Wakil PM Turki Sebarkan Foto Hoax Rohingya

18
 Senin, 4 September 2017 | 18:18 WIB
Wakil PM Turki Sebarkan Foto Hoax Rohingya
VIVA.co.id – Krisis kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar, mendapat respons besar dari penjuru dunia. Sayangnya, tak semua foto yang beredar adalah foto asli. Sebagian besar adalah foto hoax.

Terutama di media sosial seperti Twitter dan Facebook, ratusan foto soal kondisi korban di Rakhine berseliweran. Kebanyakan foto dengan gambar yang mengenaskan. Penyebaran foto hoaks bahkan dilakukan oleh pejabat negara. Jika di Indonesia pelakunya adalah seorang mantan menteri, maka di Turki pelakunya adalah Wakil Perdana Menteri.

Diberitakan oleh BBC, pada 29 Agustus 2017, Wakil Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek menuntut agar komunitas internasional peduli dan segera mengambil tindakan atas kasus Rohingya, yang menurutnya adalah pembersihan etnis. Melalui akun Twitternya ia menulis: “There is a massacre against #Rohingya Muslims. Stop turning a blind eye to ethnic cleansing in #Arakan #Myanmar. Int’l community must act now.”

Tak ada masalah dengan tulisannya. Tapi foto-foto yang ia sertakan ternyata bukan foto-foto korban krisis kemanusiaan Rohingya. Unggahan Simsek lalu disebarkan ulang lebih dari 1.600 kali dan disukai lebih dari 1.200 pengguna Twitter.

Iklan Layanan Masyarakat

Dari empat foto yang ia unggah, BBC berhasil menelusuri sumber aslinya. Foto pertama, menurut BBC, adalah foto korban badai Topan Nargis pada Mei 2008. Sedangkan sumber lain mengatakan, kemungkinan foto itu adalah korban kecelakaan perahu di Myanmar. BBC hanya menemukan dua sumber itu. Tapi dipastikan foto itu sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu.

Untuk foto kedua, seorang perempuan yang menangisi seorang pria yang tewas terikat di pohon, justru berasal dari Aceh, Indonesia. Foto diambil tahun 2003 oleh seorang fotografer yang bekerja di Reuters. Foto ketiga, yang bergambar dua bayi menangisi jasad ibunya, ternyata kejadian di Rwanda, Juli 1994. Foto itu diambil oleh Albert Facelly, dan menjadi salag satu pemenang World Press Award. Sedangkan foto terakhir tak terlacak sumber aslinya, namun ditemukan di halaman sebuah situs yang meminta dana untuk korban banjir di Nepal, tahun ini.

Tak berapa lama setelah unggahannya tersebar, Simsek menerima kritik soal keaslian foto-foto tersebut. Sadar banyak yang mempertanyakan, tiga hari kemudian ia menghapus unggahan itu.

Sumber : Vivanews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here