Arah NU Indramayu pada Persimpangan PILKADA  2020

91

Indramayu –  Dalam kajian ilmu sosial politik diterangkan bahwa tidak ada kawan abadi dan tidak lawan abadi pada politik, hal ini bisa kita saksikan dalam komposisi kabinet kerja presiden sekarang, dimana Prabowo yang notabene lawan Jokowi pada Pilpres, kini  masuk dalam gerbong yang  masinisnya adalah Jokowi. Dengan keadaan yang demikian menjadi suatu kebodohan bagi kedua pendukung apabila masih  mencaci-maki Prabowo ataupun Jokowi.

Prediksi  seorang pakar politik dari Obervasi Masyarakat Madani (OMM) Muzakki. ST saat pertemuan jamuan  silaturahmi pada, Sabtu (9/11) disela  kesibukannya mengungkapkan bahwa, cabup yang akan maju pada Pilkada Indramayu 2020 dari kalangan Nahdhiyin akan menghadapi arus pilihan pada persimpangan pilkada.

“Sholihin direncanakan  akan bersanding bersama Daniel Muttaqien Syafiudin (Golkar dan PKB)  dengan jargon DMS “Daniel dan Muhamad Sholihin, jadi jika terjadi pertarungan yang sesuai prediksi, maka DMS akan barhadapan langsung dengan Komandan PCNU Indramayu  KH. Juhadi Muhammad,  serta  yang menjadi wakilnya adalah  Edi Masyhudi yang masuk dari pintu  PDIP, “jelasnya.

Ditambahkan  Muzakki bahwa pesta demokrasi dalam Pilkada Indramayu 2020 nanti warga Nahdhiyin bumi Wiralodra  yang keberadaanya hampir sekitar  70 persen dari jumlah pemilih akan tebelah menjadi dua dalam mengusung calonnya.

“Yang pertama Nahdhiyin struktural akan pasti akan menyalurkan aspirasinya pada KH.Juhadi Muhammad,  karena warga Nahdliyin dalam berpolitik pasti akan mengedepankan persaudaraan, perdamaian dan persatuan, sekaligus  mengingatkan kembali bahwa politik NU sangat mengedepankan Akhlaq, dan yang kedua adalah  Nahdhiyin kultural, biasanya mereka  masih bisa diarahkan, tergantung pada pola pendekatan yang dianggap  menguntungkan bagi mereka sendiri,  “ungkapnya.

Lain lagi dengan apa yang diprediksi oleh Ketua Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI)  Kabupaten Indramayu Abdul Azis, saat dihubungi melalui telfon, dirinya memprediksikan bahwa Politik 2020 ada kemungkinan dinamis.

“Konstalasi pilkada saat ini masih terbilang setengah matang, jadi akan ada kemungkinan besar, Golkar tetap akan mengusung calonnya sendiri tanpa adanya partai lain, apalagi Tsunami politik saat ini akan merubah banyak alur persiapan pilkada 2020, dan akan ada kemungkinan pandawa lima (Nasdem,  Demokrat, PKS, Hanura dan Perindo) akan menjatuhkan dukungannya pada PKB dan PDIP. Sedangkan Gerindra juga nampaknya saat ini lebih dekat dengan mereka yang menginginkan  arus dan isu perubahan, ” terangnya.

Dalam konstalasi politik Pilkada 2020 yang dikutip dari berbagai sumber, bahwa  Kabupaten Indramayu kemungkinan besar akan memunculkan tiga pasang calon Bupati dan Wakil Bupati, berdasarkan jumlah perolehan kursi parlemen, yaitu PDIP dan PKB dengan masing-masing 7 kursi. Gerindra 6 kursi, Demokrat 3 kursi, PKS 2 kursi, Nasdem, Hanura, dan Perindo masing-masing 1 kursi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here