Pergunu Perkuat Kajian Literasi

37
Pergunu Perkuat Kajian Literasi

Majalengka – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme dikalangan guru-guru Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengadakan kajian bersama-sama berbagai tokoh masyarakat Majalengka. Hal ini sebagaimana tampak dalam Kajian perdana yang dilakukan oleh Pergunu bersama tokoh nasional KH. Maman Imanulhaq di Pondok Pesantren Jatiwangi (28/5).

Ketua PC. Pergunu Majalengka, Endin Muhtadin mengatakan bahwa untuk agenda kajian dan peningkatan mutu guru-guru NU akan dilakukan dengan berbagai metode diantaranya diskusi publik ataupun shilaturrahmi ke berbagai tokoh yang ada di Majalengka. “Agenda diskusi publik maupun shilaturrahmi dengan tokoh merupakan salah satu cara untuk menggali ilmu dan pengalaman bagi guru NU dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitasnya”, katanya.

Kang Endin biasa pria ini disapa menambahkan program pergunu ke depan ingin mendekatkan para guru terhadap tokoh-tokoh yang telah berhasil dalam mengembangkan dunia pendidikan agar muncul motivasi bagi para guru untuk terus semangat bekerja dalam profesinya. “Melalui adu pengalaman dan pembangunan karakter yang bersumber dari tokoh diharapkan semangat para guru terus muncul dalam menyukseskan dunia pendidikan”, harapnya didampingi sekretarisnya Leny Sri Wahyuni.

Iklan Layanan Masyarakat

Ia pun berharap munculnya Pergunu dengan berbagai programnya baik pemberdayaan kualitas guru maupun peningkatan kesejahteraan guru diharapkan muncul para guru yang berkualitas dan bisa memajukan dunia pendidikan di Majalengka. “Melalui Pergunu ini diharapkan ke depannya akan hadir para guru yang mampu memajukan dunia pendidikan NU khususnya maupun pendidikan di Majalengka pada umumnya”, harap pria yang merupakan kandidat Doktor ini.

Senada dengan Endin, KH. Maman Imanulhaq yang didaulat sebagai nara sumbet kajian mengungkapkan bahwa keberhasilan menjadi seorang guru adalah mampu memperkuat kajian literasi yang dibarengi dengan kekuatan shilaturrahmi. “Guru itu figur yang dihormati oleh karena itu harus mampu membekali dirinya dengan berbagai literasi yang dikajinya”, ungkapnya.

Ia pun menularkan berbagai pengalamannya yang dari awal membangun lembaga pendidikan Al Mizan dengan jerih payah dan kerja keras disertai rajin shilaturrahmi dengan para tokoh untuk memohon doa dan menggali pengalaman. “Sejak awal mendirikan Lembaga Pendidikan Al Mizan penuh dengan perjuangan, kerja keras dan doa dari tokoh yang sering kami shilaturrahmi kepada mereka sehingga bisa sampai seperti sekarang ini”, papar pria yang juga menjabat Dewan Pembina Pergunu ini.

Kang Maman biasa ia disapa juga menaruh harapan yang besar kepada para guru NU untuk terus semangat dalam berkhidmat dan ikhlas mengamalkan ilmunya agar mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. “Saya harap apapun kendalanya para guru tetap ikhlas dan semangat mengamalkan ilmunya agar berkah dunia dan akhirat”, pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here