Saya tidak percaya terhadap diri sendiri

13
Saya tidak percaya terhadap diri sendiri

Assalamu’alaikum wr wb

Saya bisa dipanggil F aja, pak. Saya ingin menceritakan mengenai masalah saya terhadap ketidak percayaan diri saya. Saya tidak percaya terhadap diri sendiri. Rasa ketidak percayaan diri saya ini bukan ke masalah insecurity tapi lebih ke seperti orang tua yang tidak percaya anaknya. Entah kenapa, saya merasakan hal itu. Saya sering sekali mengurungkan niat untuk melakukan sesuatu karena saya tidak percaya kalau saya akan dapat melakukan sesuatu tsb.

Pas SMA saya memiliki nilai raport yang baik. Ayah saya berekspetasi kalau saya akan lolos jalur undangan ke PTN. Namun, ketika saya dinyatakan tidak lolos, beliau berkata, “Makanya tanya dulu ke papa. Lagian masuk jalur ini aja ga bisa apalagi yang lain”. Ayah saya justru tidak setuju dengan apa yang saya pilih walau itu passion saya. Ini salah satu bukti kalau ayah saya mementingkan “yang penting masuk PTN”. Di mata saya, beliau lebih ingin saya masuk ke PTN yang terkenal dan bagus walaupun itu bukan jurusan yang sesuai passion saya daripada saya masuk ke PTS namun itu justru passion yang saya inginkan.

Iklan Layanan Masyarakat

Akhirnya saya ikut ujian masuk PTN. Saya milih jurusan yang peminatnya sedikit. Dengan harapan saya bisa lolos. Walaupun jurusan itu bukan passion saya, yang penting saya lolos dan diterima di PTN biar orang tua ga kecewa. Alhamdulillah akhirnya saya lolos. Saat itu ayah reaksinya biasa aja.

Saya gak bisa semangat ngerjain tugas kuliah. Kuliah juga ga semangat karena bukan passion saya. Sekarang saya semester 1. Nilainya juga belum keluar, sih. Saya takut gagal kuliah, krn pasti akan ngecewain orang tua. Saya harus gimana ya? Saya bingung… Saya jadi ngerasa ga berharga. Terima kasih Pak..

Wassalamu’alaikum wr wb

Jakarta, 3 Okt 2018
F


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terimakasih saudari F sudah berkenan berbagi kisah dengan kami. Saya mengapresiasi apa yang Anda lakukan. Anda telah menunjukkan bahwa Anda adalah anak yang baik, patuh pada orang tua dan berusaha untuk tidak mengecewakan orang tua, walaupun Anda harus mengorbankan keinginan Anda. Hal ini tentu menjadi modal yang baik bagi Anda untuk menjalani jalan panjang kehidupan Anda.

Tampaknya orang tua Anda, dalam hal ini Ayah, memiliki standar yang cukup tinggi dalam hal pendidikan bagi anak-anaknya. Satu hal yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu adalah memahami sikap Ayah Anda. Cobalah untuk mencari tahu mengapa Ayah memiliki standar seperti itu untuk pendidikan anaknya? Barangkali karena faktor latar belakang pendidikan Ayah, atau keluarga dan sebagainya. Atau mungkin ada maksud lain dari Ayah sehingga beliau bersikap seperti itu. Anda mungkin perlu merenungkan kemungkinan-kemungkinan tersebut. Anda juga bisa berdiskusi dengan keluarga yang dianggap mengetahui hal ini. Diharapkan, jika Anda sudah mengetahui, Anda akan lebih bisa menerima apa-apa yang menjadi kemauan Ayah.

Anda ceritakan kalau saat ini Anda sedang kuliah di PTN dan mengambil jurusan yang bukan Anda inginkan. Saya memahami bahwa memang sulit bagi kita untuk menjalankan dengan baik, sesuatu yang tidak kita inginkan. Namun, hal itu tidak berarti akan seperti itu selamanya. Alah bisa karena biasa. Ada peribahasa seperti itu, bahwa sesuatu yang dikerjakan terus menerus, ditekuni akan menjadikan kita menguasai, trampil atau mahir dalam bidang itu. Di awal-awal kuliah seperti ini, Anda merasa tidak menikmati dan tidak bergairah. Selain karena Anda masih belum suka dengan program studi yang diambil, faktor lain juga mungkin karena Anda masih proses adaptasi selama perkuliahan. Satu hal yang perlu Anda tanamkan bahwa Anda saat ini adalah mahasiswi dari program studi Anda, terlepas Anda suka atau tidak. Kedua, Anda berada di satu PTN, yang mana tidak semua anak bisa kuliah di dalamnya. Artinya Anda perlu memberikan apresiasi kepada diri Anda sendiri akan prestasi keberhasilan ini. Syukuri apa yang sudah Anda raih saat ini dan jalanilah perkuliahan dengan sebaik-baiknya sebagai manifestasi rasa syukur Anda kepada Tuhan.

Anda tidak perlu memaksakan untuk bisa mencintai program studi Anda. Anda hanya perlu menjalaninya dengan seoptimal mungkin. Jalani saja tanpa banyak alasan yang menyertainya atau dengan kata lain jalanilah kuliah Anda tanpa syarat apapun. Cobalah di semester depan Anda lakukan ini. Mengalir saja. Mudah-mudahan Anda akan bisa menemukan satu energi baru dalam perkuliahan.

Jika itu sudah bisa Anda lakukan, lama-lama nanti akan muncul rasa kepercayaan diri dan harga diri yang lebih baik dalam diri Anda. Selain itu, bukan tidak mungkin akan tumbuh cinta Anda terhadap program studi Anda. Yakinlah bahwa apapun yang Anda jalani saat ini, adalah pilihan terbaik dari Tuhan. Tugas kita adalah wajib menjalankan peran yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Keyakinan seperti itu akan membuat kita bisa lebih menerima tiap keadaan yang kita lewati.

Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Tetap semangat dan semoga terkabul segala doa dan cita-cita sehingga kelak Anda akan menjadi anak yang dibanggakan orang tua Anda…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam hormat

Muhammad Fakhrurrozi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here