NU dan Rekonsiliasi Pasca Pilpres

22

Oleh: Dr. Nurrohman

Berdasarkan Exit Poll Indikator, pemilih kaum Nahdliyin yang memilih Jokowi-Ma’ruf sebanyak 56 %. Jumlah ini meningkat dibanding kaum Nahdliyin yang memilih Jokowi Yusuf Kalla pada pemilu 2014 yang hanya 54,1% (Indo Barometer). 

Dengan asumsi jumlah warga NU mendekati 80 juta (tepatnya, 79, 04 menurut Alvara, 2017 ) maka 56 % dari padanya adalah 44,8 juta. Perolehan suara Jokowi Ma’ruf Amin pada pemilu 2019 adalah 85.607.362 suara (Data KPU). Artinya, kontribusi warga NU untuk kemenangan Jokowi Ma’ruf Amin cukup tinggi yakni 52,3 %.

Dengan sokongan yang begitu besar dari warga NU, maka tanggung jawab NU juga besar. NU layak didorong terus untuk melakukan rekonsiliasi nasional pasca pilpres guna mengobati friksi atau goresan luka selama berlangsungnya kontestasi nasional.

Rekonsiliasi nasional harus dimulai dari warga NU sendiri. Sebab tidak semua warga NU menjadi pendukung Jokowi Ma’ruf. 44% diantara warga NU atau sekitar 34,2 juta warga NU memilih pasangan Prabowo- Sandi. Keberhasilan NU dalam mendorong rekonsiliasi nasional amat ditentukan oleh keberhasilannya dalam melakukan rekonsiliasi internal diantara warga NU sendiri.

NU benar-benar dituntut menjadi pelopor dalam membuktikan jargon-nya sendiri dalam menggalang tiga bentuk persaudaraan (ukhuwah) yakni: ukhuwah Islamiyah , ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah.

Penulis, Pengurus PWNU Jabar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here