[SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”

14

[SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”

Berdasarkan klarifikasi
dari pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), pria bermasker yang
kejang-kejang pada video bertanggal 19 Maret 2020 mengalami sakit lambung. “Setelah
mendapat perawatan di pos kesehatan, pengguna mengaku memiliki riwayat sakit
lambung, dan malam itu yang bersangkutan telat makan,” kata VP Corporate
Communications KCI Anne Purba.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori: Misleading
Content/
Konten yang Menyesatkan.

=====

Sumber: Twitter

[SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”

Archive:

https://archive.fo/OWXOL

=====

Narasi:

“Innalillahi,

@CommuterLine itu
emang paling rawan penularannya”

=====

Penjelasan:

Beredar cuitan video
seorang pria bermasker tengah kejang-kejang di dalam kereta. Dalam narasi di-mention
akun @CommuterLine dan disertai narasi ‘emang paling rawan penularannya.’ Cuitan
itu tertanggal 19 Maret 2020.

Melalui hasil
penelusuran, pria bermasker yang kejang-kejang dalam video tidak kambuh atau
tertular suatu penyakit. Hal itu diketahui dari klarifikasi pihak PT Kereta
Commuter Indonesia (KCI).

VP Corporate
Communications KCI Anne Purba mengklarifikasi bahwa PT KCI membantu penumpang
yang mengalami kejang pada saat Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan akhir Bogor
memasuki Stasiun Pondok Cina pada pukul 21.00 WIB, Rabu.

“Setelah
mendapat perawatan di pos kesehatan, pengguna mengaku memiliki riwayat sakit
lambung, dan malam itu yang bersangkutan telat makan,”  kata VP Corporate Communications KCI Anne
Purba dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam, 18 Maret 2020.

Menurut Anne,
setelah diberi minum air hangat dan obat, penumpang KRL tersebut pulih.
“Kemudian keluar dari stasiun untuk melanjutkan perjalanan pulang,”
katanya.

Anne mengimbau, dalam
situasi darurat bencana non-alam wabah virus Corona seperti saat ini PT KCI
meminta semua pihak tidak asal membuat dokumentasi dan menyebarkannya melalui
berbagai media sosial maupun aplikasi pesan baik secara sengaja maupun tidak.

Ia pun mengingatkan,
tanpa penjelasan yang benar dan lengkap, mereka yang menyebarkan foto atau
video semacam ini dapat terjerat pada penyebaran berita bohong, fitnah, maupun
misinformasi dan disinformasi yang mengganggu kepentingan publik.

“Tindakan ini
tentu berlawanan dengan Undang Undang no. 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik (UU ITE),” kata Anne.

Untuk itu, Anne mengajak
masyarakat pengguna KRL untuk mengutamakan membantu sesama pengguna. “KCI
mengajak masyarakat terutama para pengguna KRL untuk mengutamakan membantu
sesama pengguna dan segera memberi tahu kepada petugas,” kata Anne.

Berdasarkan
penjelasan tersebut, konten video pada cuitan sumber bukan memperlihatkan pria
sakit tertular di KRL. Pria tersebut mengalami sakit lambung dan sudah
ditangani oleh pihak PT KCI. Berdasarkan hal tersebut, maka konten tersebut
masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1138614306471103/

http://archive.md/hLqUI#selection-1407.1-1407.342

https://www.antaranews.com/berita/1365794/kci-bantu-penumpang-kejang-di-stasiun-pondok-cina-tepis-isu-covid-19

https://metro.tempo.co/read/1321298/penumpang-krl-kejang-di-stasiun-pondok-cina-kci-bukan-corona/full&view=ok

https://www.suara.com/news/2020/03/19/110025/bantah-corona-kci-sebut-pria-bermasker-kejang-kejang-karena-telat-makan

https://www.dream.co.id/dinar/penumpang-kejang-di-krl-kci-sebut-telat-makan-2003196.html

[SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”
[SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”
[SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”
[SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”
[SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here