Arah NU Indramayu pada Persimpangan PILKADA 2020

Indramayu – Dalam kajian ilmu sosial politik diterangkan bahwa tidak ada kawan abadi dan tidak lawan abadi pada politik, hal ini bisa kita saksikan dalam komposisi kabinet kerja presiden sekarang, dimana Prabowo yang notabene lawan Jokowi pada Pilpres, kini masuk dalam gerbong yang masinisnya adalah Jokowi. Dengan keadaan yang demikian menjadi suatu kebodohan bagi kedua pendukung apabila masih mencaci-maki Prabowo ataupun Jokowi.
Prediksi seorang pakar politik dari Obervasi Masyarakat Madani (OMM) Muzakki. ST saat pertemuan jamuan silaturahmi pada, Sabtu (9/11) disela kesibukannya mengungkapkan bahwa, cabup yang akan maju pada Pilkada Indramayu 2020 dari kalangan Nahdhiyin akan menghadapi arus pilihan pada persimpangan pilkada.
“Sholihin direncanakan akan bersanding bersama Daniel Muttaqien Syafiudin (Golkar dan PKB) dengan jargon DMS “Daniel dan Muhamad Sholihin, jadi jika terjadi pertarungan yang sesuai prediksi, maka DMS akan barhadapan langsung dengan Komandan PCNU Indramayu KH. Juhadi Muhammad, serta yang menjadi wakilnya adalah Edi Masyhudi yang masuk dari pintu PDIP, “jelasnya.
Ditambahkan Muzakki bahwa pesta demokrasi dalam Pilkada Indramayu 2020 nanti warga Nahdhiyin bumi Wiralodra yang keberadaanya hampir sekitar 70 persen dari jumlah pemilih akan tebelah menjadi dua dalam mengusung calonnya.
“Yang pertama Nahdhiyin struktural akan pasti akan menyalurkan aspirasinya pada KH.Juhadi Muhammad, karena warga Nahdliyin dalam berpolitik pasti akan mengedepankan persaudaraan, perdamaian dan persatuan, sekaligus mengingatkan kembali bahwa politik NU sangat mengedepankan Akhlaq, dan yang kedua adalah Nahdhiyin kultural, biasanya mereka masih bisa diarahkan, tergantung pada pola pendekatan yang dianggap menguntungkan bagi mereka sendiri, “ungkapnya.
Lain lagi dengan apa yang diprediksi oleh Ketua Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Kabupaten Indramayu Abdul Azis, saat dihubungi melalui telfon, dirinya memprediksikan bahwa Politik 2020 ada kemungkinan dinamis.
“Konstalasi pilkada saat ini masih terbilang setengah matang, jadi akan ada kemungkinan besar, Golkar tetap akan mengusung calonnya sendiri tanpa adanya partai lain, apalagi Tsunami politik saat ini akan merubah banyak alur persiapan pilkada 2020, dan akan ada kemungkinan pandawa lima (Nasdem, Demokrat, PKS, Hanura dan Perindo) akan menjatuhkan dukungannya pada PKB dan PDIP. Sedangkan Gerindra juga nampaknya saat ini lebih dekat dengan mereka yang menginginkan arus dan isu perubahan, ” terangnya.

Dalam konstalasi politik Pilkada 2020 yang dikutip dari berbagai sumber, bahwa Kabupaten Indramayu kemungkinan besar akan memunculkan tiga pasang calon Bupati dan Wakil Bupati, berdasarkan jumlah perolehan kursi parlemen, yaitu PDIP dan PKB dengan masing-masing 7 kursi. Gerindra 6 kursi, Demokrat 3 kursi, PKS 2 kursi, Nasdem, Hanura, dan Perindo masing-masing 1 kursi.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



