Sepak Bola Mbeling Atawa Sepak Bola Jagoan

8

Di Pondok Lirboyo, Gus Kholil adalah saudara seperguruannya Gus Idris dan Gus Makshum, pendekar-pendekar kanuragan kelas wahid. Maka ketika pindah ke Krapyak, ia pun menjadi jagoan langka tanding, karena di Krapyak itu kebanyakan santrinya intelek yang lembek-lembek.

Pada pertandingan sepak bola antar-santri suatu kali, seorang pemain timnya diganjal keras oleh pemain lawan. Setia kawan, Gus Kholil yang kapten kesebelasan pun ingin membalas. Pada incaran pertama, si pengganjal itu lolos karena gesit menghindar. Incaran kedua pun belum beruntung karena si pengganjal lebih dulu tersandung dan jatuh sendiri. Kesempatan ketiga justru datang ketika Gus Kholil berdiri agak jauh saat si pengganjal mendapat bola. Tak perduli zona marking, Gus Kholil langsung memburunya.

Menyadari dirinya diincar, si pengganjal buru-buru mengoper bola dan lari menjauh. Tapi, alih-alih mengejar bola, Gus Kholil tetap mengejar si pengganjal itu, yang terus lari ketakutan meninggalkan lapangan. Gus Kholil terus mengejarnya. Si pengganjal makin ketakutan dan lari lebih kencang ke arah masjid.

“Ampun, Gooos! Ampoon! Kapook!” dia teriak-teriak histeris.

Gus Kholil terus mengejar hingga berhasil menangkap dan menepang pantatnya di belakang masjid. Yang jadi wasit tak sempat meniup peluit karena sibuk terbahak-bahak sendiri.

Ketika pertandingan dilanjutkan dan Gus Kholil menggiring bola, tak seorang pun berani mengganggunya. Ia pun melenggang ke depan gawang lawan, hingga tinggal berhadapan dengan kipernya. Si kiper, yang tak lain adiknya sendiri, Gus Mustofa, bukannya siap-siap menangkap bola malah berkacak pinggang menantang.

Gus Kholil tanggap. Bola tidak ditendang tapi ia singkirkan begitu saja. Lalu menubruk adiknya, dan mereka pun berkelahi sejadi-jadinya…

Sumber : Buku “Terong Gosong” ditulis oleh Yahya Cholil Tsakuf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here