Presiden Jokowi: Harlah NU Wasilah Kukuhkan Persaudaraan sebagai Modal Bangsa Indonesia

12
Presiden Jokowi: Harlah NU Wasilah Kukuhkan Persaudaraan sebagai Modal Bangsa Indonesia

Para santri menampilkan hadrah pada Harlah ke-98 NU di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (27/2) malam. (Foto: NU Online/Suwitno) Para santri menampilkan hadrah pada Harlah ke-98 NU di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (27/2) malam. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan bahwa harlah ke-98 Nahdlatul Ulama menjadi wasilah dalam memperkokoh persaudaraan bangsa Indonesia. Hal itu merupakan modal utama ketangguhan bangsa Indonesia.

Iklan Layanan Masyarakat

“Puncak harlah ini akan menjadi wasilah untuk mengukuhkan tali persaudaraan, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah yang merupakan modal utama ketangguhan bangsa Indonesia,”

Puncak harlah ke-98 hari ini sekaligus mengingatkan bahwa dua tahun lagi, kita akan menyongsong satu abad NU. Hampir satu abad, Aswaja telah tumbuh kokoh di negara kita dengan komitmen kebangsaan yang kuat.

Hubbul wathan minal iman, nasionalisme sebagai bagian dari iman merupakan sebuah adagium yang menjadi benteng terdepan dalam membela Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Nahdlatul Ulama di mata Jokowi selalu konssiten menebar toleransi, kesejukan dan keharmonisan dalam kehidupan Indonesia, bahkan masyarakat dunia yang semakin majemuk.

Jokowi menyampaikan bahwa semua bangsa di dunia mengalami kesulitan yang sama, butuh kebersamaan, kolaborasi, butuh gotong royong, dan cara hidup baru untuk mengatasinya. Ia berterima kasih atas dukungan NU dan para Nahdliyin yang telah membantu mengatasi persoalan pandemi.

Dalam puncak harlah kali ini, NU juga menggelar tahlil muassis dan doa yang ditujukan untuk mendoakan keselamatan dan kedamaian bangsa di tengah pandemi dan bencana alam yang menimpa saudara di berbagai daerah Indonesia.

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat Indonesia. Krisis kesehatan telah memakan orang-orang terdekat, dalam hal perekonomian kehilangan penghasilan. Pemerintah dalam hal ini telah melakukan vaksinasi dan terus berupaya mengobati yang sakit. 

Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada NU agar mendukung program vaksinasi nasional. “Kami memohon dukungan para ulama, dan keluarga besar NU untuk ikut membantu pemerintah dalam mensukseskan program vaksinasi nasional kita,” ujarnya.

Selain itu, pria kelahiran Surakarta, 59 tahuun lalu itu juga memohon agar NU dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. “Dan mohon bantuan untuk memberikan informasi akurat kepada umat. Apalagi saat ini PBNU sudah memiliki TVNU yang jaringannya sangat luas,” ujarnya.

Jaringan TVNU ini juga bisa dijadikan sebagai sarana dakwah yang menyejukkan bagi seluruh umat dan masyarakat Indonesia, memperkuat toleransi dan persaudaraan dalam negara Bhinneka Tunggal Ikat, serta membangkitkan optimisme bangsa dalam menghadapi setiap tantangan.

Jokowi juga menyampaikan tahniah atas harlah ke-98 NU ini. “Dalam kesempatan yang mulia ini, saya mengucapkan Selamat Hari Lahir, Harlah ke-98 Hijriyah Nahdlatul Ulama yang jatuh pada tanggal 16 Rajab,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan seluruh jajaran pengurus PBNU, serta pengurus lembaga dan badan otonom. Hadir pula Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here