Virus Radikalisme

Indonesia mempunyai sebuah dasar yaitu pancasila, falsafah dan pandangan hidup bangsa menjadi senjata terbaik bagi masyarakat dalam menghadapi virus radikalisme. Ada sila yang harus kita resapi untuk mencegah pengaruh paham radikalisme, yaitu silakan pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Selama saya hidup tidak ada agama mengajarkan tentang radikalisme. Sehingga kalau sila pertama ini sudah meresap di dalam jiwa masyarakat, maka tidak akan ada yang namanya terorisme maupun radikalisme,” ujar Mahasiswa STIT NU Al Farabi Pangandaran, Tian Kadarisman dalam keterangannya, Selasa (12/01/2021).
Tian berpendapat bahwa semua agama telah mengajarkan kepada para umatnya untuk kasih sayang dan saling mengasihi sesama manusia. Dia juga menyampaikan kalau masyarakat benar-benar memahami dan mengamalkan Pancasila, maka Indonesia akan terbebas dari paham radikalisme.
“Jadi kita harus kembali kepada Pancasila. Karena Pancasila ini sebagai dasar negara, sebagai pegangan kita bersama, serta sebagai arah berbangsa dan bernegara. Insya Allah tidak akan terjadi itu yang namanya terorisme ataupun radikalisme,” tuturnya.
Lebih lanjut Alumni SMK Bakti Karya Parigi ini mengungkapkan, bahwa Pancasila sebagai falsafah bangsa dan juga ideologi yang pada hakekatnya menghendaki keadilan.
“Dalam Pancasila itu kita mengenalnya dengan sebutan Bhineka Tunggal Ika, walaupun kita bersuku-suku bangsa, berbeda agama, tetapi kita tetap bersatu, dan SMK Bakti Karya Parigi sedang menjalankan konsep Kelas Multikultural, dimana konsep ini mempersatukan berbedaan seperti yang dijelaskan diatas. Konsep ini mempersatukan perbedaan dan saling bisa memahami satu sama lain. Jadi sebenarnya nilai-nilai Pancasila itu sangat luhur sekali,” terangnya.
Oleh karena itu Tian pun juga mengungkapkan pentingnya pencegahan paham radikal terorisme di masyarakat terutama di kalangan anak muda. Dirinya menilai radikalisme itu sudah merupakan kejahatan yang sangat luar biasa.
Dia berharap agar ke depan seluruh masyarakat Indonesia bisa memahami dan menerapkan pancasila untuk mencegah paham radikalisme,” tandasnya.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.


