Humor Gus Dur: Presiden, Tolong Jangan Bawa ke Istana

Bukan Gus Dur kalau tak punya kisah lucu. Nah, kali ini Gus Dur bercerita tentang seorang presiden dan diktator di Amerika Selatan. Karena kekejaman dan keserakahannya, sang diktator dibenci oleh seluruh rakyat.
Suatu hari sang diktator sedang naik kuda mengelilingi ibu kota. Di jembatan, tiba-tiba kuda itu terkejut melihat air sungai yang sangat deras. Si diktator pun jatuh ke sungai dan terseret arus deras.
Kepalanya timbul tenggelam di tengah sungai. Dia beruntung, seorang pengail ikan yang melihat melemparkan tali dan menyelamatkan hidupnya.
Dengan rasa terima kasih sangat besar, sang diktator itu menyatakan kepada pengail miskin siapa dirinya, dan betapa besarnya jasa pengail itu kepada negara, dengan menolong dirinya.
“Jasamu sangat besar. Hadiah apa gerangan yang kau minta karena telah menyelamatkan diriku? Emas, permata, jabatan, wanita?” tanya si diktator.
Dengan kelugasan orang kecil, pengail itu menjawab: “Satu saja, Paduka. Tolong jangan ceritakan kepada siapa pun bahwa sayalah yang menolong Paduka.”
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



