The news is by your side.

Konferensi MWC NU Pagedangan

Konferensi MWC NU Pagedangan | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Acara di mulai dengan sambutan Ketua Panitia Konferesi MWC NU Ust Ahmad Dian Hidayat S.Pd mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir dan hadir pula ketua pimpinan muhammadiyah kecamatan pagedamgan serta terkahir ketua panitia berharap acara berjalan lancar dan nanti yang akan terpilih pengurus baru yang lebih baik yang bisa membawa MWC NU Pagedangan semakin maju, pengurus yang bukan hanya ingin jadi pengurus NU yang ingin mengurusi NU.

Drs. KH. M.Rumli MA secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Pagedang Tangerang Kabupaten masa khidmat 2024 – 2027.

Minggu 16/06/2024, Konferensi MWC NU Pagedangan yang digelar di aula kecamatan pagedangam dan hadir pula dalam kegiatan ini utusan dari PCNU Tangerang Kabupaten KH. Hafis Gunawan, S. Pd.I, KH. Ardani Ghomrowi, Dr. Nur Salim, Dr. Tohirin, Dr. Komaruzaman dan Ketua tanfidziyah sebelumnya: Drs. KH. Syaehul Azis, M. Si serta Rais Syuriah sebelumnya: KH. M.Rumli, MA menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak atas dukungan terhadap kepengurusan saat ini. Sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam menentukan Rais Syuriyah (Dewan Penasihat) dan Ketua Tanfidziyah ditentukan tokoh-tokoh yang disebut dengan AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi).

“Anggota AHWA terdiri dari KH. Didin Taqiyuddin, S.Pd.(Ketua) ,Kyai Hasan Zubaedillah, KH. M Rumli, Ust. Ahmad Dian Hidayat, S. Pd, Ust. Ahmad Jaenuri, S. Pd.

Para anggota AHWA bermusyawarah dan hasilnya memilih KH.Didin Taqiyuddin S.Pd sebagai Rais Syuriyah MWC NU Pagedangan periode 20124 – 2027 dan dalam sidang pemilihan Ketua Tanfidziyah MWC NU Pagedangan semua utusan dari pengurus ranting se-MWC NU Pagedangan secara aklamasi memilih Drs. KH M Rumli MA. jelasnya Rois Syuriah.

KH. Ardani Ghomrowi Perwakilan PCNU Kabupaten Tangeramg menyampaikan bahwa tentang pentingnya admistrasi pengurus NU di pengurusan dari mulai PB sampai Ranting. Dan pentingnya mengajak ke kyai dan tokoh di kampung kampung untuk mau berorganisasi. Meski kadang banyak yang masih kurang terbuka mereka mengaku NU, kakek buyutnya NU tapi terkadang mereka tidak mau jadi pengurus. Oleh Karena itu Pengurus MWC NU harus mampu mengajak mereka untuk mau berorganisasi dan aktif di NU sebagai penjaga ajaran ahli Sunnah waljamaah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.