Diskusi dan Testimoni Buku “Obituari Jejak Laku Kang IINg” Hidupkan Kembali Semangat Pengabdian

INDRAMAYU — Aula PCNU Indramayu pada Ahad (9/11/2025) dipenuhi suasana haru dan khidmat. Ratusan hadirin dari kalangan kiai, akademisi, sahabat, kolega, serta keluarga besar almarhum Kang IINg berkumpul dalam acara peluncuran dan bedah buku “Obituari Jejak Laku Kang IINg”, karya Ika Darma Ayu Bandung yang disunting oleh H. Wahyu Iryana.
Buku tersebut merupakan bunga rampai tulisan dari para alumni Ika Darma Ayu yang kini tersebar di berbagai bidang, serta dari para kolega dan keluarga almarhum. Melalui tulisan-tulisan itu, tergambar sosok Kang IINg sebagai pribadi yang sederhana, bersahaja, dan konsisten mengabdikan diri bagi masyarakat.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan laporan Ketua Pelaksana, Tio Pramuji. Dalam sambutannya, Tio menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan almarhum. “Kegiatan ini bukan sekadar mengenang, tetapi menghidupkan kembali spirit pengabdian Kang IINg yang selalu mengajarkan keikhlasan,” ujar Tio.
Ketua Ika Alumni Ika Darma Ayu, Yahya Athalib Bimantara, dalam sambutannya menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan almarhum. “Buku ini menjadi wadah penghormatan sekaligus inspirasi bagi generasi muda. Kang IINg telah menunjukkan bahwa pengabdian bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana, tetapi berdampak luas,” ungkap Yahya.
Sesi bedah buku menghadirkan tiga pembedah utama yang mewakili berbagai perspektif. Dari pihak keluarga, H. Labib mengenang Kang IINg sebagai sosok ayah dan suami yang menjadi teladan dalam ketulusan dan pengabdian. “Beliau selalu menanamkan prinsip hidup untuk memberi manfaat, sekecil apa pun itu,” ujarnya.

Sementara dari kalangan kolega, Dr. H. Abdy Yuhana, M.H. menilai Kang IINg sebagai figur intelektual yang mampu menjembatani dunia akademik dan gerakan sosial. “Beliau mengajarkan bahwa ilmu dan nilai pesantren tidak boleh terpisah. Banyak gagasannya kini menjadi rujukan dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” tutur Abdy.
Dari sahabat seperjuangan, Rofiq Buldani menyampaikan bahwa Kang IINg adalah sosok yang tak pernah lelah memperjuangkan kemaslahatan umat. “Kang IINg selalu menekankan bahwa niat adalah fondasi utama perjuangan. Ia mengajarkan bahwa kebaikan tidak butuh pengakuan, cukup istiqamah dan tulus,” katanya dengan nada haru.
Suasana semakin menyentuh ketika sejumlah anggota Ika Darma Ayu Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung membacakan puisi yang terinspirasi dari perjalanan hidup almarhum. Bait-bait puisi yang dibacakan menghadirkan refleksi mendalam tentang keteguhan, kesederhanaan, dan cinta Kang IINg kepada masyarakat.
Panitia juga menayangkan video kenangan yang memperlihatkan berbagai aktivitas almarhum, mulai dari mengajar, memimpin kegiatan sosial, hingga berdialog dengan masyarakat. Dalam video itu, senyum hangat Kang IINg tampak begitu hidup. Cuplikan terakhir menampilkan pesan beliau yang terekam dalam wawancara: “Kalau suatu hari saya tak ada, jangan berhenti melangkah. Lanjutkan jalan kebaikan itu. Karena jejak bukan untuk dikenang, tapi untuk diteruskan.” Banyak hadirin tak kuasa menahan air mata mendengar pesan tersebut.
Buku “Obituari Jejak Laku Kang IINg” sendiri berisi beragam catatan dan kesaksian dari para alumni, kolega, serta keluarga. Bunga rampai tersebut menggambarkan betapa luasnya pengaruh dan keteladanan almarhum. Di bagian akhir buku, epilog ditulis oleh KH. Juhadi Muhammad, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat. Dalam epilognya, KH. Juhadi menulis bahwa kehidupan Kang IINg adalah contoh nyata pengabdian yang lahir dari keikhlasan seorang santri. “Menulis dan mengenang orang saleh adalah bagian dari menjaga cahaya kebaikan agar tetap menyala di tengah zaman,” tulisnya.
Salah satu penulis dalam buku ini, Dr. H. Muadz Tarsono, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya karya tersebut. Menurutnya, buku ini menjadi bentuk cinta dan penghormatan dari para sahabat dan murid. “Kami menulis bukan untuk berduka, tetapi untuk merayakan nilai kehidupan yang beliau tinggalkan,” ujarnya.
Usai diskusi dan pemutaran video, para peserta memberikan apresiasi dan refleksi. Seorang mahasiswa asal Indramayu menyebut bahwa dirinya termotivasi untuk meneladani semangat kecil tapi konsisten dari almarhum. “Kang IINg mengajarkan bahwa pengabdian tidak harus besar, cukup dilakukan terus-menerus dengan tulus,” katanya.
Menutup kegiatan, para peserta bersama-sama menyanyikan lagu Syubbanul Wathon sebagai simbol semangat perjuangan dan cinta tanah air yang selalu dijunjung almarhum. Suasana di aula PCNU Indramayu dipenuhi rasa haru dan kebanggaan.
Buku “Obituari Jejak Laku Kang IINg” menjadi bukti bahwa seorang pejuang sejati tidak pernah benar-benar pergi. Jejaknya tetap hidup dalam karya, keteladanan, dan nilai-nilai yang diwariskan. Sebagaimana pesan yang tertulis dalam buku tersebut: “Jejak bukan untuk dikenang, tetapi untuk diteruskan. Karena kebaikan yang diteruskan adalah bentuk keabadian yang sejati.”
Jelang Asar dilanjut doa bersama dirumah Almarhum IIng Rohimin. (Ltn.red)
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



