The news is by your side.

LAUNCHING DAN SOSIALISASI GERAKAN KELUARGA MASLAHAT NAHDLATUL ULAMA

LAUNCHING DAN SOSIALISASI GERAKAN KELUARGA MASLAHAT NAHDLATUL ULAMA | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Muslim Hafidz – Hari ini, termasuk dari Rombongan dari PCNU Kabupaten Karawang akan menjadi saksi sejarah Launching dan sosialisasi Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama tingkat Provinsi selanjutnya disingkat GKMNU di Bandung Jawa Barat.

Melalui Program Keluarga Maslahat NU yang multi sektoral ini selain visi PBNU juga sebagai transformasi sistemik dan strategi menghadirkan organisasi NU ke tengah-tengah masyarakat nahdliyin.

keluarga memiliki peran vital dalam membangun perbaikan yang lebih besar. Perbaikan di level keluarga yang masif secara simultan, diyakini dapat berdampak pada perbaikan peradaban masyarakat, dan peradaban yang lebih luas.

Keluarga Maslahat selain memiliki landasan normatif (QS. at-Tahrim: 6 dan an-Nisa: 9), Gerakan Keluarga Maslahat juga bersandar pada Maqasid Syariah. Para ulama punya ragam definisi maqasyid syariah misalnya Izzudin Abdus Salam dengan jalbul mashalih wa dar’ul mafasid (mengambil manfaat dan menolak kerusakan), Imam ar-Razi dengan riayatul masalih (memelihara kemaslahatan) dan Alal Fasi dengan al-ghayat wal asrar allati wadla’aha syariu ‘inda kulli hukmin min ahkamiha (tujuan dan rahasia yang diletakkan Allah Swt pada setiap hukum syariatnya”. (Lihat, Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam: 1/10; Al-Mahshul fi Ilm al-Ushul 6/165; Maqasyid Syariah wa Makarimuha: 7).

Adalah Jamaludin Atiyah, pemikir Islam kontemporer, yang mengkaitkan Maqasid Syariah secara spesifik dengan keluarga Islam. Meski tidak langsung menyebut keluarga maslahat, perspektif Jamaludin Athiyah sangat tepat digunakan sebagai cara pandang melihat keluarga maslahat.

Jamaludin Athiyah dalam Nahwa Taf’il Maqashid Syariah (2001) menyebut empat aspek maqashid Syariah, yaitu: individu (maqasid syariah fima yakhussu al-farda), keluarga (maqasid syariah fima yakhussu al-al-usrah), ummah (maqasid syariah fima yakhussu al-ummah) dan kemanusiaan (maqasid syariah fima yakhussu al-insaniyah).

Jika dilihat detailnya, gerakan keluarga maslahat sesuai dengan lima unsur dalam aspek maqasid individu (al-farda), yaitu memelihara jiwa (an-nafs), akal (al-aql), keberagamaan (at-tadayun), kehormatan (al-’ird) dan harta (al-mal).

Demikian juga, gerakan ini relevan dengan tujuh aspek maqasid keluarga (al-usrah), yaitu mengatur hubungan dua jenis kelamin (tandzimul ‘alaqah bainal jinsaini), menjaga keturunan (hifdzun nasal), mewujudkan ketenangan, cinta dan kasih sayang (tahqiq as-sukn wa ar-rahmah wat taubah), memelihara nasab (hifdzun nasab), memelihara agama dalam keluarga (hifdzud tadayun fil usrah), memelihara aspek kelembagaan keluarga (tandzimul janib al-muassisi lil usrah) dan mengatur sisi keuangan keluarga (tandzimul janib al-malik lil usrah).

Gerakan keluarga maslahat juga sesuai dengan aspek ummah yaitu menjaga rasa aman (hifdzul aman) dan menegakkan keadilan (‘iqamatul adli) serta saling tolong menolong dan saling menjamin (at-ta’awun wa at-tadzamun wa at-takaful). Dalam aspek insaniyah, program ini sesuai dengan prinsip mewujudkan kedamaian alam yang dibangun atas dasar keadilan (tahqiqus salam al-alamy al-qaimi alal ‘adli) dan mewujudkan bangsa-bangsa untuk mewujudkan hak manusia (himayatus daulah lihuqu al-insan).

Semoga Gerakan Keluarga Maslahat PBNU mendapatkan keberkahan…

Salam takdzim,
Muslim Hafidz

Leave A Reply

Your email address will not be published.