The news is by your side.

Pelajar NU Pacet Cetak Kader Progresif Berakar Tradisi

PACET,– Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pacet menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dengan mengusung tema besar: mencetak generasi progresif yang tetap berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 24-25 Januari 2026 di Pondok Pesantren Syifaussalam, Maruyung, Pacet, Kabupaten Bandung ini diikuti 80 peserta pelajar NU.

Ketua Pelaksana Hasbi Abdulloh menjelaskan, Makesta bertujuan membentuk pelajar bangsa yang bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan dan kebinekaan.

“Tujuan mulia ini membutuhkan impian, arah, langkah dan pergerakan. Sejatinya suatu tujuan tidak akan tercapai tanpa ada pergerakan,” ujarnya.

Hasbi berharap kegiatan ini melahirkan gagasan dan rekomendasi pemikiran yang tidak lepas dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Makesta juga direncanakan menjadi agenda rutin di lingkungan Pesantren Syifaussalam.

Tantangan Pelajar Era Modern
Ketua PAC IPPNU Kecamatan Pacet, Yusri Samrotussyarifah mengapresiasi tema yang diusung. Menurutnya, tema ini sangat relevan dengan tantangan pelajar hari ini.

“Kita dituntut tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, namun tidak tertinggal dalam arus perkembangan zaman,” katanya.

Yusri berharap kader IPNU-IPPNU mampu menjadi pelajar berakhlakul karimah, berpikir kritis, berjiwa progresif, serta tetap menjunjung tinggi tradisi yang diwariskan para ulama.

Senada, Ketua PAC IPNU Kecamatan Pacet Muhammad Fery Syafe’i menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mensukseskan kegiatan. “Amanah ini sangat besar, mudah-mudahan bisa dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.

Gerbang Kaderisasi Formal
Ketua Kaderisasi PC IPNU Kabupaten Bandung sekaligus instruktur, Agum Gumelar menjelaskan, Makesta merupakan gerbang awal dan pelatihan kaderisasi formal pertama untuk menjadi anggota resmi IPNU-IPPNU.

“Kegiatan ini sarana ideologisasi dan wadah bagi kader berproses di organisasi. Selain mendapat ilmu, pengalaman, dan relasi, mudah-mudahan kita juga mendapat berkah dari pendiri-pendiri NU,” ujarnya.

Pembina PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Pacet, Deden Syamsu Romli yang juga Demisioner Ketua PAC IPNU masa khidmat 2022-2024, mengapresiasi masifnya pengkaderan.

“Satu minggu lalu baru selesai Makesta di Pondok Pesantren Darussa’adah Desa Nagrag, sekarang di Pondok Pesantren Syifaussalam. Ini salah satu ciri organisasi berjalan,” katanya.

Deden menjelaskan, kaderisasi sesuai definisi Khoerul Anwar, Ketua Kaderisasi PP IPNU periode 2019-2022, yaitu mempersiapkan, menebar dan berkembang dengan lahir batin, terdidik dan mendidik, terlatih dan melatih, berasaskan baik dan benar dengan semangat kewelas asihan.

Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Pacet sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Syifaul Ulum Puncak Sari, Ustadz Khoeru Faruq yang membuka kegiatan menyampaikan kebanggaan melihat realita adanya kegiatan seperti ini.

“Ini cikal bakal yang akan melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Pacet. Suatu anugerah kalian sudah masuk ke gerbang sebagai kader IPNU-IPPNU. Yang paling inti, insya Allah kalian sudah termaktub menjadi santrinya Hadrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari,” ujarnya.

Sohibul Bait Pimpinan Pondok Pesantren Syifaussalam yang diwakili Ustadz Cecep menyampaikan kesenangan atas kegiatan dan kedatangan peserta.

“Mudah-mudahan materi yang disampaikan narasumber bisa diserap dan menambah keyakinan, bahwa organisasi NU bukan hanya sekadar berkumpul dan belajar, tapi ada visi misinya yang jelas,” tuturnya.

Wakil Camat Kecamatan Pacet, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Taryana menyampaikan dukungan pemerintah.

“Semua organisasi tujuannya sama, mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Pihak pemerintahan kecamatan sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU dan mudah-mudahan melahirkan pemimpin-pemimpin baru di masa mendatang,” ujarnya.

Kegiatan Makesta ini dihadiri jajaran PC IPNU-IPPNU Kabupaten Bandung, pengurus MWC NU Kecamatan Pacet, Pembina IPNU-IPPNU Pacet, Pimpinan Pondok Pesantren Syifaussalam, serta unsur pemerintah kecamatan.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.