Gema Cinta Tanah Air di Gunung Kareumbi

171
Gema Cinta Tanah Air di Gunung Kareumbi

Peristiwa kerusuhan di beberapa daerah di Nusantara akhir-akhir ini dipicu oleh penyebaran kabar bohong dan palsu (hoaks), ujaran kebencian dan rendahnya daya literasi masyarakat mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dunia dan luka-luka. Di samping itu kerugian material dan moral yang ditanggung masyarakat dan pemerintah. Apapun alasannya, setiap kerusuhan menyisakan problem-problem sosial yang membutuhkan waktu lama untuk memulihkannya kembali. Kita bertanya-tanya apakah masyarakat Indonesia masih memegang teguh budaya dan adab yang luhur yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa di tengah dunia internasional.

Dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi tersebut, Majelis Pondok Kayu Sebatang yang berlokasi tidak jauh dari gunung Kareumbi desa Tanjung Wangi kampung Sayuran Cicalengka Bandung menggelar Halaqah Spiritual Kebangsaan pada hari Sabtu, 28 September 2019 selepas Ashar sampai Maghrib. Majelis ini merupakan binaan dari Bidang Penguatan dan Dakwah Pada Masyarakat Khusus (termasuk dakwah pada masyarakat marginal) Lembaga Dakwah PW NU Jawa Barat.

Di atas sebuah lahan kurang lebih 700 m persegi merupakan saung yang dibangun untuk kegiatan dakwah aswaja an nahdliyah. Ust. Dedi Cahyadi membina masyarakat di perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Sumedang yang kini dibantu oleh tokoh-tokoh agama setempat. Uniknya Ustadz Dedi mengangkat ketua majelis taklim pada saat itu bukan dari kalangan ustadz melainkan mantan narapidana yang sudah kini sudah bertobat dan kembali kepada Allah dengan mengurus umat. Ustadz Dedi mengatakan ini adalah bagian metode dakwahnya.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here