[SALAH] “warga Puruk cahu murung raya desa mangkuhui positif covid-19 kabur”

15

[SALAH] "warga Puruk cahu murung raya desa mangkuhui positif covid-19 kabur"

Kepolisian
Barito Utara dan Wakil Bupati Murung Raya menjelaskan bahwa informasi tersebut
tidak benar. Pasalnya warga yang dikabarkan kabur tersebut saat ini sedang
dalam perawatan di RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya. Akibat perbuatannya
menyebarkan informasi palsu, pihak kepolisian pun akhirnya mengamankan pria
berinisial AL untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
FALSE CONTEXT

===

SUMBER:
MEDIA SOSIAL FACEBOOK

===

NARASI:
“warga Puruk cahu murung raya desa
mangkuhui positif covid-19 kabur”

===

PENJELASAN:
Melalui media sosial Facebook, pria berinisial AL mengunggah informasi yang
menyebut bahwa seorang pasien positif corona atau Covid-19 kabur dari perawatan
tim medis. Unggahan tersebut sontak langsung membuat warga Barito Utara, Kalimantan
Tengah terkejut.

Menanggapi
adanya informasi yang meresahkan di masyarakat, kepolisian setempat pun
langsung mengambil tindakan. Melansir dari beritasampit.co.id, kepolisian
Barito Utara akhirnya mengamankan seorang warga yang diketahui merupakan
penyebar dari informasi perihal kaburnya pasien postif Covid-19. Kapolres Barito
Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma melalui bagian Humasnya menegaskan bahwa
informasi tersebut adalah palsu alias hoaks.

“Ya
kita tadi panggil yang bersangkutan, atas nama Agus ke Mapolres Untuk
mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan administrasi,” pungkas Paur Subag
Humas Bripka Riyanto.

Fakta
tersebut diperkuat dengan adanya klarifikasi yang diberikan oleh Wakil Bupati
Murung Raya, Rejikinoor yang senada dengan kepolisian Barito Utara. Pada
keterangannya, Wabup Rejikinoor menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak
benar adanya.

“Tidak
benar kalau dikatakan kabur,” terangnya.

Atas
perbuatannya menyebarkan informasi palsu, warga Desa Lemo yang diketahui
berusia 37 tahun tersebut akhirnya dipanggil oleh pihak berwajib. AL pun diminta
untuk membuat video klarifikasi permintaan maaf dan surat bermaterai 6.000.

“Kalau
mengulangi, maka konsekuensinya akan dikenakan pidana UU ITE dan perbuatan
tidak menyenangkan juga,” tegasnya.

===

REFERENSI:




Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here