[SALAH] Video “DI BALIK COVID-19/CORONA TERNYATA ISI NYA SUDAH HABIS”

26

[SALAH] Video “DI BALIK COVID-19/CORONA TERNYATA ISI NYA SUDAH HABIS”

Video
yang diunggah oleh akun Youtube @SemuaAdadiSini merupakan peristiwa yang
terjadi pada tahun 2018. Video tersebut diunggah jauh sebelum virus corona atau
Covid-19 muncul.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
MISLEADING CONTENT

===

SUMBER: YOUTUBE dan FACEBOOK

===

NARASI:

“DI
BALIK COVID-19/CORONA TERNYATA ISI NYA SUDAH HABIS”

“Mati coved 19 peti tk boleh di bukak…😁
Sesudah di bukak peti nya organ tubuh nya habis di
ambil..hati” kepada kluarga nya yang meninggal di RS cek dulu mayat nya 😭😭🙏🙏”

===

PENJELASAN:
Melalui situs web berbagi video Youtube, beredar sebuah video yang berjudul “DI
BALIK COVID-19/CORONA TERNYATA ISI NYA SUDAH HABIS”. Dalam video tersebut terlihat
beberapa anggota keluarga tengah menangis di samping jenazah yang pada perutnya
terdapat luka bekas jahitan. Video yang diunggah oleh akun Youtube @SemuaAdadiSini
pada 7 Juni 2020 itu telah disaksikan lebih dari 100 ribu kali oleh pengguna Youtube
lainnya.

Video
tersebut kian tersebar, setelah dibagikan ulang oleh akun Facebook
@MamakuAsriAni pada 8 Juni 2020. Akun @MamakuAsriAni membagikan ulang dengan
disertai narasi bahwa peti mati seseorang yang meninggal akibat Covid-19 tidak
boleh dibuka karena organ tubuhnya sudah diambil. Hingga saat ini, unggahan
@MamakuAsriAni telah direspon oleh lebih dari 70 pengguna Facebook lainnya dan
dibagikan sebanyak 70 kali.

Namun
pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa judul dan narasi yang
menyebut bahwa organ pasien meninggal Covid-19 diambil adalah tidak benar. Faktanya,
kejadian yang menimpa orang dalam video tersebut bukan dikarenakan oleh
Covid-19. Melansir dari akun Youtube resmi milik tribunnews.com, pemberitaan
terkait video tersebut diunggah pada 23 April 2018 dengan judul “Keluarga
Ngamuk dan Minta Organ Dikembalikan, Ternyata Jecky Payow Dibunuh karena hal
Sepele”.

Jika
melansir dari akun Youtube milik Tribunnews.com, diketahui bahwa video tersebut
tidak berkaitan dengan Covid-19. Sementara melansir dari pemberitaan milik
inews.id pada 23 April 2020 diketahui bahwa jenazah dalam video tersebut adalah
Geraldy Jecky Payow, warga Mamiri Lama, Kecamatan Poigar, Bolaang Mongondow. Jecky
Payow merupakan korban penikaman yang terjadi di sebuah indekos di wilayah
Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Korban  yang sudah tidak bernyawa, kemudian dilarikan
ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Jika
melihat dari pemaparan yang ada, maka unggahan yang menyebut bahwa video jenazah
tersebut meninggal akibat virus corona dan diambil organ tubuhnya adalah tidak
sesuai dengan fakta. Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori misleading
content atau konten yang menyesatkan. Misleading content sendiri terjadi akibat sebuah konten dibentuk
dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten
jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai
dengan kehendak pembuat informasi.

===

REFERENSI:

https://regional.inews.id/berita/viral-video-keluarga-korban-pembunuhan-marah-dan-rusak-ruang-jenazah

https://akurat.co/id-204557-read-tak-terima-autopsi-keluarga-korban-penikaman-minta-organ-dalam-dikembalikan-

http://archive.fo/cDQjY

http://archive.fo/r9hGK


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here