Bingung dengan kebiasaan saya

17
Bingung dengan kebiasaan saya

Assalamu’alaikum wr. wb..
Saya perempuan, umur kira-kira 22 tahun. Saya bingung dengan kebiasaan saya, pak.. Akhir-akhir ini saya ngerasa ketagihan (maaf) berhubungan seksual dengan teman kantor saya. Saya tahu kalau ini salah, tapi saya ga tahu gimana caranya untuk menghentikannya. Saya mohon saran, apa yang harus saya lakukan, Pak?

Sejak kecil saya sering mendapat kekerasan dari orang tua saya. Saya waktu kecil sering melihat ayah melakukan KDRT terhadap ibu.
Kedua orang tua saya overprotective terhadap saya. Saat kecil saya jg pernah mengalami pelecehan seksual dari tetangga rumah. Segala sesuatu yang saya inginkan harus persetujuan orang tua. Jadi misalnya memilih sekolah kalau ayah tidak suka ya ga dibolehin. Apa yang mesti saya lakukan?
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Jakarta


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan Layanan Masyarakat

Terima kasih saudari yang sudah bersedia berbagi. Sebelumnya saya memberikan apresiasi kepada saudari karena telah berani mengungkapkan apa yang mungkin bagi sebagian besar orang adalah aib yang harus ditutupi. Tapi saudari berani bercerita dan bahkan menyadari serta ingin mencari solusi. Hal ini merupakan modal besar bagi saudari untuk bisa melewati masalah ini.

Kesadaran bahwa saudari memiliki masalah menjadi satu hal positif ditambah bahwa saudari mengakui apa yang saudari lakukan itu salah. Berdasarkan cerita masa lalu saudari, tampaknya apa yang terjadi pada saat ini berkaitan dengan masa lalu saudari.

Masa lalu yang saudari lewati cenderung minim perhatian dan pemenuhan kebutuhan afeksi (emosional) dari orang tua. Hal ini secara tidak disadari mengembangkan sikap pencarian rasa kasih sayang kepada figur-figur yang dianggap bisa menggantikan posisi orang tua. Ketika saudari menemukan figur yang bisa melindungi, memberi perhatian dan memberikan kasih sayang, maka saudari akan dengan mudah menjadikannya sebagai tempat berlindung. Sekaligus sebagi tempat untuk memenuhi rasa kasih sayang. Perilaku berhubungan seksual dengan teman yang saudari kenal sedikit banyak telah memenuhi kebutuhan afeksi tersebut. Ketika saudari merasa itu terpenuhi maka saudari akan cenderung mengulangi lagi, karena saudari merasa nyaman. Sesuatu yang membuat kita nyaman, akan cenderung diulangi. Oleh karena itu mata rantai dengan masa lalu ini harus diperbaiki.

Pertama yang harus dilakukan adalah, sebagai seorang muslim, saudari mesti bertaubat kepada Allah. Mohon ampun atas segala kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Saran saya, temuilah ustadz yang saudari percaya untuk membimbing saudari dalam hal spiritual.

Kedua, saudari berusahalah untuk bisa menerima semua peristiwa negatif yang pernah dialami di masa lalu. Panggil kembali tiap peristiwa tersebut, lalu terimalah kenyataan bahwa saudari pernah mengalaminya.

Ketiga, setelah menerima kenyataan tersebut, berusahalah untuk memaafkan orang tua atas segala kekurangannya di masa lalu. Ingatlah kebaikan-kebaikan orang tua, dan coba lupakan dan maafkan segala kekurangannya. Hakekatnya kita manusia memang tidak ada yang sempurna, maka maafkanlah mereka.

Keempat, saudari perlu belajar untuk berani menolak ajakan siapa saja untuk berhubungan seksual. Saudari harus kuat ketika nanti saudari akan mendapatkan respon yang negatif dari teman-teman saudari. Biasanya seseorang yang akan berubah menjadi lebih baik, akan banyak cobaan termasuk cibiran atau cemooh dari sekitar kita. Jika itu terjadi, tetaplah pada prinsip saudari yang ingin memperbaiki diri. Katakan kepada diri saudari bahwa “Saya ingin berubah. Saya ingin menjadi lebih baik. Saya yang menjalani hidup ini, maka saya yang bertanggung jawab dengan apa yang saya lakukan”.

Memang,praktek itu selalu lebih sulit daripada teori. Tapi bukan berarti itu tidak bisa dilakukan. Dengan modal niat kuat dan usaha yang gigih dan doa yang penuh keyakinan Insya Allah saudari bisa melewatinya.

Selamat berjuang saudariku. Semoga perjuangan saudari akan berhasil dengan gemilang….

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam hormat

Muhammad Fakhrurrozi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here