M.Si. Ia Menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar. Prof. Soedjatmiko
mengungkap kabar itu disebarkan oleh peneliti mantan dokter bedah Andrew
Wakefield yang melakukan penelitian dengan beberapa anak.

Anak-anak itu
disebut Wakefield menjadi autis lantaran menerima vaksin, tapi setelah diaudit
Wakefield ternyata melakukan sejumlah kecurangan dan kekeliruan dalam
penelitiannya.

“Tapi
ternyata setelah di audit, dari 18 itu, 5 sudah autis sebelum diimunisasi, yang
sisanya ternyata setelah di follow up tidak autis,” ungkap Prof.
Soedjatmiko

Setelah terbukti
melakukan manipulasi dalam penelitian, Wakefield juga dinyatakan telah
melanggar etika sebagai dokter, yang akhirnya izin praktiknya sebagai dokter di
Inggris dicabut. Penelitian Wakefield jadi satu-satunya penelitian yang
menyatakan ada korelasi antara vaksin dan autisme. Di sisi lain, ada lebih dari
40 penelitian lain yang menyatakan tidak ada korelasi vaksin dengan autisme.

“Kakak
beradik disuntik vaksin, adiknya menderita autis, kakaknya enggak tuh baik-baik
aja. Kalau vaksin menyebabkan autis, berarti setiap tahunnya ada 3 juta bayi
autis, jadi nggak ada itu (kabar) hoaks,” tegas Prof. Soedjatmiko.

Sementara itu,
hingga kini belum diketahui mengapa seorang anak menderita autis. Profesor yang
mengajar di Universitas Indonesia itu menilai ada berbagai faktor seorang anak
menderita autisme salah satunya orang tua dengan penyakit kejiwaan, kekurangan
nutrisi saat hamil, dan kelahiran belum waktunya.

“Autis
faktornya banyak sekali, belum diketahui dengan pasti, tapi diduga mulai dibawa
keturunan dari orang tua, mempunyai kelainan kejiwaan berpotensi mempunyai anak
autis,” ungkapnya.

“Atau lama
hamil kekurangan zat jutrisi tertentu, bukan otomatis (menderita autis) ya,
hanya berpotensi anaknya autis, atau bayi yang lahir kurang bulan, juga
berpotensi menjadi autis, apalagi dalam keluarga besar ada sakit jiwa. Selama
ibunya hamil kurang nutrisi bayinya berat lahir rendah itu lebih besar lagi
potensi menjadi autis,” tutupnya.

Berdasarkan hal
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa informasi yang menyebutkan vaksin
menyebabkan autisme adalah salah. Atas dasar itu, maka konten informasi yang
tersebar masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang
Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1096009037398297/

https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/04/072900165/-hoaks-kandungan-thimerosal-dalam-vaksin-sebabkan-autisme?page=all

https://tirto.id/vaksin-sebabkan-autisme-itu-hoaks-dan-ada-asal-usulnya-dlWg

https://nextren.grid.id/read/011974548/kemenkes-pastikan-broadcast-tentang-vaksin-bikin-autis-adalah-hoaks?page=all

https://www.suara.com/health/2019/11/02/070500/penelitian-vaksin-sebabkan-autisme-hoax-pakar-beberkan-alasannya

[SALAH] Vaksin Penyebab Autis - TurnBackHoax
[SALAH] Vaksin Penyebab Autis - TurnBackHoax
[SALAH] Vaksin Penyebab Autis - TurnBackHoax
[SALAH] Vaksin Penyebab Autis - TurnBackHoax
[SALAH] Vaksin Penyebab Autis - TurnBackHoax
[SALAH] Vaksin Penyebab Autis - TurnBackHoax




Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here