The news is by your side.

DOSA, FITNAH DAN BENCANA

قال الثعلبى ، لما قتل هابيل تزلزلت الأرض وهي أول زلزلة وقعت فى الأرض وكانت فى اليوم تزلزل سبع مرات الى سبعة ايام من قتل هابيل وفى ذلك كسفت الشمس وهي أول كسوف وقع فى الدنيا

LTNNU Jabar, Zahro Diniyah  – ” Ats-Tsa’labi telah berkata : Ketika Habil dibunuh ( oleh Qabil ), bumi mengalami goncangan, dan itulah peristiwa gempa pertama kali yang terjadi di bumi. Gempa tersebut berulang hingga tujuh kali di setiap harinya dan berlangsung sampai tujuh hari dari kematian Habil. Dalam peristiwa tersebut matahari pun tertutup, dan saat itulah pertama kali gerhana matahari terjadi di belahan dunia.” ( Ibn Iyas dalam Kitab Bada’i az Zuhuur )

DOSA, FITNAH DAN BENCANA | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat
Foto, courtesy Kompas TV

Melihat kutipan Syaikh Ats-Tsa’labi di atas, tak bisa dipungkiri bahwa segala bentuk bencana yang terjadi di mayapada ialah buah dari keburukan yang dikerjakan oleh hamba bernama manusia. Gempa bumi pertama kali terjadi sebab pertikaian antara dua anak Adam yang berakhir dengan kematian. Banjir bandang pertama kali terjadi dari sebab pengingkaran Bani Rasib terhadap ajakan Nabi Nuh. Wabah binatang pertama kali terjadi di bumi dari sebab perundungan raja Namrudz terhadap nabi Ibrahim.


Follow Channel LTNNU Jabar di Whatsapp untuk mendapatkan update artikel terbaru. Klik Link ini >> Channel LTNNU Jabar


 

Maka, benar saja jika suatu musibah di satu penjuru daerah erat kaitannya dengan dosa para penduduknya. Tak terkecuali dengan bencana alam yang baru saja terjadi di wilayah Cianjur, yakni gempa bumi.

Akan tetapi, satu hal yang amat sangat disayangkan ialah, munculnya manusia-manusia hipokrit yang menjadikan suatu musibah sebagai camilan yang renyah untuk dimamah guna mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Mereka bergerak dengan begitu massif menaburkan berlembar-lembar kabar bohong untuk mempengaruhi sisi lemah manusia lewat sadisnya fitnah dunia maya.

Belum genap satu Minggu Cianjur dilanda gempa, sudah muncul beberapa statement negatif dari oknum ghoib tentang perilaku warga setempat yang konon ikut menjunjung perbuatan LGBT. Belum reda para korban dari trauma sudah diserang dengan fitnah adanya banyak pemurtadan di sekitar wilayah terdampak bencana.

Sebagai warga Cianjur itu sendiri, saya ikut sakit hati dan merasa tak habis pikir dengan munculnya para zombie-zombie nurani yang hobinya mengotak-atik aplikasi audio dan visual untuk menelurkan konten-konten khas para pembual. Terkadang sisi jahat saya muncul seraya berpikir, bagaimana jika kemudian bencana yang lebih pedih menimpa mereka sebab dosa-dosa dari mempublish kabar dusta ? Ah… semoga saja tidak.

Tentang dosa, semua orang itu punya. Baik yang terdampak bencana maupun tidak, namanya juga manusia. Saling mengingatkan itu perlu, sebagaimana Gusti Allah mengajari kita untuk tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, bukan tolong menolong dalam dosa dan pertikaian. Tapi yang paling mengerikan adalah, ketika kita mengatakan orang lain berdosa tepat di waktu yang sama saat kita merasakan bahwa kita bukan pendosa. Bukankan pendosa yang paling berdosa adalah mereka yang merasa tidak punya dosa dan hanya orang lain yang berdosa ? Ada yang seperti itu ? Banyak.

Ironisnya lagi, guna melegalkan tuduhan-tuduhan mereka terhadap dosa-dosa masyarakat Cianjur pada umumnya, mereka mengedit-edit beberapa adegan dari tanah antah berantah yang menyimpulkan bahwa ada beberapa anak sekolah yang menjadi korban pemurtadan para misionaris lewat misi memberi sumbangan. Pula mengangkat issue bahwa ada satu wilayah di Palalangon yang berhasil dimurtadkan hingga menjadi sebab turunnya bencana yang luar biasa. Lucu bukan ? Logat bicara anak sekolah yang terdengar asing itu entah dari mana mereka rampok dan mereka “renovasi” isinya. Issue di zaman Belanda pada sekitar tahun 1.800 an mereka cuatkan dengan rapi dan gila-gilaan.

Sudahlah tuan, kami memang tidak se-sholeh kalian. Tapi iman kami bukan seharga tenda dan mie instan seperti yang kalian tuduhkan. kami ini dilanda bencana alam. Banyak orang wafat tertimpa bangunan. Banyak warga yang kehilangan tempat tidurnya yang paling nyaman. Dan kalian ? dilanda bencana hati hingga tega sekali memanfaatkan bencana sesama untuk merangkai fitnah yang keji.

Semoga Cianjur segera bersemi kembali. Bangkit dari keterpurukan menuju kota yang penuh kemajuan disertai kuatnya keimanan 🤲🤲

Zahro Diniyah
Istri Kang Mualif Masykur, sekretaris Rijalul Ansor Jawa Barat😁😁

Leave A Reply

Your email address will not be published.