The news is by your side.

Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro

Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Oleh : Halim (perupa dan penggiat Literasi di Kota Batu)

Dalam sepanjang sejarahnya, Kabupaten Bojonegoro telah dikenal luas sebagai sentra atau daerah penghasil tembakau varian Virginia terbesar di Indonesia. Kabupaten di sebelah barat laut Jawa Timur ini juga salah satu penghasil minyak dan migas terbesar di Indonesia disamping Provinsi Riau. Berbagai hasil bumi seperti beras, jagung, dan tanaman yang lain juga tumbuh subur di Bojonegoro. Alhasil, dengan segala potensi dan kekayaan alamnya yang demikian besar, masyarakat kita seakan lupa atau bahkan tidak tahu-menahu bahwa Kabupaten Bojonegoro juga memiliki khazanah keilmuan Islam (dalam hal ini para ulama dan pesantren) yang boleh dikatakan besar. Jika selama ini wilayah Jawa Timur disebut-sebut sebagai ‘daerah hijau’, basisnya para santri, gudangnya pesantren ternama, dan ulama-ulama yang kharismatik, itupun jika dicermati hanya mengerucut kepada beberapa daerah tertentu, tanpa menyebut Bojonegoro sebagai salah satu dari bagiannya.

Dalam catatan histori, Bojonegoro telah melahirkan sejumlah ulama kondang yang namanya telah menghiasi jagad intelektualitas Islam. Sumbangsih dan kiprah mereka dalam dakwah Islam tidak boleh dianggap sebelah mata, apalagi diabaikan begitu saja. Belakangan beberapa Naskah dan Manuskrip Kuno karya ulama Bojonegoro yang berada di Padangan telah mengundang sejumlah para ahli untuk berusaha sekuat tenaga melakukan penelitian dan mentranslate naskah-naskah tersebut ke dalam Bahasa Indonesia agar kemanfatannya jauh lebih meluas ditengah-tengah masyarakat. Diantara nama-nama ulama Bojonegoro tersebut, mulai dari Mbah Sabil (Menak Anggrung), Sunan Blongsong, KH. Ibrahim Baureno, KH. Hasyim Jalakan, KH. Abu Dzarin Tugu, KH. Balya, Syaikh Sulaiman Kurdi, KH. Rachmat Zubair, KH. Sholeh Talun, sampai dengan KH. Cholil Baureno telah menjadi mercusuar bagi geliat dakwah di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya. Nama ulama yang terakhir inilah yang oleh Alfi Saifullah hendak diulas panjang lebar sejarah, biografi, keteladanan, dan perjuangnnya dalam buku yang sederhana ini.

Sebagai pengamat buku-buku biografi ulama, kami melihat bahwa referensi tentang ulama dari Bojonegoro sangatlah minim, kalaupun ada hanyalah sekilas dan ditulis dalam surat kabar edisi spesial bulan Ramadhan. Untungnya, buku biografi KH. Cholil bin Abdullah Umar ini dapat terbit tepat waktu, lantas mengisi kekosongan literasi ulama Bojonegoro tersebut. Meskipun isi buku ini sebagian besar berasal dari cerita lisan (oral history) yang berasal dari keluarga dan santri-santri Mbah Cholil. Kemudian diolah dan dikolaborasikan dengan data-data sejarah yang ada, namun semua itu tidak mengurangi bobot dan kekuatan ilmiahnya. Bahkan, menurut kami akan memberikan perspektif baru tentang wacana sejarah Indonesia yang selama ini banyak tertutup oleh kabut-kabut kontroversi.

Harapan besar kami semoga buku ini tidak hanya sebagai bacaan belaka, lantas ditutup rapat-rapat, dan diletakkan di sudut lemari yang pengap dan berdebu. Tidak. Namun, spirit, keteladanan, dan perjuangan Mbah Cholil Baureno harus terus kita gelorakan kepada generasi muda, agar kedepannya Indonesia, khususnya Bojonegoro akan terus melahirkan para pejuang, para ulama, cendikiawan, dan tokoh-tokoh besar dalam berbagai bidang keahliannya masing-masing. Demikian.


Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Spesifikasi Buku :

Judul : Mbah Cholil Baureno: Kepahlawanan, Khidmah, Keteladanan

Penulis : Alfi Saifullah

Jumlah Halaman : XXIV + 374 hlm

Penerbit : Literasi Nusantara Malang

Cetakan Pertama : Juni 2024

Leave A Reply

Your email address will not be published.