The news is by your side.

Mi’roj-kan Hati Kehadirat Illahi Robby

Mi'roj-kan Hati Kehadirat Illahi Robby | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratMualif Masykur – Isro Mi’raj adalah kejadian ghoib yg tentu hanya di percaya oleh orang-orang yg bertaqwa.

Surat Al Baqoroh ayat 2-5 menjelaskan bahwa muttaqin adalah orang yang percaya kepada hal yang ghoib, mereka yang mendirikan sholat dan menginfaqkan sedikit harta yang telah Allah berikan rizqi kepadanya. Di awal-awal surat ini juga tertulis redaksi adanya beriringan antara pelaku sholat dan membayar zakat.

Perintah beriringan kedua kewajiban tersebut banyak terulang di dalam al-Qur’an yang merupakan isyarat bahwa hubungan baik kita dengan Tuhan (kewajiban sholat) ideal nya harus di teruskan dengan hubungan sosial yang baik dengan sesama (berbagi rizqi dengan sesama), bisa pula menjadi isyarat bahwa besok di yaumil hisab kedua perintah tersebut akan di hisab bersamaan sebagaimana keterangan dalam kitab tafsir surat Yasin.

Dengan demikian, yg tersirat dalam kejadian Isro’ Mi’roj yang terjadi satu tahun jelang hijrah nya Rasulullah adalah perintah memperbaiki hubungan dua dimensi vertikal dan horisontal tersebut. Maka, salah satu inti dari kejadian luar biasa ini adalah perintah Allah agar hati manusia Mi’roj(naik) kepada Tuhan lewat wasilah sholat yg di terima langsung oleh Rasulullah pada peristiwa ini.

Sholat adalah waktu yg Allah sediakan kepada hamba nya untuk bisa Mi’roj. Begitu penting nya manusia untuk kembali mengingat Tuhan nya lewat kewajiban menjalankan sholat, sebab hati yang kembali kepada Tuhan akan menyadarkan manusia pada posisi diri sebagai hamba. Sebagai hamba tidak selayak nya takabbur dan merasa lebih tinggi di banding dengan di luar diri nya. Apapun yang melekat pada diri nya baik kedudukan, kemuliaan, harta, nasab dan kehormatan adalah titipan yang Allah sematkan pada diri nya dan jika Allah berkehendak, dalam sekejap semua nya akan mudah untuk sirna. Sejati nya seseorang yang hati nya kembali kepada Tuhan lewat “Mi’roj”saat sholat, orang tersebut akan tawadlu’, merasa diri hanya menjadi titik debu di antara luas nya semesta ciptaan -Nya.

Walau mayoritas ulama tidak menjadikan khusu’ sebagai syarat sah sholat, namun dalam surat Al- Mu’min tertulis orang mu’min yang beruntung adalah mereka yg khusu’ dalam menjalan kan sholat nya.

Isro Mi’roj adalah rekreasi dhohir dan bathin Rasulullah saat beliau dalam masa kesedihan di tinggal istri tercinta yang membantu dalam dakwah segenap jiwa raga, yaitu Siti Khodijah dan pamanda Abu Tholib. Dua nama tersebut menjadi perisai Rasulullah di masa awal perjuangan beliau mengenalkan agama baru bernama.Orang Quraisy segan dengan kedua nya, sebab baik Abu Thalib maupun Khodijah adalah orang berpengaruh di antara mereka. Saat keduanya mendukung terhadap apa yang di lakukan oleh Nabi, maka ciut nyali para kafir Quraisy untuk mengambil tindakan frontal kepada Nabi. Maka, kehilangan dua benteng tersebut merupakan kesedihan teramat luar biasa. Dan benar ada nya, sepeninggal kedua nya, tekanan kafir Quraisy terhadap dakwah Nabi semakin menjadi-jadi. Dalam kondisi seperti itulah, Allah SWT menyampaikan kabar gembira, Nabi Muhammad akan di rekreasi kan tidak hanya lintas negara, tapi lintas alam dan dimensi.

Tamasya yang selanjut nya mendapat oleh-oleh berupa kewajiban sholat 5 waktu. Maka, sholat pada hakekat nya adalah sarana rekreasi jiwa seorang hamba kepada Tuhan nya yang ideal nya akan mendapat kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman. Jika sholat seseorang tidak mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman, di pastikan orang tersebut salah dalam cara menempuh perjalanan sholat nya.

Sebenar nya, syari’at sholat sudah di wajibkan di masa awal Nabi Muhammad di angkat menjadi Rasul. Sebagian ulama berpendapat, tata cara sholat pada awal nya hanya bertapa, munajat, dan berdzikir sebagaimana asal kata sholat sendiri yang berarti berdo’a, yang oleh Nabi di lakukan di gua Hiro’. Waktu sholat pada awal nya hanya sehari 2 kali saat pagi dan petang sebagaimana dlm QS Al Mu’min 55. Ibadah di malam hari saat itu tidak berbentuk sholat, tapi membaca Al Qur’an dengan Tartil semalam suntuk (QS Al Muzzammil 2 dan 5).

Pasca peristiwa Isro Mi’roj, kewajiban sebelum nya di hapus dan di ganti dengan kewajiban sholat 5 waktu. Waktu bertambah, yaitu magrib dan subuh sebagaimana yang tercantum pada Surat Ar-Rum 17, di ayat 18 selanjutnya di sebutkan waktu isya’ dan dluhur. Sementara kewajiban sholat ashar ada pada Surat A-Baqoroh 238. Penjelasan lebih rinci tentang awal dan akhir waktu setiap sholat kemudian di terangkan lebih lanjut lewat hadist para Sahabat. Sementara tata cara sholat setelah Isro’ Mi’roj yang tertera tekstual di al-Qur’an Surat Al-Baqoroh 238 hanya tentang khusu’. Ini di perkuat dalam Surat Al Mu’minun 2 yang menyiratkan bahwa orang mu’min yang beruntung adalah mereka yang khusu’ dalam menjalankan sholat nya.

Itulah dimensi terpenting mi’roj nya rohani yang menjadi inti dari penghambatan manusia kepada Tuhan nya. Selebih nya, tata cara sholat di jelaskan secara rinci dan luas dalam hadis fi’li yg di riwayat kan banyak sohabat waktu Rosul sholat bersama mereka”sholatlah kalian seperti aku sholat”.

Kewajiban sholat adalah kewajiban utama dalam Islam, sehingga ada ancaman masuk neraka saqor bagi yg tidak menjalankan nya. Dan ini juga menjadi dasar ulama Ushul Fiqh dalam mewajibkan ibadah sholat sebagai penguat dari banyak nya redaksi al-Qur’an tentang perintah sholat dalam bentuk fi’il amar.

Penulis :
Mualif Masykur
Sekretaris PW Ansor Jawa Barat

Penulis
Mualif Masykur
Leave A Reply

Your email address will not be published.