Perpindahan Kedubes AS ke Yerusalem Sebabkan Ketidakstabilan

18

Kairo, NU Online

Perpindahan Kedubes AS ke Yerusalem Sebabkan Ketidakstabilan
Republican presidential candidate Donald Trump (L) looks on as Egyptian President Abdel Fattah el-Sisi speaks during a meeting at the Plaza Hotel on September 19, 2016 in New York. / AFP PHOTO / DOMINICK REUTER

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengatakan, langkah Amerika Serikat (AS) yang memindahkan kantor Kedutaan Besarnya (Kedubes) dari Tel Aviv ke Yerusalem akan menyebabkan ketidakstabilan di kawasan itu.

“Kami telah mengatakan masalah ini akan memiliki dampak negatif pada opini publik Arab dan Islam dan menyebabkan semacam ketidakpuasan dan ketidakstabilan, dan akan berakibat persekusi terhadap warga Palestina,” kata Sisi dalam sambutannya pada acara Konferensi Pemuda seperti diberitakan Reuters, Kamis (17/5).

Iklan Layanan Masyarakat

Sisi merupakan sekutu Amerika Serikat dan ini merupakan komentar publik pertamanya terhadap isu tersebut. Hingga hari ini sudah ada dua negara yang memindahkan Kedubesnya untuk Israel ke Yerusalem, yaitu AS pada Senin (14/5) dan Guatemala pada Rabu (16/5).

Sisi mendesak Israel untuk tidak gegabah melakukan tindakan terhadap warga Palestina. Ia menyebutkan, reaksi Palestina dengan menggelar aksi protes di Gaza terhadap persoalan tersebut adalah sesuatu sah. Israel juga harus memperhatikan betul kehidupan orang Palestina.

Mesir merupakan mediator lama dalam upaya perdamaian Israel dan Palestina. Sebagai sekutu AS, Mesir tetap mengutuk kematian puluhan warga Palestina yang menggelar demo di Gaza. Akan tetapi, Mesir menghindari kritik langsung AS yang telah menyulut insiden paling berdarah bagi warga Palestina sejak 2014 lalu itu.

Pasukan Israel menembak mati puluhan demonstran Palestina di perbatasan Gaza Senin lalu. Aksi tersebut sebagai bentuk protes warga Palestina atas peresmian Kedubes baru AS di Yerusalem. (Red: Muchlishon)

Sumber : NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here