Rekam Jejak Kepemimpinan Amroni

86
Rekam Jejak Kepemimpinan Amroni

Abdul Azis, LTN NU Indramayu – Melenggangnya nama Amroni yang terpilih menjadi Ketua DPC. PKB Kabupaten Indramayu pada Muscab yang digelar serentak diberbagai daerah dan kota di Indonesia, telah  mengukuhkan namanya menjadi seorang masinis partai berlambang bintang sanga pada periode 2021-2026.

Rekam jejak Amroni dalam berorganisasi telah nampak sejak remaja, sehingga semasa mengenyam pendidikan Madrasah Aliyah (MA) di tebu ireng, dirinya terpilih menjadi ketua gerakan organisasi daerah syarif hidayatullah, yang melingkupi wilayah tiga Cirebon dan lainnya.

Disisi lain studi kuliah dengan latar belakang sospol telah menghantarkan namanya sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang (PC)  Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jombang pada tahun 2008-2009 dan menggiring namanya menjadi aktifis gerakan di Jakarta.

Iklan Layanan Masyarakat

Pria kelahiran 10 Oktober 1982, pasangan dari H. Maksuni (Almarhum) Hj. Ramunah semenjak remaja telah  mengidolakan sosok Gusdur, karena menurutnya Gusdur adalah contoh konkrit bapak bangsa yang pro rakyat dan egaliter. Atas idealismenya itu,  akhirnya menghantarekan dirinya kembali ke kampung halaman untuk mengabdi pada Lembaga Pendidikan Darul Ma’arif Kaplongan.

Dengan waktu yang cepat, dirinya dikemudian hari terpilih menjadi Tenaga Ahli (TA) DPR RI pada komisi sepuluh, selama empat tahun, dari 2014-2019. hal itu membuktikan bahwa Amroni mampu menjadi motor gerakan dalam usia yang relatif muda.

Bukti bahwa Amroni memiliki kapasitas yang kuat dalam memimpin gerakan adalah ketika pencalonannya diajang pileg tahun 2019, dan namanya  melengggang dengan mudah ke parlemen DPRD serta mengukuhkan dirinya sebagai Ketua Fraksi sekaligus sebagai Sekretaris DPC. PKB Kabupaten Indramayu.

Kemampuannya dalam membaca gerakan partai, juga sangat luarbiasa, terbukti ketika saat menjelang Pilkada terlihat celah ancaman perpecahan (disintegrasi) pada beberapa fatsun dan gerbong (Senior serta milenial) PKB, dan jika dibiarkan dikhawatirkan  dikemudian hari dapat menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sangat sulit untuk diselesaikan, yang akhirnya berdampak pada momentum politik tahun 2024.

Dengan cepat Amroni mengambil sikap dan menterjemahkan amanat Gus Ketum PKB (Muhaimin Iskandar) yang ditransformasi melalui DPW PKB Jawa Barat, bahwa partai PKB harus mampu meregenerasi. Dilansir dari “news.detik.com/berita-jawa-barat/target-menang-pemilu-2024-pkb-jabar-gaet-pengurus-milenial”, maka Amroni faham bahwa partainya harus bersinergi dan memaksimalkan gerakan  serta kemampuan narasi milenial.

Diakui atau tidak, pasca Pilkada kemarin telah membuat oleng sebagian gerakan didalam tubuh partai. Sehingga Amroni saat ini dapat dijadikan representasi dari perwujudan harapan milenial intelektual partai dan nahdliyin agar mampu menjadi  pemecah disharmoni antara PKB dan NU di Indramayu.

Apa yang telah dilakukan oleh Amroni akhirnya menuai hadiah yang tidak dibayagkan oleh siapapun, karena dirinya tidak menyangka pada Muscab kemarin akan menjadi ketua DPC. PKB Indramayu. Hal ini mirip dengan apa yang telah terjadi pada era Gusdur, saat dirinya dipilih oleh konstitusi sebagai pemecah gelombang perpecahan ditanah air “Dilansir dari Merdeka.com -2009 – tentang Pelantikan Gusdur Jadi Presiden Saat Indonesia Tengah terpuruk”.

Hal ini terbaca jelas, bahwa sosok Amroni hari ini mampu menjadi mercusuar partai. Asalkan dirinya jeli membaca peluang dan tidak sembarang membuang orang-orang yang berkualitas dalam partai ataupun nahdliyin. Maka gerakannya akan selalu menjadi gerakan kebangkitan yang akan selalu selaras dengan Visi tritunggal PKB, yaitu tentang :

Mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara lahir dan batin, material dan spiritual.

Mewujudkan tatanan politik nasional yang demokratis, terbuka, bersih dan berakhlakul karimah.

Terpilihnya nama Amroni diharapkan dapat muncul menjadi sosok penengah dan penegak seperti saat Gusdur menjabat sebagai presiden.

Seperti apa yang dikatakan oleh “Lingkar Survey” bahwa Gus Dur mampu membangun pertumbuhan prekonomian Indonesia dengan lima tangga kemajuan, yaitu : pertumbuhan ekonomi, piutang berkurang, naiknya distribusi pendapatan, rasiogini yang rendah, dan kohesi sosial semakin kuat. Hal itu terjadi lantaran Gusdur mampu membaca zaman dan menutupi segala kebocoran idiologi dalam lingkungan legislatif dan tekhnokrat.

Apa yang disampaikan oleh penulis bukanlah sebuah kebenaran mutlak, namun dikukuhkannya nama Amroni layak menjadi perbincangan publik yang positif, dan harus kita hargai sebagai sebuah cerminan gerakan milenial yang pro dalam membela yang benar.

Semoga jalinan komunikasi strategis ditangan ketua DPC. PKB yang baru, mampu menjawab kerinduan antara partai dan nahdliyin di Indramayu, karena berdasarkan berbagai riset, kaum nahdliyin memiliki hampir seratus juta masa di Indonesia, sehingga partai besutan Gusdur dipastikan memiliki basis masa proletar idiologi yang besar diberbagai lapisan, sehingga sangat layak mendapatkan posisi tawar dalam berbagai bidang dan ruang strategis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here