The news is by your side.

Spiritual Akal Sehat

Spiritual Akal Sehat | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratSpiritual keagamaan kita berpijak pada keislaman, ketauhidan, dan kemaslahatan untuk umat, serta menunjukan kebermanfaatan diri kita untuk dirasakan orang lain, dengan tetap membangun kejuhudan personal, keikhlasan dalam membantu, berpikir yang membangun kesadaran pada sesama, dengan memunculkan spirit dan dorongan kesadaran baru bagi orang lain.

Dimana pendapat, saran, pandangan kita, dirasa sangat orang lain butuhkan, dan apa yang menjadi hujjah kita, mampu menyadarkan manusia dari kejumudan berpikirnya, yang menyebabkan bertemunya ia dengan kita, bisa membuka cakrawala keimanan yang sehat, dan paradigma baru dalam berkeyakinannya, mengalami pergeseran kwalitas iman menjadi lebih baik, jauh dari kesesatan, jauh dari pembelokan akidah.

Inilah jenis spiritual sehat, yang membangun kesadaran berpikir, kesadaran dalam bertauhid yang lebih berkwalitas…yang dapat membangun kepribadian muslim yang hebat kedepannya.

Mengapa spiritual akal sehat ini dikedepankan ?

Manusia yang berpikiran sempit, picik, dan kurang pengalaman, serta berpemahaman, sangat mudah sekali dipengaruhi, dan dibelokan akidahnya, tercuci otaknya, tak kala ia bertemu pengiat spiritual dalam tanda petik, paranormal, dukun, atau pengiat kelenik.
Apalagi jika pengiat kelenik ini sudah berbaju gamis, atau tampil bak Gus-gus, bak Khyai, dalam wujud tampilannya dengan memakai jubah ulama, yang terlihat keagamisannya yang menyilaukan dan tampak kharismatik.

Kita jangan silau dan tertipu oleh itu !

Yaa bisa jadi mereka 3 macam orang yang disebutkan diatas itu, memang memiliki kemampuan bathin tinggi, memiliki kepekaan firasat, mereka bisa menerka, menerawang kita, bahkan tau rahasia-rahasia kita.

Apakah lantas itu akan mencengangkan kita ?
Pastinya untuk yang cepat lupa pada akidah, kita terpana, terpesona, dan langsung jatuh cinta.

Mengapa mereka seakan tahu rahasia-rahasia kita ?

Ingatlah !
Syaitan selalu mencuri dengar berita dari langit !

Maka keberadaan kita di bumi, kesaharian kita, bagaimana kita, selain Allah yang memantau, kitapun di pantau Syaetan, Jin yang ada di lingkungan kita…

Maka pantas, apa yang kita simpan sebagai rahasia, syaetan, atau Jin yang ada di sekeliling kita, bisa melaporkan pada pengiat Kelenik ini, karena mereka sudah bersekutu dengannya.

Dengan adanya berita dari sekutunya para Jin, maka pengiat kelenik ini bisa memainkan pikiran, perasaan, dan akan mencuci otak kita hingga kewarasan berpikir sehat kita hilang.

Jika sudah hilang kewarasan kita, semua dokrin dari mereka akan di anggap oleh kita sebagai sabda Tuhan…kita sudah seperti kerbau di cocok hidungnya, manut, nurut, dan jadi bodoh luarbiasa.

Lalu tau kah apa yang terjadi kemudian…?

kita terperosok masuk dalam lubang yang dalam, terjerumus masuk pada kesyirikan, dimana kebodohan kita karena lebih percaya pada kelenik, dari pada Tuhan, menjadi sebuah kekhilafan yang tidak dapat di maafkan Tuhan.

Jika itu terus mendarah daging, kita lupa pada Gusti Allah yang Maha hebat, malah mencari sekutu dari selainnya, di jamin hingga diambil nyawanya, ia mati dalam kemusrikan, kejahiliyahan, suul khotimah matinya.

Lalu jika ia tersadar, balik bertaubat sebelum kematiannya, maka ada hidayah Allah baginya, dan ia termasuk orang yang oleh Allah selamatkan kehidupan di dunianya… subhanallah.

Spiritual akal sehat harus kita miliki.
Ciri spiritualis yang benar, kepanjangan tangan dariNya, merupakan anugrah bagi umat, ia pastinya, telah Allah Godog pemahamannya, sehingga ia faham sisi mana yang jadi pembatas, dan ia sendiri tak lebih dari manusia biasa yang doanya Allah dengar.

Sehingga yang keluar dari bicaranya, ia tak melebihi keilmuannya, derajatnya, dari Nabi kita, Muhammad SAW yang agung.

Lantas jika ada yang bicaranya kemudian merasa sudah jauh tingkatannya dari Nabi kita, Maqomnya melebihi dari Nabi kita, bagaimana pun ia mampu menunjukan kesaktiannya, seperti para wali, sebaiknya jauhi, hindari, dan abaikan…kita tak perlu mendekat, tak perlu merapat, dan bahkan jangan mengundangnya !

Jika kita mau selamat dunia akhirat, jauhi spiritualis macam itu.
Berteman boleh, tapi tak harus kita masuk sampai terjerumus.

Biarkan ia perkelana dengan pengalaman batinnya.
Dan orang semacam ini, ia terlena bahkan sampai beruban rambutnya, sampai bungkuk phisiknya, dan kemampuan hujjahnya bagai “bisa ular” yang mematikan.

Umur manusia terbatas, keuzuran akan di lewati, bahkan kematian sebagai pintu gerbang masuk ke alam lain adalah hal pasti.

Allah nanti yang akan menyaring, Allah nanti yang akan memfilter.
Manusia baik, selalu memiliki tempat terbaik, manusia musrik tempatnya sudah tersedia, neraka Jahim… Astaghfirullah !

Mari berspiritual dengan akal sehat.
Carilah manusia yang bisa menunjukan kita ke jalan yang benar, lurus, dan terang, dimana kita terbangun semangat batiniahnya dengan menjadi sosok utama yang kuat prinsip, dan kuat memegang akidah ke Islaman kita.

Jauhi manusia yang mampu menunjukan jalan kegelapan, jalan samar yang mencelakakan, walau sehebat apapun ia menunjukan kesaktiannya, jika bicaranya sudah ngawur, ngelantur, merasa lebih hebat Maqom derajatnya dari Nabi, sebaiknya hindari jangan berdekatan dengannya.

Ada wali Allah, ada wali Syaetan.
Keduanya sangat serupa, pembedanya bak setipis kulit bawang.
Jika kita tak memiliki radar iman, tak cukup akal sehat buat mencerna…mohon pada Allah agar kita selalu di selamatkan dunia akhirat kita.

Hanya pada Allah kita kembali.
Hanya dengan Ilmu dari Nabi kita terselamatkan.
Semoga kebenaran selalu menerangi, dan kegelapan di jauhi dari batin kita, aamiin.

Semoga bermanfaat
Bambang Melga Suprayogi M.Sn

Leave A Reply

Your email address will not be published.