The news is by your side.

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati, Sukses Terapkan Sistem Absensi dan Rapor Digital di Pondok Pesantren Fauzan Garut

 

Penguatan tata kelola lembaga pendidikan keagamaan dalam memasuki era digital perlu dilakukan pembenahan. Karena hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat di elakkan pada masa digital seperti sekarang ini.

Mahasiswa Program Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon Musa Zainuddin dan Andri Adnan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses terapkan sistem absesnsi dan raport digital di Pondok Pesantren Fauzan Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut.

Melalui chat whatsapp kepada NU Online, Musa paparkan bahwa absensi dan rapor digital tersebut merupakan upaya agar pengelolaan pondok lebih tertib, efisien, dan berkemajuan.

Menurutnya, ​Kegiatan KKN yang berlangsung selama dua bulan, dari Oktober hingga November yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Varidlo Fuad untuk merumuskan program digitalisasi yang mencakup administrasi hingga perapihan kurikulum pesantren.

​Dalam tahap implementasinya, Musa sapaan akrabnya di Pesantren Fauzan, melaksanakan seminar dan pelatihan digitalisasi pembelajaran untuk guru dan pengurus Pondok Pesantren Fauzan. Musa tegaskan kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, namun juga praktik langsung pembuatan format rekap absensi digital menggunakan perangkat lunak sederhana.

​Pada minggu kedua, Musa kembali jelaskan bahwa kegiatan dilanjutkan dengan follow-up berupa pembuatan template sistem absensi, keuangan, dan kurikulum yang disesuaikan secara spesifik dengan kebijakan Pesantren Fauzan.

​Tantangan dan Refleksi

​Meskipun program ini mendapatkan respons positif dari pengurus pesantren, namun menurut Musa sendiri ada tantangan tersendiri dalam  KKN Jarak Jauh ini. Seperti yag ia paparkan bahwa kendala yang muncul dilapangan  adalah resistensi dari staf senior terhadap sistem digital, serta terbatasnya infrastruktur seperti perangkat komputer dan koneksi internet yang kurang stabil.

​Menanggapi kendala ini, Musa melakukan penyesuaian berulang dan belajar tentang pentingnya kemudahan pengguna (user-friendliness) dalam perancangan sistem.

​”Saya belajar bahwa keberhasilan digitalisasi tidak terletak pada kecanggihan teknologi, melainkan pada kemudahan penggunaannya,” ujar Musa Zainuddin dalam refleksinya.

“Saya dituntut untuk merancang sistem yang sesederhana dan se-intuitif mungkin agar mudah diadopsi, bahkan kemampuan Remote Troubleshooting menjadi keterampilan wajib dalam KKN daring ini,” tambahnya.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.