The news is by your side.

Fikih Peradaban dalam Pandangan KH Afifudin Muhajir

Fikih Peradaban dalam Pandangan KH Afifudin Muhajir

Peluncuran Seri Halaqah Fiqih Peradaban bertema Fiqih Siyasah NU dan Realitas Peradaban Baru di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Bantul, Yogyakarta Kamis (11/8/2022).  Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir mengatakan fikih peradaban baru pertama kali dibahas oleh NU. Meskipun sebetulnya secara substansi sudah dibahas lama oleh NU, tetapi secara bungkus ini baru.

“Karena masih baru ada salah paham tentang apa yang dimaksud fikih peradaban. Ada yang mengatakan bahwa fiqhul adab atau fiqih sopan santun akan tetapi sesungguhnya yang benar seperti yang kita bahas ini yakni fiqih peradaban identik dengan fiqhul hadharah,” jelasnya.

Hadharah adalah kebalikan daripada albadawah. Ada insan hadhari ada insan badawiyah. Insan badawi ini manusia-manusia yang primitif sementara insan hadhari adalah  manusia-manusia yang sudah maju. 

Kiai Afif kemudian menerangkan bahwa tugas utama manusia tak lain adalah untuk membangun peradaban. Peradaban di sini artinya membangun akhlak dan adab bukan pembangunan fisik seperti gedung.

“Sesungguhnya yang diberi beban utama dan amanat dari Allah swt untuk membangun peradaban di atas bumi ini adalah umat manusia. Umat manusia sudah diangkat sebagai khalifah fil ardhi sekaligus amirul fil ardhi,” ungkapnya. 

Kiai Afif berharap kegiatan fikih peradaban ini tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat Indonesia saja melainkan dunia.

“Mudah-mudahan kegiatan yang pertama ini akan diikuti kegiatan yang lainnya dan mudah-mudahan bermanfaat bukan hanya bagi kita di Indonesia tetapi juga untuk dunia,” harapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.